The Best Life Diet

The Best Life Diet dari Bob Grene adalah sebuah program diet yang diciptakan oleh pelatih pribadi Oprah. Dengan di dukung oleh Oprah, diet — lebih tepat digambarkan sebagai sistem pola makan seumur hidup — bisa diikuti melalui buku atau bergabung dengan suatu keanggotaa club online berbayar.

The Best Life Diet: Apa itu?

Target dari Best Life Diet adalah untuk membuat anda melakukan perubahan-perubahan serius dalam cara anda makan dan mengembangkan suatu perencanaan seumur hidup untuk mengurangi berat badan dan mempertahankan berat badan anda yang baru.

Ide utamanya adalah bahwa jika anda bisa mengubah pendekatan anda pada pola makan yang sehat dan berolahraga secara permanen, anda bisa memutuskan siklus dari keluar masuk dari diet satu ke diet lainnya.

“Bukan suatu jalan pintas, bukan bersifat temporer, the Best Life Diet mendorong perubahan-perubahan secara bertahap,” kata Susan Kraus, MS, RD, seorang ahli gizi di Hackensack University Medical Center, N.J. “Tidak ada yang baru disini, tidak ada terobosan baru, tapi anda bisa membacanya dan mengatakan, ‘Aku tidak harus melakukan sesuatu yang ekstrem untuk mendapatkan hasil yang aku inginkan.’ Dan diet ini memberikan kelonggaran-kelonggaran — anda bisa mendapatkan makanan real dan tidak merasa bersalah mengenai hal itu.”

The Best Life Diet: Bagaimana Cara Kerjanya?

Tidak seperti diet pada umumnya yang menjanjikan hasil yang besar dalam minggu-minggu pertama. Tahap pertama bisa di ikuti selama sampai satu bulan; perkenalan ini dirancang untuk mempersiapkan tahap perubahan yang lebih serius dan menghasilkan penurunan berat badan.

Itu dimulai dengan menunjukkan bagian spikologis dari berdiet, misalnya membuat anda mengerti kenapa anda makan dan berat badan anda bertambah, serta membuat perubahan-perubahan dalam kebiasaan makan dari pada soal makanan.

“Hal-hal kecil misalnya tidak makan sambil berdiri dan tidak makan dua jam sebelum tidur itu adalah anjuran yang sangat bagus. Dengan mengikuti dua anjuran ini maka akan banyak memperbaiki kebiasaan makan anda,” kata Barbara Schmidt, MS, RD, seorang spesialis gaya hidup di Norwalk Hospital dan seorang ahli gizi pada praktek pribadi di New Canaan, Conn. “Kebiasaan-kebiasaan makan itu sangat penting. Orang-orang harus memahami kenapa mereka makan, kapan mereka makan, dan apa yang mereka makan. Mereka harus mengambil tanggung jawab.”

Tahap kedua itu lebih ketat untuk mulai menciptakan pengurangan berat badan. Dibuat berdasarkan tiga kali makan dan satu snack per hari, menu-menunya dipersiapkan disekitar kelompok-kelompok makanan kunci yang baik untuk anda.

Jika anda hampir tidak melakukan hal lainnya, menghindari enam makanan tertentu, atau lebih tepatnya, enam jenis makan, maka anda akan berada pada jalur pola makan yang sehat dan membantu anda mengurangi berat badan.

Makanan-makanan tersebut yaitu white bread dan white pasta, soda, makanan gorengan dengan trans fat, dan makanan-makanan produk susu yang tinggi lemak.

Contoh-contoh resep untuk the Best Life Diet  menyertakan suatu peanut butter apple smoothie (sarapan),  quinoa dan two-bean salad (side dish), dan rotisserie chicken dengan pumpkin dan saus herbal (entrĂ©e).

The Best Life Diet: Pro

Para ahli gizi mengatakan skalanya sangat seimbang dalam mendukng the Best Life Diet.

  • Menawarkan suatu pendekatan setiap hari. “Ini adalah suatu diet realistis, jangka panjang, lebih kearah suatu perubahan gaya hidup, difokuskan pada apa yang bisa dilakukan orang secara realistis. Biasanya tahap pertama dari diet itu ketat. Greene melakukan yang sebaliknya dan membuat orang melakukan perubahan-perubahan secara perlahan yang realistis bagi mereka,” kata Kraus.
  • Perubahan permanen itu ditekankan. “Greene lebih memfokuskan pada aspek psikologis dari kenapa orang makan. Dia menawarkan suatu perubahan gaya hidup personal yang luas dan memberikan komponen tingkah laku yang tidak dimiliki oleh para peserta diet — ‘Aku tidak sedang berada dalam diet, ini adalah gaya hidup ku,’” kata Schmidt. “Grene juga meminta anda untuk membuat suatu catatan makanan. Itu adalah sesuatu yang sangat besar, karena membantu orang untuk memahami dan mengidentifikasi kapan mereka makan. Jika anda harus menuliskannya, anda harus memikirkannya. Menjadi sadar dengan apa yang anda lakukan itu adalah suatu sarana yang sangat membantu untuk mengurangi jumlah kalori yang anda makan.”
  • Menggabungkan kesenangan-kesenangan sesekali. “Jika anda mengingkari sesuatu yang dimiliki seseorang, maka hanya itu yang akan mereka pikirkan,” kata Schmidt. Dan pendekatan Greene itu lebih bisa menerima tentang penyelewengan-penyelewengan diet — jika anda tergelincir, anda hanya perlu kembali ke jalur yang benar.

The Best Life Diet: Contra

  • Hasilnya lambat. “Orang harus punya banyak berat badan untuk dikurangi dan ingin sesuatu yang ketat sehingga mereka bisa segera melihat hasilnya mungkin akan sangat cepat kehilangan semangat. Mereka ingin merasa bahwa diet mereka itu adalah telah memberikan suatu dampak yang segera dan tidak harus bersabar untuk melewati semua tahapnya. Sayangnya, orang-orang memilih diet yang mode dan cepat,” kata Kraus.
  • Dukungan mungkin di butuhkan agar tetap termotivasi. Krauss menambahkan bahwa karena hasilnya lebih lambat, mereka yang menjalani the Best Life Diet mungkin membutuhkan dukungan lebih agar tetap menaatinya. Komponen online dari diet mungkin membantu. “Anda mendapatkan masukan sampai ke suatu tingkat dari mengisi catatan-catatan makanan dan mengikuti suatu kelompok diskusi.

The Best Life Diet: Efek-efek Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, terutama selama tahap pertama, hasil-hasil dari the Best Life Diet akan menjadi lambat. “Dalam jangka pendek, anda akan mengatakan, ‘Aku sudah membuat semua perubahan ini — mengapa aku belum juga melihat hasilnya?'" kata Kraus. “Dalam jangka panjang, orang-orang akan mulai terbiasa dengan perubahan-perubahan yang sudah mereka lakukan. Mereka punya waktu lebih banyak untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang menyehatkan, dan ini menjadi bagian dari gaya hidup mereka. ”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Baby Food Diet

Siapa yang belum pernah mencicipi makanan bayi satu atau dua kali? Tapi pernahkah anda memikirkan tentang memakannya pada setiap kali makan?

Para pendukung fad diet the Baby Food Diet mengusulkan untuk membuat makanan bayi sebagai suatu makanan utama untuk mengontrol berat badan, terutama untuk memuaskan craving. Itu tampaknya telah menarik perhatian di Hollywood: bintang-bintang seperti Jennifer Aniston melaporkan telah mendapatkan kesuksesan darinya.

Tapi, bahkan Web site milik fad diet ini sekalipun telah mengingatkan bahwa ini bukanlah suatu perencanaan untuk mengurangi berat badan.

“Apa yang menurut saya menarik tentang diet ini adalah ini adalah suatu diet maintenance. Sebelum anda menjalani the Baby Food Diet, anda harus mengikuti the Fat Loss for Idiots diet untuk mengurangi berat badan,” menurut pengamatan Andrea Giancoli, RD, seorang koordinator gizi untuk Los Angeles Unified School District di California dan juru bicara untuk the American Dietetic Association. “Point utamanya adalah bahwa ini adalah cara untuk menjaga agar anda tetap langsing. Makanan bayi itu adalah makanan cepat saji yang mudah.”

Mungkin adalah suatu ide yang bagus untuk mengganti satu atau dua kali makan sehari dengan makanan bayi, kata Dariella Gaete, RD, pemilik dari Eat Freely Nutrition Counseling and Consulting yang berbasis di Long Beach, California, ini hanyalah “diet tidak realistis, tidak memuaskan lainnya.”

The Baby Food Diet: Bagaimana Cara Kerjanya?

Pengontrolan porsi adalah suatu bagian yang penting dari kesuksesan diet bagi siapapun. Para pengikut the Baby Food Diet bergantung pada fakta bahwa makanan bayi itu sudah disajikan dalam paket-paket kecil, yang mungkin membantu orang-orang untuk memonitor jumlah makanan yang mereka makan.

Tapi, saat ini belum adalah panduan spesifik yang berhubungan dengan the Baby Food Diet menyangkut masalah berapa banyak makanan bayi yang boleh dimakan per hari. Sebagian orang mungkin memakan makanan bayi sepanjang hari dengan satu makan malam yang besar dan sehat, sedangkan yang lain bisa memilih beberapa mangkuk makanan bayi dari pada makanan biasa, ditambah satu satu mangkuk saat ngemil.

The Baby Food Diet: Contoh Diet

Berikut ini sekedar contoh makanan bayi untuk menu diet. Dari pada sarapan dan makan siang, anda mungkin mencoba beberapa mangkuk ubi jalar, bubur buah dan sayuran, misalnya bayam dan kacang buncis. Web site the Baby Food Diet menyarankan anda untuk mencoba mangkuk makanan bayi yang lebih besar karena makanannya tidak terlalu halus, jadi itu mungkin lebih memuaskan, dan pastikan untuk menyertakan daging ke dalam pilihan makanan bayi anda.

The Baby Food Diet: Pro

Ada beberapa keuntungan dari the Baby Food Diet:

  • Buah dan sayuran. Sebagian besar varietas makanan bayi itu terdiri dari buah dan sayuran. Memperbanyak ngemil buah juga sayuran dan meningkatkan porsinya dalam diet harian itu secara umum adalah suatu langkah dalam arah yang benar.
  • Pengontrolan porsi. Bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk membatasi jumlah makanan yang mereka makan, bahkan untuk buah dan sayuran, mangkuk-mangkuk kecil dan paket-paket plastik dengan ukuran sajian terbatas bisa jadi bermanfaat.
  • Bebas bahan tambahan. Makanan bayi itu umumnya bebas dari bahan kimia seperti yang ditambahkan pada makanan orang dewasa.
  • Solusi craving. Makanan bayi bisa menjadi suatu jawaban yang baik untuk craving terhadap cemilan. Ingin sesuatu yang manis-manis? Ambil satu mangkuk kecil buah persik atau saus apel.

The Baby Food Diet: Contra

Ada beberapa keprihatinan mengenai the Baby Food Diet:

  • Kurang serat. Wanita seharusnya mendapatkan sekitar 25 gram serat per hari untuk kesehatan optimal. Makanan bayi itu diproses dan seringkali disaring, sehingga pilihan anda kemungkinan besar kurang dalam serat. Periksa paketnya, tapi mungkin akan sulit untuk memenuhi target serat anda pada makanan bayi saja.
  • Biaya. Meskipun secara umum makanan bayi itu bermanfaat, tapi untuk membeli makanan bayi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa setiap hari bisa jadi mahal, kata Giancoli. Anda bisa membuat makanan yang sama dirumah untuk biaya yang lebih murah, tapi nantinya anda kehilangan unsur built-in pengontrolan porsi.
  • Bukan untuk  mengurangi berat badan. Diet ini ditujukan untuk mempertahankan penurunan berat badan, bukan untuk mengurangi. Bahkan, kata Giancoli, ada suatu anjuran yang kuat bagi peserta diet ini untuk lebih dulu mengurangi berat badan sebelum mereka mengikuti the Baby Food Diet.
  • Kebosanan dan keberlangsungan. Ya, suatu diet yang sehat membutuhkan pengontrolan porsi dan pilihan makanan yang lebih sehat, tapi rasa lapar dan bosan adalah musuh dari kesuksesan diet — suatu resiko dalam diet ini, kata Gaete. “Kurangnya serat, lemak, dan protein akan menyebabkan makanan di cerna dengan cepat, membuat orang cepat lapar dan nantinya rentan terhadap binging,” kata Gaete. “Selain itu, makanan bayi itu sangat lembut dan ada proses mengunyah minimal yang terlibat, jadi seseorang akan merasa tidak puas dan sangat ingin memakan yang lain.” Giancoli juga ragu bahwa adalah suatu perencanaan yang tidak realistis untuk memakan makanan bayi seumur hidup. Sebagai suatu aturan, para ahli diet menganjurkan untuk menciptakan suatu diet dan gaya hidup yang sehat dan bisa dipertahankan dengan mudah untuk waktu yang lama.

Fad Diet: Efek-efek Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Ini bukanlah suatu perencanaan pola makan yang telah di uji dalam cara apapun: belum ada bukti bahwa diet ini mendukung maintenance berat badan dan tidak mungkin ada cara untuk tahu apakah itu akan mempengaruhi anda untuk jangka waktu yang lama.

Web site the Baby Food Diet tidak menawarkan research apapun mengenai efektivitas diet, meski dinyatakan jelas bahwa diet ini bukanlah untuk mengurangi berat badan.

Giancoli juga merasa khawatir dengan efek jangka panjang dari diet pada sistem pencernaan orang dewasa. “Bayi-bayi belum memiliki suatu sistem pencernaan yang sempurna. Orang dewasa memilikinya, jadi kita tidak membutuhkan makanan bayi. Sistem pencernaan kita itu bagus dalam mengurai makanan-makanan kompleks. Anda tentu tidak ingin mengistirahatkan pencernaan anda.”

The Baby Food Diet adalah suatu pendekatan tipuan lainnya. Menurut para ahli gizi, akan lebih baik untuk tetap mengisi tubuh anda dengan makanan-makanan utuh — buah, sayuran, whole grain, dan lean protein.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The new Atkins Diet

The new Atkins Diet tidak sama dengan Atkins Diet ayah anda — the New Atkins Diet Revolution, yang dibuat tahun 2002, adalah suatu versi efisien dari diet original, dan bukanlah suatu festival memakan semua daging dan lemak yang anda bisa.

The Atkins Diet adalah suatu perencanaan karbohidrat terbatas yang menekankan protein dan lemak, dengan suatu karbohidrat minimum selama tahap awal. Karbohidrat terpilih ditambahkan kembali ke dalam diet anda setelah periode “induksi” selama minimal dua minggu.

The Atkins Diet: Apa itu?

Pemikiran dasar dari Atkins Diet adalah bahwa jika anda bisa mengurangi karbohidrat, bahan bakar yang lazim bagi tubuh, anda dipaksa untuk membakar lemak simpanan untuk energi dan karenanya berat badan anda berkurang.

Sama seperti banyak diet lainnya, ide utamanya adalah untuk berhenti memakan makanan yang dibuat dengan tepung dan gula yang dihaluskan, tapi bahkan makanan-makanan whole grain padat karbohidrat sekalipun berada dalam daftar larangan sampai anda mencapai tahap maintenance.

Untuk mulai mengurangi berat badan, anda harus membatasi karbohidrat hingga maksimal 20 gram per hari, termasuk tiga mangkuk salad green (atau satu mangkuk sayuran hijau), empat ons keju, setengah potong avocado, segenggam buah zaitun, dan beberapa tambahan lainnya misalnya cream atau kopi. Atkins Diet selengkapnya tersedia gratis secara online.

The Atkins Diet: Bagaimana Cara Kerjanya?

The Atkins Diet dibagi menjadi beberapa tahap.

  • Tahap 1, atau induksi, bisa berlangsung selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.
  • Tahap 2, atau penurunan berat badan secara terus menerus, mengijinkan anda untuk meningkatkan karbohidrat total harian, menambahkan beberapa variasi ke dalam diet anda dengan buah-buahan berrie yang kaya antioxidant, beberapa jenis kacang dan biji-bijian, dan semakin banyak sayuran, tapi hanya 5 gram ekstra harian per minggu — anda akan menjalani dari 20 g per hari sampai 25 g per hari selama satu minggu, kemudian menjadi 30 g per hari selama satu minggu berikutnya, dan seterusnya. Anda bisa terus meningkatkan karbohidrat sampai melihat penurunan berat badan melambat atau berhenti. Pada titik tersebut, tergantung dari seberapa dekat anda dengan berat badan yang diinginkan, anda bisa bergerak ke Tahap 3 atau mengurangi kembali karbohidrat jika penurunan berat badan terlalu melambat. Karena protein dan lemak itu lebih mengenyangkan, anda sebenarnya cenderung makan lebih sedikit, tapi tetap merasa kenyang disetiap tahap.
  • Tahap 3 adalah pre-maintenance. Dengan hanya 10 pound yang tersisa dari berat badan yang menjadi target anda, anda menambahkan lagi karbohidrat sehat ke dalam diet dan belajar cara mempertahankan berat badan.
  • Tahap 4 adalah perencanaan maintenance seumur hidup dengan sekitar 100 gram karbohidrat per hari.

The Atkins Diet: Pro

Hampir semua pakar kesehatan memiliki suatu opini mengenai the Atkins Diet, tapi hanya sedikit yang menyadari tentang science yang melatar belakanginya.

  • Diet ini mudah untuk ditaati. “Bagi orang-orang yang memiliki masalah berat badan, setiap makanan itu adalah suatu pertempuran, suatu beban psikologis yang sangat berat. Sebuah diet karbohidrat terbatas mengeliminasi pertempuran tersebut,” kata Richard D. Feinman, PhD, seorang profesor biokimia dan peneliti medis di SUNY Downstate Medical Center, Brooklyn, N.Y., co-editor-in-chief dari the journal Nutrition and Metabolism, dan direktur dari Nutrition and Metabolism Society. Feinman telah mempublikasikan penelitian ilmiah mengenai Atkins dan diet-diet karbohidrat terbatas. “Protein itu adalah bagian stabil dari diet — itu akan memberikan anda beberapa kontrol atas peperangan dengan makanan.”
  • Anda tidak harus menghitung porsi. “Apa sebenarnya makna pengontrolan porsi? Pengendalian diri — dan itu tidak benar-benar memiliki suatu catatan yang baik,” kata Feinman. “Porsi-porsi kecil itu bagus, tapi pada suatu diet rendah karbohidrat, jika anda masih tetap lapar, anda bisa makan porsi kecil lainnya. Pada suatu diet rendah lemak, jika anda masih tetap lapar, anda mungkin tidak bisa berbuat apa-apa.” Menurut Susan Kraus, MS, RD, ahli gizi di the Hackensack University Medical Center in N.J., “Orang-orang merasa itu mudah untuk diikuti. Anda fokus pada suatu kelompok makanan, terdapat penyederhanaan di dalamnya sehingga anda tidak harus mengukur makanan, dan anda tidak merasa kelaparan.”
  • Kontrol glycemic diperhitungkan. “Mengurangi karbohidrat memiliki suatu manfaat bagi kesehatan, entah apakah berat badan anda turun atau tidak, ” kata Feinman. Studi-studi biokimia menunjukkan bahwa pembatasan karbohidrat membantu mengatur insulin dan mengurangi metabolic syndrome, pre-diabetes, dan diabetes, jelas Feinman.

The Atkins Diet: Contra

  • Anda tidak mendapatkan suatu diet yang seimbang. “Dengan diet manapun yang mengeliminasi satu kelompok penuh makanan, anda tidak akan mendapatkan semua gizi yang anda butuhkan,” kata Barbara Schmidt, MS, RD, seorang spesialis gaya hidup di Norwalk Hospital dan seorang ahli gizi dalam praktek pribadi di New Canaan, Conn. “Menghilangkan semua kelompok makanan ini — sayuran, grain, buah-buahan — sekalipun jika anda menggantinya dengan suatu supplemen mineral dan vitamin, anda tidak akan mendapatkan serat yang cukup,” Kraus menambahkan. “Juga ada begitu banyak phytochemicals, yaitu senyawa-senyawa yang ditemukan secara natural di dalam buah dan sayuran yang menyediakan efek-efek antioxidant yang kuat (dan itu mungkin tidak ditemukan dalam suatu supplement multivitamin dan mineral umum), beserta dengan serat, kalsium, dan vitamin D, itu tidak akan di dapat dengan cara makan seperti ini.”
  • Anda benar-benar kehilangan kalsium. “Penelitian terbaru adalah tentang kalsium dan hubungannya dengan metabolisme lemak,” kata Schmidt. “Orang-orang yang memiliki jumlah kalsium yang cukup — 1.200 milligram per hari — berhasil menurunkan dan mempertahankan penurunan berat badannya. Kami tidak memahami atau tahu apa mekanismenya, tapi itu mengatur metabolisme lemak, mengurangi resiko osteoporosis, kanker usus, dan hypertensi, bahkan PMS. Supplement itu tidak sama efektinya. Saya menyukai ‘pemaketan natural’ dari produk-produk dairy rendah lemak dan tanpa lemak. Keju yang tersedia pada Atkins itu adalah sumber kalsium yang buruk — satu ons itu sekitar 100 mg kalsium — dan tinggi dalam lemak saturated, dimana 8 ons yogurt memberikan anda 400 mg. Bahkan keju cottage itu adalah sumber yang buruk karena air dadih, yang memiliki kalsium, hilang saat itu dibuat.”
  • Bisa membuat anda dehidrasi. Karbohidrat menahan air di dalam tubuh anda, sehingga saat anda tidak memakan karbohidrat, anda banyak kehilangan berat air. Ini bisa meningkatkan level uric acid anda dan menyebabkan suatu serangan encok, meningkatkan kehilangan kalsium melalui urine, dan terlalu membebani ginjal dan liver, kata Kraus. Anda perlu memastikan untuk minum air dalam jumlah ekstra.

The Atkins Diet: Efek-efek Jangka Pendek dan Jangka Panjang

“Dalam jangka pendek, dengan mengikuti the Atkins Diet anda bisa segera melihat hasilnya. Anda membatasi asupan makanan karena secara natural anda tidak merasa lapar,” kata Kraus. “Seseorang yang secara umum sehat bisa menjalaninya selama beberapa bulan tanpa mengalami efek samping.”

Keprihatinan Kraus adalah mengenai bagaimana para peserta diet akan memandang makanan: “Perencanaan-perencanaan drastis menyebabkan suatu pandangan yang keliru mengenai cara mengurangi berat badan, menciptakan suatu pemahaman yang berbeda mengenai apa yang oke dan apa yang tidak oke. Seorang peserta diet mungkin merasa sangat malu untuk menambahkan sedikit pasta atau sepotong roti.”

Sebagai pengikut jangka panjang dari suatu diet karbohidrat terbatas (60 sampai 100 gram per hari), Feinman merangkumnya sebagai berikut: “Mengurangi berat badan itu mudah: Jangan makan. Jika anda harus makan, jangan karbohidrat; jika harus makan karbohidrat, pilih karbohidrat yang rendah pada glycemic index.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Manfaat Minyak Kelapa: Saat Lemak Baik untuk Anda

Tidak diragukan lagi, anda pasti memperhatikan bahwa sekitar 60 tahun terakhir, mayoritas badan kesehatan resmi dan media telah mengatakan pada anda bahwa lemak saturated itu tidak baik bagi kesehatan anda dan mengarah pada serangkaian dampak negatif, termasuk kolesterol tinggi, obesitas, penyakit jantung dan Alzheimer.

Sementara selama 60 tahun ini, level penyakit jantung, obesitas, kenaikan serum kolesterol dan penyakit Alzheimer telah membumbung tinggi.

Apakah anda tahu bahwa berbagai studi di populasi kepulauan Pasifik yang mendapatkan 30 sampai 60 persen asupan kalorinya dari minyak kelapa saturated semuanya menunjukkan hampir tidak ada tingkat penyakit jantung?

Faktanya adalah, tidak semua lemak saturated itu dibuat dengan cara yang sama.

Kata operatifnya disini adalah "dibuat," karena beberapa lemak saturated itu terbentuk secara natural, sementara lemak yang lain dimanipulasi secara buatan untuk mengalami suatu kondisi jenuh melalui proses campur tangan manusia yang disebut hidrogenasi.

Hidrogenasi memanipulasi minyak-minyak sayuran dan dan biji-bijian dengan menambahkan atom-atom hidrogen sambil memanaskan minyak, memproduksi suatu zat anyir, pengental yang sebenarnya hanya bermanfaat dalam pemrosesan rentang usia makanan dan keuntungan perusahaan (saat ini semua ahli setuju bahwa hidrogenasi itu tidak ada manfaatnya bagi kesehatan anda).

Lemak-lemak saturated yang dimanipulasi ini juga disebut trans-fats -- dan anda harus menghindarinya seperti wabah. Tapi jika satu bentuk lemak saturated itu buruk bagi anda, tidak kah semua lemak saturated itu buruk bagi anda?

Sama sekali tidak!

Kebenaran mengenai minyak kelapa itu sudah jelas bagi siapapun yang telah mempelajari kesehatan dari mereka yang hidup dalam budaya-budaya tropis asli, dimana kelapa telah menjadi sumber makanan utama selama ribuan tahun.

Kembali di tahun 1930, Dr. Weston Price mendirikan South Pacific Islanders yang dietnya tinggi dalam kelapa menjadi sehat dan langsing, meski tinggi dalam asupan lemak, dan penyakit jantung itu hampir tidak ada.

Begitu juga di tahun 1981, saat para peneliti mempelajari dua komunitas Polynesian dimana kelapa menadi sumber energi kalori utamanya, mereka ditemukan memiliki jantung yang sangat sehat dan bugar.

Lalu kenapa kita semua mengalami penyumbatan arteri dan serangan jantung akibat memakan semua lemak saturated "jahat" ini?

Yang jelas, minyak kelapa tidak melakukan sesuatu yang membahayakan kesehatan para penduduk kepulauan tersebut.

Mungkin mengejutkan bagi anda untuk mengetahui bahwa lemak saturated (jenuh) yang terbentuk secara alami di dalam minyak kelapa itu baik untuk anda dan menyediakan sejumlah manfaat bagi kesehatan, misalnya:

  • Meningkatkan kesehatan jantung anda.
  • Memacu thyroid anda.
  • Meningkatkan metabolisme anda.
  • Memicu tubuh yang langsing dan mengurangi berat badan jika diperlukan.
  • Mendukung sistem immune anda.

Minyak kelapa bahkan bermanfaat bagi kulit anda saat diaplikasikan dengan cara dioleskan dan ditemukan memiliki efek-efek regeneratif, anti-aging.

Jadi, apa rahasia kesuksesan minyak kelapa?

Bagaimana Minyak Kelapa Melakukan Keajaiban di Dalam Tubuh Anda

Hampir 50 persen dari lemak di dalam minyak kelapa itu adalah suatu jenis langka ditemukan di alam yang disebut lauric acid, suatu zat "ajaib" karena sifat-sifat uniknya yang bermanfaat bagi kesehatan. Tubuh anda mengubah lauric acid menjadi monolaurin, yang memiliki sifat anti-viral, anti-bacterial dan anti-protozoa.

Minyak kelapa juga sumber alami yang kaya akan medium-chain fatty acids (MCFAs), yang juga disebut medium-chain triglycerides atau MCTs. Secara kontras, sebagian besar minyak sayuran atau biji-bijian itu terdiri dari long chain fatty acids (LCFAs), atau yang dikenal juga sebagai long-chain triglycerides or LCTs.

LCTs itu molekul-molekul besar, sehingga sulit bagi tubuh anda untuk menguraikannya dan sebagian besar disimpan sebagai lemak.

Sedangkan MCTs, lebih kecil, dan mudah untuk dicerna serta segera dibakar oleh liver anda untuk energi -- seperti karbohidrat, tapi tanpa lonjakan insulin.

MCTs sebenarnya meningkatkan metabolisme anda dan membantu tubuh anda menggunakan lemak untuk energi, sebagai kebalikan dari menyimpannya, sehingga itu benar-benar membantu anda untuk menjadi lebih langsing.

Kembali di tahun 1940-an, para petani menemukan efek ini secara tidak sengaja saat mereka mencoba menggunakan minyak kelapa yang murah untuk menggemukkan ternak mereka, tapi ternyata tidak berhasil. Malahan, minyak kelapa membuat ternak menjadi langsing, aktif dan lapar.

Minyak kelapa sebenarnya telah terbukti membantu mengoptimalkan berat tubuh, yang secara dramatis bisa mengurangi resiko anda untuk mengembangkan diabetes Type 2.

Selain mengurangi berat badan, dengan meningkatkan metabolisme akan meningkatkan energi anda, mempercepat penyembuhan dan meningkatkan fungsi immune secara keseluruhan. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa MCTs bisa meningkatkan kinerja fisik atau atletik.

Dan terakhir, seperti yang sudah kita diskusikan, minyak kelapa itu sangat baik bagi jantung anda. Faktanya adalah berikut ini: lemak-lemak saturated lah yang utamanya terlibat di dalam penyakit jantung dan terlalu banyak gula serta makanan yang diproses, bukan lemak saturated yang terbentuk secara alami, seperti yang anda percayai selama ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Level Vitamin D yang Rendah Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung pada Penderita Diabetes?

Level vitamin D yang rendah itu sudah diketahui meningkatkan resiko hampir dua kali lipat untuk penyakit jantung pada pasien diabetes, dan saat ini para peneliti di Washington University School of Medicine, St. Louis, mengira mereka tahu penyebabnya.

Mereka menemukan bahwa para penderita diabetes yang kekurangan vitamin D tidak bisa memproses kolesterol secara normal, sehingga menumpuk di dalam saluran-saluran darah, meningkatkan resiko untuk serangan jantung dan stroke.

Penelitian terbaru telah mengidentifikasi suatu mekanisme yang menghubungkan antara level vitamin D yang rendah dengan resiko penyakit jantung, dan mungkin mengarah pada cara-cara untuk mengatasi masalah, hanya dengan meningkatkan level vitamin D.

"Vitamin D menghambat penyerapan kolesterol oleh cell-cell yang disebut macrophages," kata ketua peneliti Carlos Bernal-Mizrachi, M.D., seorang endocrinologist Washington University di Barnes-Jewish Hospital. "Saat orang-orang kekurangan vitamin D, cell-cell macrophage memakan lebih banyak kolesterol, dan mereka tidak bisa menyingkirkannya. Macrophage menjadi tersumbat dengan kolesterol dan menjadi apa yang disebut oleh para peneliti sebagai cell-cell busa, yang mana adalah salah satu ciri-ciri awal dari atherosclerosis."

Macrophages dikirim oleh sistem immune dalam merespon peradangan dan seringkali diaktifkan oleh penyakit-penyakit misalnya diabetes. Bernal-Mizrachi dan rekan-rekannya percaya bahwa pada pasien diabetes yang kekurangan vitamin D, macrophages menjadi penuh dengan kolesterol dan pada akhirnya mengeraskan saluran darah dan menyumbat aliran darah.

Bernal-Mizrachi, seorang asisten profesor dibidang medis dan biologi cell serta psiologi, mempelajari cell-cell macrophage yang diambil dari orang yang memiliki dan tidak memiliki diabetes dan dengan serta tanpa kekurangan vitamin D.

Team nya, dipimpin oleh asisten peneliti Jisu Oh dan Sherry Weng, M.D., memapar cell-cell ke kolesterol dan ke level vitamin D tinggi atau rendah. Saat level vitamin D itu rendah dalam culture dish, macrophages dari pasien diabetes itu jauh lebih mungkin untuk menjadi cell-cell busa.

Pada issue 25 Agustus dari the journal Circulation, yang saat ini tersedia secara online, team melaporkan bahwa vitamin D mengatur jalur-jalur sinyal yang berhubungan dengan penyerapan dan pembuangan kolesterol di dalam macrophages.

"Kolesterol itu diangkut melalui darah yang melekat pada lipoprotein misalnya LDL, kolesterol 'jahat'," Bernal-Mizrachi menjelaskan. "Saat itu dirangsang oleh radikal-radikal oksigen di dalam dinding saluran, LDL menjadi teroksidasi, dan macrophage memakannya tanpa terkendali. Kolesterol LDL kemudian menyumbat macrophage, dan seperti itulah bagaimana atherosclerosis dimulai."

Proses tersebut menjadi dipercepat saat seseorang kekurangan vitamin D. Dan orang yang menderita diabetes type 2 itu lebih besar kemungkinannya untuk mengalami kekurangan.

Di seluruh dunia, diperkirakan satu milyar orang memilki level vitamin D yang kurang, dan pada wanita dengan diabetes type 2, kemungkinan vitamin D yang rendah itu adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibanding wanita dengan usia yang sama tapi tidak memiliki diabetes.

Kulit memproduksi vitamin D dalam merespon paparan terhadap sinar ultraviolet. Tapi disebagian besar Amerika, orang-orang tidak menghasilkan vitamin D yang cukup selama musim dingin — saat sinar matahari itu melemah dan lebih banyak waktu yang dihabiskan dalam ruangan.

Untungnya adalah saat macrophage-macrophage manusia itu ditempatkan dalam suatu lingkungan dengan cukup vitamin D, tingkat penyerapan kolesterol mereka menurun, dan mereka tidak menjadi cell-cell busa.

Bernal-Mizrachi percaya bahwa ada kemungkinan untuk memperlambat atau membalikkan pengembangan atherosclerosis pada pasien dengan diabetes dengan cara membantu mereka untuk mendapatkan kembali level vitamin D yang cukup.

"Ada perdebatan tentang apakah semua jumlah paparan terhadap sinar matahari itu aman, jadi supplement vitamin D oral mungkin yang terbaik," katanya, "tapi mungkin jika orang-orang terpapar pada sinar matahari hanya beberapa menit per satuan waktu, itu mungkin juga bisa menjadi suatu pilihan."

Dia meluncurkan suatu penelitian baru terhadap para penderita diabetes yang kekurangan vitamin D dan memiliki tekanan darah tinggi. Dia ingin mempelajari apakah mengganti vitamin D akan menurunkan tekanan darah dan memperlancar aliran darah.

Untuk studi tersebut, Bernal-Mizrachi merekrut pasien dengan diabetes type 2 yang berusia antara 30 sampai 80 tahun yang tidak menggunakan insulin untuk mengontrol gula darah mereka. Para relawan penelitian juga harus memiliki tekanan darah tinggi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vitamin D Mungkin Mencegah Penyumbatan Arteri pada Penderita Diabetes

ScienceDaily (13 November 2012) — Para penderita diabetes seringkali mengembangkan penyumbatan arteri yang menyebabkan penyakit jantung, dan penelitian terbaru di Washington University School of Medicine, St. Louis, menyiratkan bahwa penyebabnya adalah level vitamin D yang rendah.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan 9 November di the Journal of Biological Chemistry, para peneliti melaporkan bahwa saluran-saluran darah itu lebih kecil kemungkinan nya untuk tersumbat pada penderita diabetes yang mendapat cukup vitamin D.

Tapi pada pasien yang kurang mendapat vitamin D, cell-cell immune mengikat ke saluran-saluran darah di dekat jantung, kemudian menjerat kolesterol untuk menyumbat saluran-saluran darah ini.

"Sekitar 26 juta orang Amerika saat ini memiliki diabetes type 2," kata ketua peneliti Carlos Bernal-Mizrachi, MD. "Dan karena tingkat obesitas meningkat, kami perkirakan makin banyak orang yang akan mengembangkan diabetes. Pasien-pasien tersebut lebih mungkin untuk mengalami masalah-masalah jantung akibat suatu peningkatan peradangan dalam pembuluh darah, jadi kami telah menyelidiki kenapa ini terjadi."

Dalam penelitian awal, Bernal-Mizrachi, seorang asisten profesor di bidang medis dan biologi cell serta psiologi, dan rekan-rekannya menemukan bahwa vitamin D tanpa memainkan suatu peranan kunci dalam penyakit jantung.

Studi baru ini membawa penelitian mereka selangkah lebih maju, menyiratkan bahwa saat level vitamin D itu rendah, suatu kelas tertentu dari cell darah putih lebih mungkin untuk menempel pada cell-cell di dinding-dinding saluran darah.

Vitamin D bekerja sama dengan cell-cell immune yang disebut macrophages entah untuk menjaga agar arteri tetap bersih atau untuk menyumbatnya. Macrophages memulai eksistensinya sebagai cell-cell darah putih yang disebut monocytes yang bersikulasi di dalam saluran darah. Tapi saat monocytes berhadapan dengan peradangan, mereka berubah menjadi macrophages, yang tidak lagi bersikulasi.

Dalam studi baru, para peneliti memerika level vitamin D pada 43 orang yang memiliki diabetes type 2 dan pada 25 orang dengan usia, jenis kelamin, dan berat tubuh yang sama tapi tidak memiliki diabetes.

Mereka menemukan bahwa pada pasien diabetes dengan level vitamin D rendah (kurang dari 30 nanogram per mililiter darah) cell-cell macrophage itu lebih mungkin untuk menempel pada dinding-dinding saluran darah, yang memicu cell-cell untuk mengisi dirinya dengan kolesterol, yang pada akhirnya menyebabkan saluran darah menjadi keras dan menyumbat aliran darah.

"Kami memperhitungkan semuanya," kata salah seorang peneliti, Amy E. Riek, MD, seorang instruktur dalam bidang medis. "Kami meneliti tekanan darah, kolesterol, kontrol diabetes, berat tubuh dan ras. Tapi hanya level vitamin D yang berhubungan dengan apakah cell-cell ini menempel pada dinding saluran darah."

Riek dan Bernal-Mizrachi mengatakan apa yang masih belum jelas adalah apakah memberikan vitamin D pada penderita diabetes akan membalik resiko dari pengembangan penyumbatan arteri, suatu kondisi yang disebut atherosclerosis.

Mereka saat ini merawat tikus dengan vitamin D untuk meilihat apakah itu bisa mencegah monocytes agar tidak menempel pada dinding-dinding saluran darah di dekat jantung, dan mereka juga melakukan dua percobaan klinis pada pasien.

Dalam salah satu studi tersebut, pada peneliti memberikan vitamin D pada penderita diabetes dan hypertensi untuk melihat apakah perawatan tersebut mungkin menurunkan tekanan darah.

Dalam studi kedua, orang keturunan Africa Amerika dengan diabetes type 2 mendapatkan vitamin D bersama dengan pengobatan harian mereka lainnya, dan team peneliti mengevaulasi apakah supplement vitamin D bisa memperlambat atau membalik proses perkembangan penyakit jantung.

Suatu saat dalam beberapa bulan mendatang, para peneliti berharap untuk bisa mengetahui apakah perawatan vitamin D bisa membalik sebagian dari faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit jantung. "Di masa depan, kami berharap untuk menghasilkan obat-obatan, yang berpotensi bahkan vitamin D itu sendiri, yang membantu mencegah penumpukan kolesterol di dalam salurah darah," Bernal-Mizrachi menjelaskan.

"Studi-studi sebelumnya telah menghubungkan kekurangan vitamin D dalam pasien ini dengan peningkatan dalam penyakit saluran darah dan dalam mortalitas. Penelitian lain telah menyiratkan bahwa vitamin D mungkin meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas dan sensitivitas insulin. Target utama kami adalah untuk mengintervensi para penderita diabetes dan untuk melihat apakah vitamin D mungkin mengurangi peradangan, mengurangi tekanan darah dan memperkecil kemungkinan bahwa mereka akan mengembangkan atherosclerosis atau komplikasi-komplikasi vascular."

Dana untuk penelitian ini berasal dari the National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI), National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), National Center for Research Resources (NCRR), National Center for Advancing Translational Sciences (NCATS), dan NIH Roadmap for Medical Research of the National Institutes of Health (NIH).

Dukungan juga berasal dari the American Diabetes Association, the Endocrine Society, the Endocrine Fellows Foundation and the Ruth L. Kirchstein National Research Service Award 2. NIH grant numbers are RO1 HO094818-0, P30DK079333, T32 HD043010, and UL1TRR000448/Sub-Award KL2TR000450.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS