Apa itu Acid–Alkaline?

Pentingnya keseimbangan acid–alkaline (asam–basa) di dalam tubuh bagi kesehatan secara keseluruhan itu telah semakin diakui oleh para pasien dan ahli terapi.

Zat-zat yang digunakan oleh tubuh untuk membangun dan berfungsi itu cukup banyak, yaitu ada sekitar 20 jenis amino acid, beberapa lusin gula dan fatty acid, sekitar 40 vitamin, dan 100 atau lebih mineral dan trace element.

Masing-masing dari zat tersebut memegang satu atau beberapa peranan penting di dalam tubuh. Meski zat-zat ini sangat berbeda, tapi adalah mungkin untuk mengelompokkannya ke dalam dua kelompok utama, yaitu zat-zat dasar (alkaline) dan zat-zat acid.

Kedua kelompok zat yang berbeda tersebut memiliki sifat-sifat yang berlawanan namun saling melengkapi. Agar tetap sehat, tubuh membutuhkankan kedua-duanya. Saat alkaline dan acid berada dalam jumlah yang sama, maka tercapailah keseimbangan acid-alkaline.

Banyak dari keseimbangan alami itu diperlukan untuk mempertahankan kesehatan, misalnya kesimbangan antara beraktivitas dan beristirahat, menghisap dan menghembuskan napas, energi yang di serap dan energi yang dikeluarkan, serta produksi dan pembuangan racun.

Sama seperti gangguan pada salah satu dari keseimbangan ini (misalnya, makan lebih banyak dibanding yang dibutuhkan tubuh atau kurang beristirahat dibanding beraktivitas), suatu kelebihan dalam salah satu kelompok zat ini, baik acid maupun alkaline, akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Apa itu Acid?

Jika anda pernah menggigit lemon, maka anda akan tahu ciri paling menonjol dari acid, yaitu rasanya yang asam. Tapi makanan-makanan yang acidic (asam) juga merangsang produksi air liur untuk mencairkan acid (asam), yang menghasilkan sifat lain dari acid, yaitu tajam, bahkan korosif.

Kita memanfaatkan sifat-sifat yang terakhir ini dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai cara. Misalnya cuka yang mencairkan simpanan kalsium, dan terutama beberapa produk pembersih saat ini memanfaatkan kualitas-kualitas asam pembersih yang dikandungnya.

Sifat mengikis alami dari asam itu juga bisa dibuktikan dengan cara merendam sepotong daging atau sebuah coin di dalam suatu minuman berbasis cola. Setelah beberapa hari, daging tersebut akan larut sepenuhnya dan permukaan dari coin akan menjadi seperti tergores dan berbintik-bintik.

Secara kimiawi, acid-acid itu di definisikan sebagai zat-zat yang melepaskan ion-ion hydrogen saat dilarutkan dalam air. Sebagian acid mengeluarkan hydrogen lebih banyak dibanding yang lain.

Lemon, misalnya, itu jauh lebih acidic dibanding strawberri atau tomat, yang juga merupakan makanan acidic.

Tapi rasa bukanlah suatu sarana yang baik untuk menentukan apakah suatu makanan itu acidic atau tidak, karena acid bisa dinetralkan sebagian, dan rasa dari makanan tersebut bisa jadi berkurang dengan kehadiran zat-zat lain.

Daging dan sereal grains misalnya, itu tidak acidic dalam rasa, tapi sebenarnya, keduanya adalah makanan yang sangat acidic.

Tingkat acidity (keasaman) dari suatu zat itu diukur dengan cara menentukan pH-nya. Adalah hal yang juga mungkin untuk mengidentifikasi suatu makanna sebagai acidic dengan cara menganalisa kandungan mineralnya.

Bahkan, mineral bisa dibagi menjadi dua kelompok dasar, yaitu acidic dan alkaline. Mineral-mineral yang acidic antara lain adalah sulfur, chlorine, fosfor, iodine dan silicon.

Saat suatu zat lebih banyak mengandung mineral acidic dibanding alkaline, makan zat tersebut dikelompokkan sebagai acidic.

Karena itulah, air-air mineral yang mengandung kedua jenis mineral tersebut, disebut sebagai alkaline jika mineral-mineral alkaline misalnya kalsium dan magnesium, lebih mendominasi dibanding minera acidic.

Suatu makanan yang banyak mengandung fosfor, misalnya hazelnut, itu lebih acidic dibanding makanan lain yang mengandung fosfor lebih sedikit, misalnya almond.

Apa itu Alkaline?

Tidak seperti zat-zat acid, zat-zat alkaline di dalam larutan air itu hanya sedikit atau tidak mengeluarkan ion-ion hydrogen. Semakin sedikit ion hydrogen yang dilepaskannya, semakin kurang acidic zat tersebut, atau dengan kata lain, semakin alkaline zat tersebut.

Selain itu, tidak seperti acid, elemen-elemen alkaline itu tidak memiliki sifat-sifat korosif. Alkaline adalah zat-zat yang “lembut.” Jika air lemon bisa menyebabkan rasa perih saat dioleskan pada luka terbuka, sedangkan susu tidak.

Zat-zat alkaline bisa mengatasi gangguan-gangguan yang disebabkan oleh zat-zat acid. Jus kentang, misalnya, meredakan nyeri akibat dari suatu perut yang asam, dan susu dalam jumlah yang besar bisa menjadi suatu metode yang efektif untuk menetralisir korosif dari racun-racun acidic yang tertelan secara tidak sengaja.

Makanan-makanan alkaline itu hanya sedikit atau tidak berasa acidic. Bahkan dalam sebagian besar makanan alkaline, misalnya pisang, almond, dan susu segar, tidak sedikit pun terdeteksi suatu rasa acidic.

Mineral-mineral yang tergolong alkaline yaitu kalsium, sodium, magnesium, cobalt dan copper.

Tubuh lebih banyak mengandung kalsium dibanding mineral lain, rata-rata lebih dari 2 pound, yang sebagian besar terdapat di dalam tulang kerangka.

Sama seperti acid, rasa tidak bisa menjadi suatu kriteria yang cukup untuk menentukan pakah suatu makanan itu alkaline.

Makanan tertentu, misalnya roti dan gula putih, itu sama sekali tidak acidic menurut rasa, tapi keduanya bukanlah makanan alkaline. Sebab, acid-acid yang terkandung di dalam makanan ini baru di lepaskan pada saat tubuh mulai mencerna dan memanfaatkan makanan-makanan ini.

Bagaimana Acidity di Ukur?

Sebagai pembeda antara acid dan alkaline adalah di dasarkan pada besar kecilnya kemampuan suatu zat untuk membebaskan ion-ion hydrogen, unit yang mengukur tingkat acidity atau alkalinity dari suatu zat itu adalah singkatan untuk potensi (p) dari suatu zat untuk melepaskan ion-ion hydrogen (H), atau pH.

Skala pengukuran pH itu mulai dari 0 sampai 14. Angka 7 mengindikasikan keseimbangan ideal antara zat-zat acid dan alkaline dan dikenal sebagai pH netral. Semakin besar potensi suatu zat untuk melepaskan ion-ion hydrogen, maka semakin kecil angka pH-nya.

Acidity berkisar dari 6 sampai 0 (nol), dimana 0 (nol) menindikasikan suatu kondisi acidity absolut.

Sebaliknya, suatu pH yang lebih alkaline itu di indikasikan dengan suatu angka yang lebih tinggi, mulai dari 8 smpai 14, angka terakhir mewakili suatu kondisi alkalinity (yang berarti suatu kondisi dimana tidak ada hydrogen yang dilepaskan.)

image

Skala pH

Penting untuk diketahui bahwa transisi dari satu angka ke angka berikutnya pada skala pengukuran ini bukanlah secara aritmatik melainkan logaritmik.

Itu berarti bahwa, nilai-nilai yang memisahkan masing-masing unit itu tidak sama nilainya di sepanjang skala, melainkan peningkatannya itu sesuai dengan jaraknya dari titik tengah, yaitu suatu keseimbangan rata-rata antara acidity dengan alkalinity.

Nilai-nilai itu dikalikan dengan angka 10 pada setiap unit. Dengan kata lain, jika konsentrasi dari ion-ion hydrogen itu adalah 10 pada pH 6, berarti itu akan menjadi 100 pada pH 5; 1.000 pada pH 4; 10.000 pada pH 3; dan seterusnya.

Jarak antara suatu pH 6 dengan pH 5 (90) misalnya, itu tidak sama dengan jarak antara pH 5 dengan pH 4 (900).

Itu berarti bahwa tingkat acidity itu jauh lebih besar dibanding perkiraan seseorang menurut perkembangan angka-angka. Akibatnya, saat pH urine turun, misalnya dari 6 ke 5, ini menunjukkan suatu jumlah acidifikasi yang lebih besar dibanding yang di inginkasikan oleh suatu penurunan dari 7 ke 6.

pH dari zat-zat yang berbeda itu bisa diukur dengan suatu kertas reactive khusus yang dikenal sebagai litmus paper. Saat ditempelkan pada suatu larutan zat yang ingin diuji, waran kertas itu akan berubah ke suatu tingkat yang sesuai dengan tingkat acidity atau alkalinity dari zat tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan dan Minuman untuk Berhenti Merokok

Anda mungkin tidak mempercayainya, tapi sudah dipastikan bahwa makanan dan minuman tertentu bisa membantu anda menghentikan kebiasaan merokok.

Berhenti merokok adalah suatu perubahan dalam rutinitas yang harus ditemani dengan beberapa perubahan (termasuk perubahan dalam diet) agar kebiasaan tersebut tidak kambuh lagi.

Sebuah studi, yang dilaporkan pada April 2007 di journal Nicotine and Tobacco Research, setuju dengan pernyataan ini.

Studi ini menyatakan dengan tegas bahwa makanan tertentu itu bisa meningkatkan rasa rokok sedangkan makanan lain membuat rokok jadi terasa mengerikan.

Pada dasarnya, ini berarti bahwa, keinginan anda untuk merokok jadi berkurang setelah mengkonsumsi makanan tertentu.

Sementara makanan tertentu lainnya, membuat anda ingin segera merokok setelah memakannya.

Studi ini, yang melibatkan 209 perokok, dilakukan di Duke University, dengan tujuan untuk mengamati citarasa -- efek-efek perubahan yang diberikan oleh makanan dan minuman terhadap kenikmatan merokok. Pada akhir studi, di dapat kesimpulan sebagai berikut:

Berikut ini 4 jenis makanan yang membuat rokok jadi terasa mengerikan:

  • Minuman-minuman non-carbonate (misalnya air dan jus buah)
  • Buah-buahan (misalnya apel dan pisang)
  • Produk susu (misalnya susu dan keju)
  • Sayuran (misalnya wortel dan seledri)

Tiga makanan ini membuat rokok jadi terasa makin nikmat (hindari makanan ini!):

  • Kopi
  • Minuman beralkohol
  • Daging

Makanan-makanan yang Bisa Membantu Mengatasi Ketagihan

1. Makan Oat Secara Rutin

Oat itu sudah dikenal mampu mengurangi ketagihan nicotin. Jadi, gabungkan oat ke dalam diet rutin anda. Untuk efek maksium, ambil satu sendok makan ground oat (bukan oatmeal) lalu tambahkan pada 2 mangkuk air rebus dan diamkan selama satu malam.

Kesesokan harinya, minum sebagian dari campuran tersebut beberapa jam setelah makan. Jangan mengkonsumsinya setelah jam 8 malam. Ini adalah salah satu ramuan paling efektif untuk berhenti merokok.

Dan ada bukti ilmiah dari sistem pengobatan India yang selama bertahun-tahun, telah menggunakan oat bran dan oatmeal untuk memerangi ketergantungan terhadap opium.

Baru-baru ini, para peneliti di Glasgow, Skotlandia, menemukan bahwa para perokok yang diberi suatu ekstrak dari oat segar itu lebih cenderung untuk mengalami penurunan dalam ketagihan merokok dibanding perokok yang diberi suatu placebo.

Penemuan ini diperkuat lagi oleh penelitian lain yang baru-baru ini dilakukan di Jepang. Dalam studi di Jepang ini, para peneliti menemukan bahwa para perokok yang diberi suatu tambahan ekstrak herbal oat setiap hari, mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap dalam satu hari sebanyak hampir 50 persen.

2. Banyak Mengkonsumsi Jeruk

Tanamkan kebiasaan untuk makan sebutir jeruk setiap kali rasa ketagihan menyerang anda. Bisa mendapatkan jeruk dengan mudah itu adalah salah satu cara yang paling efektif dalam menangkal dorongan untuk merokok. Ketagihan nicotin biasanya akan berlangsung selama 3 sampai 5 menit.

Mengkonsumsi jeruk bisa menjauhkan pikiran anda dari dorongan keinginan untuk menyalakan sebatang rokok. Entah dimakan dalam keadaan mentah atau dalam bentuk jus, jeruk memegang suatu peranan penting dalam proses penghentian kebiasaan merokok.

Aromanya bisa mengalihkan pikiran anda dari keinginan untuk merokok. Saat dikonsumsi dalam bentuk jus, jeruk juga bertindak sebagai suatu pembersih.

Menggabungkan konsumsi jeruk ke dalam sebuah pengaturan pola makan yang lebih luar itu akan membantu anda untuk berhenti merokok, tapi periksa dulu tingkat kesegaran dari jeruk tersebut sebelum dikonsumsi.

Dan ada bukti ilmiah mengenai hal ini. Sekelompok peneliti di Inggris melakukan percobaan dengan para perokok dan jeruk. Hasilnya sungguh mengejutkan.

Setelah 21 hari, para perokok yang mengkonsumsi jeruk jumlah rokok yang mereka hisap menurun sebanyak 79 persen, dan 20 persen dari mereka benar-benar berhenti merokok.

Hasil-hasil ini menimbulkan satu pertanyaan: apakah dengan memakan buah-buahan citrus itu akan memberikan efek yang sama?

Sebagian dari mantan perokok bahkan mengatakan bahwa dengan meminum suatu campuran dari jus jeruk dan cream tartat (satu setengah sendok teh) bisa segera menghilangkan nicotin dari dalam tubuh anda, sehingga menghilangkan keinginan untuk merokok.

Mereka mengatakan bahwa saat terbaik untuk meminum campuran ini adalah ketika hendak tidur. Selain jeruk, buah dan sayuran telah terbukti mampu membantu menghentikan kebiasaan merokok.

3. Bayam, Nasi Coklat, Pasta, dll

Dalam studi lain yang mengamati apakah makanan tertentu bisa memerangi kecanduan, David Daughton, Ph.D., seorang spesialis pulmonary di University of Nebraska Medical Center, menemukan bahwa makanan yang tinggi dalam sifat-sifat alkaline itu menahan nicotin agar tetap bersirkulasi dalam darah, sehingga mempertahankan suatu level kecanduan yang tinggi. Ini sangat mengurangi kebutuhan untuk mengkonsumsi lebih banyak lagi.

Makanan-makanan yang tinggi dalam alkaline misalnya bit, dandelion, kismis, buah ara, bayam, millet, quinoa, roti-roti dan pasta whole-grain, nasi coklat, almond dan sayuran starchy misalnya kentang, squash dan jagung.

4. Tomat

Aroma tomat membantu mengurangi daya tarik rokok. Menggunakan jus tomat juga memberikan anda efek yang sama seperti merokok, tapi tanpa unsur-unsur yang berbahaya.

Itu mungkin karena fakta bahwa tanaman tomat dan tembakau itu berasal dari keluarga yang sama (solanaceae, yang umumnya dikenal sebagai keluarga nightshade).

Tomat juga suatu sumber yang sangat bagus untuk lycopenes. Lycopenes itu adalah gizi-gizi di dalam keluarga carotenoid yang konon bisa mencegah kanker paru-paru. Perlindungan terhadap kanker yang diberikan lycopenes adalah karena sifat-sifat antioxidant yang dimilikinya.

Lycopenes itu lebih banyak terdapat di dalam tomat yang sudah diproses dibanding tomat mentah. Saus tomat, jus tomat dan kecap tomat adalah sumber-sumber yang bagus. Cobalah untuk menggabungkan lebih banyak lagi makanan-makanan yang kaya akan lycopenes ini ke dalam diet anda.

Makanan dan Minuman yang Membersihkan Paru-paru

1. Air

Banyak minum air itu sangat membantu saat anda sedang mencoba untuk berhenti merokok. Air bukan cuma terdaftar sebagai salah satu dari makanan dan minuman yang membuat rokok jadi terasa tidak enak, tapi juga menenangkan, menyembuhkan, dan mendetoksifikasi.

Air bisa membantu anda untuk mengatasi berbagai dorongan dan perasaan tidak nyaman yang muncul saat mulai berhenti merokok. Bawa sebotol air kemanapun anda pergi, terutama saat anda tahu bahwa anda akan mencoba untuk merokok.

Air bukan cuma membersihkan di dalam tubuh, tapi juga diluar tubuh. Selain minum, basuh wajah anda dengan air dingin, berendam di air hangat, berenang di sungai dan merendam kaki di air hangat itu sudah dikenal sebagai cara-cara yang efektif untuk mengatasi stress dan rasa ketagihan.

Pada dasarnya air memang memiliki kapasitas yang luar biasa untuk membuat kita merasa lebih baik, diluar maupun di dalam. Dengan menyertakan sebuah pilihan dari terapi air dalam perencaaan anda untuk berhenti merokok pasti akan sangat membantu!

2. Jus Buah dan Sayuran

Sama seperti air, jus buah dan sayuran bisa membantu membersihkan tubuh setelah berhenti merokok.

Jus buah dan sayuran itu membuang racun-racun dari tubuh dan paru-paru yang disebabkan oleh merokok, dan menjaga darah agar tetap terbebas dari nicotin. Ini akan membantu menyingkirkan rasa ketagihan dan mencegah agar tidak kambuh lagi.

Makanan yang Memperbaiki Kerusakan Akibat Merokok

Sungguh mengagumkan bagaimana tubuh segera pulih setelah berhenti merokok.

Meski penyembuhan tidak terwujud dalam waktu semalan (kerusakan akibat rokok itu perlu bertahun-tahun), tapi dengan mempertahankan suatu diet yang sehat dan seimbang, akan menyediakan tubuh anda berbagai mineral, vitamin, antioxidant dan phytochemical yang ditubuhkan untuk memperbaiki kerusakan akibat merokok.

Berikut ini beberapa makanan yang bisa membantu anda dalam proses ini:

1. Pisang

Pisang itu bisa dimakan secara mentah untuk mengurangi dan memperbaiki kerusakan akibat merokok. Pisang adalah salah satu buah-buahan terbaik yang bisa anda konsumsi pada beberapa minggu pertama berhenti merokok.

Itu karena pisang mengandung vitamin B6, juga gizi-gizi penting lainnya, misalnya potassium, yang membantu tubuh untuk mengatasi berbagai gejala akibat menjauhkan diri dari nicotin.

Pisang juga mengandung tryptophan, suatu amino acid yang membantu tubuh untuk memproduksi serotonin, suatu zat di dalam otak yang bertanggung jawab untuk mengatur mood dan suasana hati anda.

Kaya dalam vitamin B6, B12, potassium, dan magnesium, pisang membantu orang-orang yang sedang mencoba untuk berhenti merokok dengan cara mengurangi efek-efek yang muncul saat menjuhkan diri dari rokok.

Vitamin B itu dikenal meningkatkan fungsi syaraf sedangkan potassium menormalkan denyut jantung dan mengatur kesimbangan cairan tubuh. Mengalami stress yang tinggi akan mengurangi level potassium di dalam tubuh secara drastis; pisang membantu untuk menormalkan kembali level tersebut.

2. Apel

Dalam sebuah studi tahun 2007, para peneliti Inggris menemukan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi apel itu punya fungsi paru-paru yang lebih baik dibanding yang tidak mengkonsumsi apel.

Setelah mengamati catatan tingkat kebugaran dan nutrisi dari 2.512 pria, para peneliti menemukan suatu hubungan yang kuat antara peningkatan fungsi paru-paru dengan jumlah apel yang dikonsumsi per minggu.

Apel mengandung antioxidant yang memperkuat kapasitas paru-paru dan menurunkan kemunculan batuk dan sesak napas. Apel juga membantu para penderita chronic obstructive pulmonary disease (COPD) yang mengalami kesulitan dalam bernapas.

Ini semakin menguatkan bukti bahwa sebutir apel per hari, benar-benar akan menjauhkan anda dari dokter!

3. Roti, Kacang-kacangan, dan Whole Grains

Zat penting lainnya adalah vitamin E, yang ditemukan dalam roti, kacang-kacangan, whole grains, wheat germ, mustard green, tomat dan almond. Vitamin E ditemukan mampu mengurangi resiko dari kanker paru-paru yang berhubungan dengan merokok.

4. Ikan, Liver dan Jamur

Selenium membantu assimilasi vitamin E di dalam tubuh. Juga memerangi penyakit-penyakit berbahaya yang mungkin disebabkan oleh merokok. Selenium itu ditemukan dalam ikan, liver dan jamur.

Kesimpulan

Selain sebuah diet yang seimbang, berolahraga juga sangat penting untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sebab, dengan berolahraga, akan mengurangi rasa cemas dan stress yang disebabkan oleh gajala-gajala yang timbul akibat menarik diri dari nicotin.

Selain itu, berolahraga juga akan memberikan efek yang sama pada otak, seperti yang diberikan oleh nicotin, yang membuat perokok merasa senang dan puas saat menghisap sebatang rokok. Berolahraga juga mencegah bertambahnya berat badan setelah berhenti merokok.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apakah Vitamin dan Mineral Bisa Membantu Menghentikan Kebiasaan Merokok?

Jika anda merasa penasaran tentang peranan vitamin dan mineral dalam proses berhenti merokok, maka tulisan ini punya suatu jawaban untuk anda!

Dan jawabannya adalah: merokok itu menguras berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh, dan agar bisa sukses dalam usaha berhenti merokok, gizi-gizi yang hilang tersebut harus di ganti.

Dr Jodi Gelfand, seorang asisten dokter dalam sebuah artikel yang berjudul: Nicotine dependency and smoking cessation, menyetujui pendapat itu. Menurutnya, “pasien-pasien yang sedang menjalani proses penghentian merokok itu membutuhkan dosis yang lebih tinggi dari vitamin dan supplement tertentu.”

Dia kemudian juga menyinggung pentingnya supplement-supplement misalnya Vitamin C, Vitamin A, CoQ-10(suatu antioxidant yang melindungi jantung), Lipoic Acid (suatu antioxidant yang mampu masuk jauh ke dalam jaringan-jaringan paru-paru dan jantung) dan Zinc (yang membantu penyembuhan dari selaput-selaput lendir).

Dari pernyataan diatas, kita bisa mengatakan dengan aman bahwa sebuah dia yang mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup itu bukan cuma penting untuk kesehatan, tapi juga untuk memulihkan tubuh dan proses penyembuhan setelah berhenti merokok.

Namun, pastikan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa anda bisa melakukan ini dengan aman, dan jangan lupa bahwa, terlalu banyak juga bisa berbahaya, jadi jangan mengkonsumsi gizi manapun secara berleihan, baik melalui diet, supplemen, ataupun kedua-keduanya.

Terlalu banyak mengkonsumsi niacin misalnya, bisa menyebabkan kerusakan pada liver, sementara terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C bisa menyebabkan diare atau buang air besar yang berlebihan.

Berbagai penelitian termasuk INTERMAP study mengenasi pola makan dari para perokok, mantan perokok, dan non-perokok, juga sebuah meta-analysis yang dipublikasikan tahun 1998 di Journal of Nutrition, menegaskan bahwa para perokok itu memiliki level yang lebih rendah dari vitamin C, A, E, B6 dan vitamin-vitamin penting lainnya, dibanding non-perokok dan mereka yang sudah berhenti merokok; meskipun vitamin-vitamin ini diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh rokok.

Kedua studi ini menyimpulkan bahwa “intervensi kesehatan publik pada perokok itu seharusnya difokuskan bukan cuma untuk membantu mereka agar berhenti merokok, tapi juga meningkatkan diet-diet mereka untuk semakin mengurangi resiko-resiko dari kanker dan penyakit jantung.”

Manfaat dari mengkonsumsi vitamin dan mineral saat berhenti merokok:

  • Dengan mengkonsumsi vitamin C setiap hari itu akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal berbagai penyakit, meningkatkan energi dan memperbaiki jaringan-jaringan, tulang, saluran-saluran darah yang telah rusak akibat merokok.
  • Vitamins A dan E itu mengandung antioxidant yang mengembalikan dan memperbaiki kerusakan cell-cell akibat merokok, meningkatkan pertumbuhan collagen dan fungsi-fungsi organ umum.
  • Vitamin memberikan tubuh ketahanan alami terhadap sifat-sifat addictive dan menggairahkan dari nicotin yang memperkuat gejala-gejala penarikan diri dan menyebabkan perokok untuk kembali merokok.
  • Secara natural, vitamin B itu memiliki sifat-sifat menenangkan yang meredakan gajala-gejala penarikan diri dari nicotin berupa depresi dan kecemasan, sehingga anda mungkin ingin memperbanyak konsumsi dari makanan-makanan yang mengandung vitamin ini saat berhenti merokok.

Vitamin dan mineral apa saja yang harus dikonsumsi saat berhenti merokok?

1. Vitamin C

Asap rokok itu mengarah pada peningkatan kerusakan oksidatif dari jaringan paru-paru.

Pada dasarnya, racun-racun yang terdapat di dalam asap rokok itu meningkatkan produksi dari radikal bebas yang mengikatkan diri ke cell-cell paru-paru dan menyebabkan kerusakan atau kematian dari cell-cell tersebut, menurut sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Karenanya, anda memerlukan antioxidant untuk membantu memperbaiki dan menyembuhkan paru-paru. Vitamin C, adalah sebuah vitamin water-soluble yang bisa ditemukan dalam makanan-makanan misalnya jeruk, lemon, dan limau.

Dosis yang lebih tinggi dari vitamin C juga mungkin bisa mengurangi nicotine craving. Vitamin C adalah sebuah gizi yang sangat penting dalam proses berhenti merokok.

2. Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin lainnya yang diperlukan selama proses berhenti merokok. Vitamin A dipercaya memberikan perlindungan pada cilia (struktur-struktur mirip rambut yang menyaring debu dari paru-paru).

Vitamin A juga bertanggung jawab untuk menyehatkan cell-cell tertentu yang terdapat di dalam paru-paru. Cell-cell ini mengeluarkan lendir yang bertindak sebagai penghalang bagi kuman-kumang yang ingin memasuki paru-paru.

Sebagian penelitian telah mengindikasikan bahwa vitamin A itu mungkin membantu memperbaiki sebagian dari kerusakan pada paru-paru dari perokok jangka panjang.

3. Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin lainnya yang mungkin bisa membantu mereka yang ingin berhenti merokok. Vitamin D itu dihubungkan dengan pengurangan level-level dari berbagai bentuk kanker, termasuk kanker paru-paru.

Dalam bukunya, “Quitting Cold: A Guide to Quit Smoking,” Carling Kalicak, mencatat bahwa vitamin D itu juga bermanfaat untuk mengurangi depresi dan stress, yang bisa terjadi sebagai hasil dari berhenti merokok, terutama pada beberapa hari pertama.

Karenanya, Kalicak menganjurkan para perokok untuk mulai mengkonsumsi supplement vitamin D sejak 7 sampai 14 hari sebelum mereka mulai berhenti merokok.

4. Beta Carotene

Meski Beta carotene meningkatkan sistem immune, membantu menjaga kesehatan anda selama penarikan diri dari nicotin, tapi merokok itu tidak baik bagi Beta carotene. Sebab merokok itu telah merusak sifat-sifat antioxidant yang dimilikinya.

Jadi, kemungkinan besar bahwa perokok itu membutuhkan dosis antioxidant yang jauh lebih tinggi dibanding non-perokok.

Tapi kehati-hatian harus diberikan dalam mengkonsumsi supplement Beta carotene karena berbagai studi menyatakan bahwa itu bisa meningkatkan resiko dari kanker paru-paru pada perokok aktif.

Karena itu, dianjurkan bahwa supplement beta carotene sebaiknya hanya dikonsumsi jika anda sudah dalam proses penghentian merokok.

Beta carotene natural yang berasal dari makanan misalnya sayuran hijau, jeruk, buah dan sayuran berwarna kuning itu lebih bermanfaat dibanding beta carotene yang dikonsumsi dalam bentuk pill.

5. Kalsium

Selain kerusakan yang diberikan oleh nicotin dan asap rokok kepada paru-paru dan jantung, merokok itu juga mengurangi supply kalsium dari tubuh, yang nantinya akan mangarah pada kerapuhan tulang.

Sebuah studi tahun 2000 di Center for Clinical and Basic Research mengindikasikan bahwa, merokok bisa mempercepat proses perusakan tulang karena kalsium, sebuah mineral utama untuk kesehatan tulang, telah di rampas oleh nicotin dari tubuh.

Menambahkan suatu supplement kalsium atau meningkatkan konsumsi kalsium natural itu bisa menetralkan efek ini, dan menjaga agar tulang tetap sehat dan kuat.

6. Vitamin B6

Vitamin B6 adalah sebuah vitamin water-soluble (tidak bisa disimpan di dalam tubuh dan harus dikonsumsi setiap hari) yang digunakan oleh sistem-sistem syaraf untuk memproduksi neuro-transmitter yang bertugas mengalirkan sinyal-sinyal pada senyawa-senyawa di otak.

Vitamin B6 juga telah beberapa kali ditemukan oleh para peneliti bisa membantu meningkatkan kesehatan paru-paru dari mantan perokok maupun perokok aktif.

Terutama, sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (Edisi Januari 2011) mengungkapkan bahwa vitamin B6 itu berhubungan dengan suatu pengurangan resiko dari kanker paru-paru pada mantan perokok dan perokok aktif.

7. Vitamin B3

Meski Vitamin B-3 atau niacin itu seringkali dianjurkan bagi yang ingin berhenti merokok, tapi jika terlalu banyak bisa menyebabkan kerusakan liver. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum anda menggunakan vitamin ini.

Apakah vitamin ini sebaiknya di dapat dari supplement atau dari makanan alami?

Seperti biasa, kami lebih menganjurkan untuk menggunakan pendekatan-pendekatan natural. Itu karena anda akan mendapatkan seluruh manfaat dari gizi ini dalam bentuk naturalnya dibanding dalam bentuk yang sudah diproses.

Sebagian besar, jika bukan semuanya, vitamin dan mineral ini bisa di dapat dari buah dan sayuran. Berikan diri anda berbagai anugrah dari alam ini. Anugrah-anugrah ini akan membantu anda untuk mengatasi berbagai gejala yang muncul akibat dari berhenti merokok.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apakah Vitamin D Bisa Melindungi Paru-paru dari Asap Rokok?

Sebuah hasil penelitian terbaru menyiratkan bahwa kapasitas paru-paru itu mungkin akan semakin cepat memburuk pada para perokok yang kekurangan vitamin D, dibanding perokok yang memiliki level vitamin D standard.

Apa itu vitamin D?

Menurut Office of Dietary Supplements, Vitamin D adalah “sebuah vitamin fat-soluble vitamin yang secara natural terdapat di dalam beberapa jenis makanan tertentu, dan tersedia dalam bentuk supplement asupan. Vitamin D itu di dapat dari ekspose sinar matahari, makanan dan supplement.”

Tidak seperti vitamin water-soluble (yang tidak bisa di simpan di dalam tubuh), vitamin D itu fat-soluble (bisa di simpan di dalam tubuh). Dia memfasilitasi pencernaan dan pengubahan dari fosfor dan kalsium.

Orang-orang yang diekspose pada sinar matahari normal itu tidak memerlukan supplement vitamin D karena sinar matahari memicu produksi vitamin D yang cukup di dalam kulit.

Lima bentuk vitamin D telah ditemukan. Yaitu, vitamin D1, D2, D3, D4, D5. Dua bentuk yang tampaknya paling penting bagi manusia adalah vitamin D2 (ergocalciferol) dan D3 (cholecalciferol).

Makanan mana saja yang mengandung vitamin D?

Sangat sedikit makanan di alam yang mengandung vitamin D, namun vitamin D bisa ditemukan dalam daging ikan berminyak misalnya salmon, herring, mackerel, tuna, dan fish liver oil. Vitamin D dalam jumlah kecil juga bisa di temukan jamur, liver sapi, keju dan kuning telur.

Karena fakta bahwa vitamin D itu tidak banyak terdapat di dalam makanan-makanan natural, maka vitamin D dibuat tersedia melalui produk-produk susu, jus, dan sereal yang kemudian di katakan “diperkaya dengan vitamin D.”

Tapi sebagian besar vitamin D (80 - 90 persen) dari yang di dapat oleh tubuh itu diperoleh melalui paparan sinar matahari.

Apa saja manfaat dari vitamin D?

  • Vitamin D membantu usus-usus dalam mencerna dan mengurai fosfor serta kalsium, yang membantu menyehatkan tulang, diantara fungsi-fungsi lainnya.
  • Vitamin D mengatur sistem immune tubuh, karenanya mencegah penyakit-penyakit auto-immune (sebuah penyakit yang terjadi saat jaringan-jaringan tubuh diserang oleh sistem immune-nya sendiri), dan mencegah kanker.
  • Vitamin D juga menjadi indikasi untuk pencegahan dan pengobatan rickets, yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D.
  • Menurut para peneliti dari University of Colorado Denver School of Medicine, Massachusetts General Hospital and Children’s Hospital Boston, Vitamin D itu memberikan perlindungan terhadap demam dan flu umum.
  • Vitamin D juga menurunkan resiko dari kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Cedric F. Garland, Dr PH, of the University of California, San Diego, menghuubungkan rendahny level vitamin D dengan suatu peningkatan resiko dari kanker payudara, ovarian, ginjal, pankreas, dan protat agresif. Garland dan rekan-rekannya menyatakan bahwa frekuensi dari kanker usus di Kanada dan Amerika Serikat bisa di kurangi sebanyak 50 persen jika orang-orang mengkonsumsi 2.000 IU vitamin D per hari, dan bahwa wanita bisa mengurangi tingkat kelaziman dari kanker payudara sebanyak setengah jika mereka mengkonsumsi 3.500 IU vitamin D per hari.
  • Penelitian lain yang dilakukan di Medical College of Georgia, Amerika Serikat, menghubungkan vitamin D dengan pencegahan obesitas.
  • Dalam studi lainnya, level vitamin D yang cukup itu ditemukan bisa sangat mengurangi resiko dari penyakit jantung.

Vitamin D telah di indikasikan untuk begitu banyak fungsi dan orang umumnya bisa mengatakan bahwa vitamin D itu menormalkan tekanan darah, mengurangi stress dan tekanan, meredakan sakit dan nyeri tubuh dengan cara melemaskan otot-otot yang kejang dan mengurangi penyakit-penyakit saluran pernapasan.

Vitamin D juga membantu dalam pembentukan cell-cell tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, memerangi depresi, meningkatkan kesehatan kulit dengan cara mengurangi kerutan, dan menguatkan cardiovascular dengan cara melindungi saluran-saluran darah dengan suatu lapisan.

Bagaimana vitamin D bisa membantu menghentikan kecanduan merokok?

Vitamin D dikatakan memegang suatu peranan penting dalam menghentikan proses merokok. Hal ini dihubungkan dengan menurunnya tingkat dari berbagai bentuk kanker, termasuk kanker paru-paru.

Dalam bukunya yang berjudul “Quitting Cold: A Guide to Quit Smoking,” Carling Kalicak menyatakan bahwa vitamin D itu juga membantu dalam mengurangi depresi dan stress hingga ke tingkat minimum. 2 gejala ini (stress dan depresi) muncul pada beberapa hari pertama setelah berhenti merokok.

Kalicak lebih jauh menganjurkan para perokok untuk mulai mengkonsumsi vitamin D satu atau dua minggu sebelum mulai berhenti merokok.

Dalam studi terbaru, yang dipublikasikan pada 19 Juli di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, meningkatkan level vitamin D itu ditemukan telah memberikan beberapa bentuk perlindungan terhadap paru-paru dari efek-efek asap rokok, meski para peneliti memperingatkan bahwa, itu tidak akan mencegah melemahnya kapasitas paru-paru atau penyakit akibat merokok, misalnya stroke, kanker, dan penyakit jantung.

Menurutp ketua penelitian ini, Dr. Nancy Lange, dari Channing Laboratory di Brigham dan Women’s Hospital di Boston, “vitamin D, mungkin karena kandungan antioxidant dan efek anti-peradangannya, bisa memberikan sedikit perlindungan terhadap kerusakan paru-paru yang terjadi akibat asap rokok.”

Namun, Lange menyatakan bahwa efeknya sangat kecil dan cara yang paling penting untuk mengembangkan paru-paru dan tubuh yang sehat adalah dengan berhenti merokok.

Sebelum studi ini, beberapa studi telah mengungkapkan bahwa vitamin D membantu menguatkan kapasitas paru-paru. Jika anda telah merokok selama bertahun-tahun, makan kemungkinan besar ketahanan paru-paru anda terhadap polusi atau asap telah rusak. Dan vitamin D membantu paru-paru anda agar kembali pulih.

Salah satu dari studi-studi tersebut adalah yang dipublikasikan pada Desember 2010 di Chest Journal.

Dengan di ketuai oleh Peter N. Black dari University of Auckland, studi ini mengungkapkan bahwa non-perokok yang mengkonsumsi vitamin D dalam jumlah kecil, memiliki 35% kapasitas paru-paru yang lebih buruk dibanding mantan perokok yang mendapat vitamin D dalam jumlah yang cukup.

Namun, orang-orang yang masih merokok, berapapun banyaknya vitamin D yang mereka cerna, itu memiliki fungsi paru-paru yang jauh lebih buruk dibanding kedua kelompok tersebut.

Dari semua studi tersebut bisa disimpulkan bahwa mengkonsumsi vitamin D dan mendapatkan sinar matahari yang cukup itu akan membantu mempertahankan kesehatan anda, baik sebelum maupun sesudah berhenti merokok.

Jadi, apa lagi yang anda tunggu? Dapatkan vitamin D sebanyak-banyaknya, tapi konsultasikan dulu dengan dokter.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa Paru-paru Bisa Pulih Setelah Berhenti Merokok?

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh mantan perokok adalah: “apakah paru-paru ku bisa sembuh setelah aku berhenti merokok?”

Tubuh manusia itu punya suatu kemampuan untuk menyembuhkan diri yang luar biasa dan ajaib.

Yang anda perlukan untuk membuktikan ini adalah dengan melihat para mantan perokok.

Begitu anda mulai membuang rokok, detik itu pula sistem-sistem tubuh anda memulai proses penyembuhan.

Tapi, saat tubuh anda memulai proses penyembuhan, penting untuk di ingat bahwa, bukannya segera merasa lebih baik, anda mungkin malah akan merasa lebih parah di banding sebelumnya, dan bahkan menjadi sakit untuk beberapa lama.

Penting untuk memahami bahwa penyembuhan itu sama seperti kecanduan, yaitu sebuah proses; itu segera dimulai, tapi itu akan terus berlanjut seiring waktu.

Jika anda merasa gugup, cepat marah, sering merasa lesu dan batuk-batuk, ketahui saja bahwa anda sedang mengalami gejala-gejala penyembuhan dari kecanduan nicotin.

Gejala-gejala ini adalah akibat dari proses yang dilakukan oleh tubuh anda untuk membuang nicotin, suatu zat yang ampuh dan sangat mudah menyebabkan kecanduan.

Dalam sebagian besar kasus, tubuh anda akan membuang nicotin dalam 2 - 3 hari.

Apa yang terjadi pada paru-paru anda saat anda berhenti merokok?

Dalam 3 bulan setelah berhenti morokok, kemampuan paru-paru untuk menarik dan menghembus udara jadi sangat meningkat.

Sedangkan celia, yaitu bulu-bulu halus di dalam paru-paru, akan menjadi semakin baik dalam membuang lendir dan membersihkan paru-paru, setelah anda berhenti merokok selama 1 tahun.

Gangguan-gangguan kesehatan misalnya napas pendek dan batuk-batuk juga menjadi semakin berkurang setelah 1 tahun anda tidak lagi merokok.

10 tahun setelah berhenti merokok, sebuah laporan dari  U.S. Surgeon General menyatakan bahwa resiko anda untuk terkena kanker paru-paru jadi menurun secara drastis, yaitu menjadi setengah kali lebih kecil dibanding seseorang yang masih menjadi perokok aktif.

Lung Health Study, yaitu sebuah studi yang dilakukan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), mengklaim bahwa fungsi paru-paru wanita meningkat 2 kali lipat dibanding pria selama tahun pertama setelah berhenti merokok.

Sebelumnya, para peneliti LHS mendapatkan hasil-hasil yang mengindikasikan bahwa kedua gender mendapatkan manfaat yang sama dari berhenti merokok.

Tapi studi baru tersebut membuktikan bahwa wanita mendapat manfaat yang lebih banyak dibanding pria, saat fungsi paru-paru mereka meningkat lebih cepat setelah 1 tahun berhenti merokok. Hasil-hasil ini bisa ditemukan di American Journal of Epidemiology, issue 1 Juni.

Namun, sebuah laporan tahun 2004 dari U.S. Department of Health and Human Services, “The Health Consequences of Smoking: a Report of the Surgeon General,” memperingatkan bahwa para mantan perokok itu akan selalu memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang tidak pernah merokok.

Bagaimana rokok mempengaruhi paru-paru?

Selain otak, paru-paru itu adalah organ di dalam tubuh manusia yang paling rentan. Menurut rancangan, paru-paru kita itu di paket dengan miniatur lorong-lorong dan ruang-ruang udara.

Setiap kali anda menarik napas, udara segar yang mengandung oksigen di tarik ke dalam ruang-ruang miniatur di dalam paru-paru anda. Dari sana, oksigen bergerak ke cell-cell darah merah untuk menggantikan karbon dioksida.

Karbon dioksida kemudian dibuang dari sistem anda saat anda menghembuskan napas. Menurut Kids Health, proses menarik dan menghembuskan napas ini terjadi sekitar 20.000 kali per hari.

Agar proses tersebut bisa efektif, lorong-lorong di dalam paru-paru anda itu harus selalu terbebas dari endapan-endapan yang bisa menyumbat dan merintangi aliran oksigen/carbon dioxide.

Untuk menjaga ruang-ruangan agar tetap bersih, paru-paru anda memiliki struktur-struktur mirip rambut yang melapisi saluran udara, yaitu cilia. Cilia yang sehat membersihkan paru-paru dari lendir dan memperkecil kemungkinan untuk terkena infeksi.

Asap rokok mencegah cilia untuk berfungsi dengan baik karena setiap kali anda menghisap rokok, bahan-bahan pencemar dan beracun tersebut akan terseret ke dalam paru-paru anda.

Jika anda hanyalah perokok non-reguler, maka cilia bisa memfilter kotoran agar keluar dari paru-paru dengan mudah. Tapi jika anda adalah seorang perokok reguler, cilia tidak bisa melakukan fungsinya dengan efektif.

Semakin sering anda merokok, semakin banyak pula cilia yang menjadi lemah, hingga membuat proses pembersihan jadi semakin susah.

Seiring waktu, racun-racun dari asap rokok mulai memblokir ruang-ruang udara. Pada pasien yang menderita OPD kronis, cilia mereka mungkin terluka dan tidak mampu berfungsi dengan baik.

Karena cilia tidak lagi bisa berfungsi optimal, tubuh anda terpaksa menggunakan batuk sebagai cara untuk membantu cilia dalam membersihkan paru-paru.

Tapi anda bisa mempercepat proses pembersihan dengan menggunakan beberapa tips dibawah ini.

Bagaimana cara membersihkan paru-paru?

Membuat paru-paru terbebas dari racun-racun adalah salah satu dari tantangan terbesar setelah berhenti merokok. Itu karena asap rokok cenderung membuat paru-paru bukan cuma terkontaminasi, tapi juga dehidrasi dan mungkin bengkak.

Jika anda ingin tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan paru-paru setelah berhenti merokok, ketahuilah bahwa itu tergantung dari berapa lama dan berapa banyak anda merokok.

Seringkali, butuh waktu 12 bulan, dan bahkan terkadang 24 sampai 36 bulan untuk memperbaiki paru-paru, begitu anda mulai berhenti merokok.

Jadi, hal terbaik yang bisa segera anda lakukan untuk membersihkan paru-paru adalah dengan segera meninggalkan kebiasaan merokok. Ini akan membuat anda mampu untuk mengembalikan kesehatan normal anda.

Anda bisa melakukan itu dengan menggunakan suatu kombinasi simpel dari penambahan-penambahan makanan dan vitamin yang membersihkan racun dari paru-paru dan membuangnya keluar dari tubuh anda.

Proses yang mudah ini akan membersihkan paru-paru anda 10 kali lebih cepat dibanding jika anda hanya mengandalkan kemampuan alami dari tubuh anda.

Untuk membersihkan paru-paru itu adalah hal yang mungkin dengan cara memilih jenis makanan, olahraga dan udara yang tepat. Berikut ini beberapa tips mengenai cara membersihkan paru-paru anda:

  • Banyak-banyak lah mengkonsumsi buah dan sayuran, terutama yang berwarna hijau tua. Anda juga bisa mengkonsumsi pill multi-vitamin. Harap dicatat bahwa vitamin E itu sangat efektif saat tiba waktunya untuk penyembuhan. 

National Cancer Institute dan Centers for Disease Control menganjurkan orang dewasa untuk memakan setidaknya 5 sajian buah dan sayuran per hari. Ini sangat penting untuk diperhatikan setelah berhenti merokok karena antioxidant di dalam buah dan sayuran akan membantu mengembalikan kesehatan paru-paru anda dengan cepat.

  • Banyak-banyaklah minum air. Orang umumnya kurang minum air. Mengkonsumsi soda, kopi dan alcohol itu merusak sistem-sistem tubuh, sedangkan air menyembuhkan. Air membuang racun-racun dari dalam tubuh, megencerkan endapan-endapan dan dahak, serta melumasi jaringan.

Air juga membantu mengeluarkan lendir-lendir encer. Jangan lupa bahwa paru-paru anda itu juga memanfaatkan uang air dari setiap tarikan napas anda, dan beban yang anda tempatkan pada paru-paru anda dengan cara merokok akan membuat paru-paru anda bekerja dua kali lebih keras (bahkan mungkin lebih).

Dengan menyediakan lebih banyak cairan di pada tubuh anda, berarti anda telah membantu paru-paru anda agar bisa berfungsi lebih maksimal.

  • Lakukan latihan pernapasan panjang. Tariklah napas panjang secara perlahan melalui hidung anda. Tahan selama beberapa detik. Kemudian hembuskan secara perlahan dan memaksa melalui rongga mulut anda. Ulangi latihan ini selama beberapa kali per hari.

Cobalah untuk bernapas lebih panjang dan menahan napas lebih lama saat paru-paru anda semakin membaik.

  • Selain itu, mulailah berolahraga untuk membantu membersihkan paru-paru anda. Olahraga yang melebarkan dan mengencangkan paru-paru akan memberikan manfaat yang paling besar.

Bagi sebagian besar orang, berenang adalah jenis olahraga yang paling cocok untuk itu, tapi jika anda merasa tidak nyaman dengan berenang, anda bisa memilih jenis olahraga lain misalnya berjalan atau jogging.

Olahraga mengembangkan toleransi dan efektivitas dari cardiovascular anda, sehingga membuat anda bisa berlari lebih cepat dan lebih jauh. Berolahraga juga memperbaiki level kolesterol anda, menurunkan tekanan darah, sehingga menurunkan resiko dari penyakit jantung dan stroke.

Olahraga juga bisa memperbaiki mood anda dan membantu menormalkan rotasi antara waktu tidur dan bangun.

  • Debu dan jamur bisa menyebabkan iritasi pada paru-paru anda, jadi lakukan pembersihan yang menyeluruh pada rumah anda. Bersihkan debu-debu dari perabotan, tirai jendela dan area-area lain. Bersihkan dinding-dinding dari debu dan jamur secara menyeluruh dan rutin.

Ini akan membantu lingkungan anda agar selalu terbebas dari debu, polusi, dan asap yang mungkin menghalangi proses penyembuhan dari paru-paru anda.

  • Hindari asap rokok dari orang lain, wangi-wangian, parfum, dan produk-produk pembersih rumah tangga yang tidak natural. Ini akan membantu paru-paru anda agar bisa sembuh dengan lebih cepat.
  • Keluar dari rumah dan bernapaslah di udara yang bebas dan segar. Ini akan membuat paru-paru anda bisa mendapatkan udara yang bersih untuk membantu proses penyembuhannya.

Selain dari berhenti merokok, belum ada jenis perawatan lain yang mampu memperbaiki fungsi paru-paru.

Meski berbagai studi telah menunjukkan bahwa fungsi paru-paru mungkin meningkat setelah satu tahun berhenti merokok pada mantan perokok yang menderita penyakit paru-paru ringan, tapi mereka yang menderita penyakit paru-paru yang lebih parah mungkin hanya mengalami pengurangan dalam gejala-gejalanya saja.

Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah, harap di ingat bahwa merokok itu adalah sebuah kebiasaan, dan agar anda bisa menghentikan suatu kebiasaan, anda perlu bersabar dan mengambil langkah demi langkah secara bertahap.

Apakah paru-paru anda akan sembuh dengan sendirinya?

Ya. Sama seperti berbagai jenis penyalah-gunaan lainnya, tubuh anda bisa sembuh dengan sendirinya begitu anda mulai memberikannya kesempatan. Dan itu termasuk paru-paru anda!

Asap rokok itu sama seperti suatu kuman, yang membuat anda menjadi sakit, batuk, dan demam. Tapi jika anda bisa menyingkirkan kuman tersebut dengan obat yang tepat, maka paru-paru anda akan mampu untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Seiring waktu, proses perbaikan ini akan terus berlanjut. Tapi, paru-paru anda mungkin tidak bisa lagi se-efektif saat sebelum anda mulai merokok.

Kemampuan paru-paru untuk pulih dari dampak merokok itu sangat tergantung dari berapa lama dan berapa banyak anda merokok. Tapi para ahli mengatakan bahwa kesehatan paru-paru mulai meningkat begitu perokok mulai melemparkan rokok terakhir mereka.

Itu berarti bahwa semakin lama anda merokok, semakin besar pula kerusakan yang anda berikan pada paru-paru anda, hingga pada satu tahap, kerusakan tersebut tidak bisa lagi diperbaiki.

Dengan segera berhenti merokok, akan sangat memperkecil peluang anda untuk mengalami gangguan paru-paru, baik dimasa kini, maupun dimasa yang akan datang.

Jadi, kata-kata terakhir kami adalah: berhentilah merokok saat ini juga!!! Berhentilah merokok SEKARANG!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan Sehat - Walnut

Walnut itu benar-benar suatu makanan purba.

Bahkan, penggalian-penggalian di bagian barat daya Prancis, menemukan fosil cangkang-cangkang walnut yang telah berumur lebih dari 8.000 tahun.

Pada abad ke 16 dan 17 Masehi, walnut dipandang sebagai suatu makanan obat. Karena bentuknya yang menyerupai jantung dan otak manusia, walnut dipercaya mampu meredakan emosi dan meningkatkan kecerdasan.

Saat ini, Amerika Serikat adalah salah satu produsen utama dari walnut. Produsen terbesar lainnya antara lain Turki, China, Iran, Prancis, dan Rumania.

Walnut itu sumber yang sangat bagus untuk omega-3 fatty acid. Selain itu, walnut juga adalah sumber yang sangat baik untuk mangan dan tryptophan.

Tapi apa kata para peneliti?

Kesehatan Cardiovascular

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2006 di Journal of the American College of Cardiology, 12 orang sehat dan 12 orang yang memiliki level kolesterol tinggi secara acak di tugaskan untuk memakan suatu makanan yang tinggi lemak (80 g lemak, 35 persen lemak saturated) yang menyertakan 40 g walnut atau 30 g olive oil.

Pada akhir minggu, para subjek mengulangi studi ini. Kali ini, para subjek yang memakan walnut mengkonsumsi olive oil dan yang mengkonsumsi olive oil memakan walnut.

Para peneliti menemukan bahwa setelah orang-orang dengan level kolesterol tinggi ini memakan makanan yang ditambah dengan walnut, aliran darah di dalam arteri brachial dari tangan-tangan mereka meningkat sebanyak 24 persen.

Namun, setelah mereka memakan makanan dengan olive oil, terdapat penurunan 36 persen dalam aliran darah. Apa artinya ini?

Tampaknya, walnut mampu menetralisir sebagian aspek negatif dari suatu diet tinggi lemak, yang bukan berasal dari olive oil.

Tapi makanan-makanan walnut dan olive oil tetap menghasilkan suatu penurunan dalam level kolesterol dan triglycerides. Dan olive oil seharusnya dianggap sebagai suatu makanan yang mendukung kesehatan cardiovascular.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2007 di Hypertension, para peneliti mengkalkulasi jumlah dari omega-3 polyunsaturated fatty acids (PFAs) di dalam diet dari 4.680 pria dan wanita, dengan usia antara 40 sampai 59 tahun, yang hidup di Jepang, China, Inggris dan Amerika Serikat.

Dari ke 4 negara yang di pelajari, orang-orang yang hidup di Jepang adalah yang paling banyak mengkonsumi omega-3 PFAs, yang banyak ditemukan di dalam walnut. Dan orang-orang yang paling banyak mengkonsumsi omega-3 PFAs itu memiliki level-level tekanan darah  systolic dan diastolic yang lebih rendah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ‘‘makanan yang mengandung omega-3 PFA itu berhubungan terbalik dengan tekanan darah tinggi, termasuk pada orang yang non-hypertensi, dengan perkiraan ukuran dampak yang kecil. Makanan omega-3 PFA itu mungkin berkontribusi untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi.’’

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2009 di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti dari Loma Linda University membandingkan antara kemampuan walnut dengan ikan berminyak dalam menurunkan level kolesterol.

Selama studi ini, 25 subjek dengan level kolesterol normal sampai hyperlipidemia (peningkatan level kolesterol) ringan, selama 4 minggu,  mengkonsumsi salah satu dari 3 jenis diet, yaitu diet kontrol yang tidak menyertakan kacang dan ikan; sebuah diet yang menyertakan sekitar 42,5 g walnut per hari (sekitar segenggam); dan sebuah diet dimana subjek mengkonsumsi 113 ikan salmon 3 kali seminggu.

Para peneliti menemukan bahwa, saat dibandingkan dengan diet kontrol, diet walnut menurunkan level kolesterol total sebanyak 5 persen dan level kolesterol LDL sebanyak lebih dari 9 persen.

Selain penemuan-penemuan ini, para peneliti menetapkan bahwa diet ikan berminyak mengurangi level-level triglyceride sebanyak 11,4 persen dan kolesterol HDL sebanyak 4 persen. Namun, diet ikan berlemak sedikit meningkatkan level kolesterol LDL.

Meski begitu, para peneliti mencatat bahwa adalah suatu ide yang bagus untuk menyertakan kedua-keduanya, walnut dan ikan berminyak ke dalam diet. Sebab kedua makanan ini mendukng kesehatan cardiovascular.

Dua bulan kemudian, dalam studi lain yang di publikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Harvard menganalisa 13 studi mengenai hubungan antara konsumsi walnut dengan kesehatan cardiovascular.

Secara total, terdapat 365 peserta, dan diet dilakukan selama antara 4 sampai 24 minggu; walnut menyediakan antara 10 sampai 24 persen dari total kalori.

Para peneliti menemukan bahwa, ‘‘diet-diet yang diperkaya dengan walnut secara signifikan mengurangi kolesterol total dan LDL untuk selama masa percobaan jangka pendek.’’

Namun, para peneliti tetap mengakui bahwa, ‘‘dibutuhkan percobaan-percobaan yang lebih besar dan jangka panjang untuk menyelidiki efek-efek dari konsumsi walnut terhadap resiko cardiovascular dan berat tubuh.’’

Karena para penderita diabetes itu beresiko lebih tinggi untuk gangguan-gangguan cardiovascular, maka para peneliti di Australia menyelidiki apakah walnut bisa menjadi suatu tambahan yang bermanfaat bagi diet mereka.

Dalam studi ini, yang di publikasikan tahun 2004 di Diabetes Care, 58 pria dan wanita yang menderita diabetes type 2, dengan usia rata-rata 59 tahun, memakan salah satu dari 3 jenis diet dimana 30 persen kalorinya di dapat dari lemak, yaitu sebuah diet rendah lemak, sebuah diet rendah lemak yang dimodifikasi, dan sebuah diet rendah lemak yang menyertakan 1 ons walnut per hari.

Pada akhir bulan ke 6, para subjek yang memakan diet dengan walnut mengalami suatu perbaikan yang signifikan dalam rasio antara kolesterol HDL dengan kolesterol total, dibanding kelompok lain. Para pemakan walnut juga mengalami penurunan 10 persen dalam level kolesterol LDL mereka.

Jadi, hanya dengan menyertakan sedikit walnut ke dalam diet harian mereka, para subjek ini sudah bisa merasakan peningkatan dalam kesehatan cardiovascular mereka.

Pencegahan Kanker Payudara

Dalam sebuah studi yang di publikasikan tahun 2008 di Nutrition and Cancer, para peneliti di Marshall University School of Medicine, West Virginia, membagi 22 tikus yang memiliki tumor-tumor kanker payudara manusia ke dalam dua kelompok.

Diet dari salah satu kelompok ditambahkan dengan walnut (yang setara dengan sekitar 2 ons per hari); diet dari kelompok satunya lagi diberi makan dengan diet kontrol.

Setelah 35 hari, para peneliti mencatat bahwa tumor-tumor kanker payudara dalam kelompok walnut berukuran sekitar setengah kali lebih kecil dibanding kelompok kontrol.

Dalam sebuah artikel tahun 2009 di Women’s Health Weekly, Elaine Hardman, PhD, pemimpin penelitian ini mencatat, ‘‘Jelaslah sudah bahwa walnut itu berkontribusi terhadap suatu diet sehat yang bisa mengurangi kanker payudara.’’

Mengontrol Berat Badan

Dalam sebuah percobaan acak lintas batas yang dipublikasikan tahun 2005 di British Journal of Nutrition, para peneliti menempatkan 90 pria dan wanita, dengan usia antara 30 sampai 72 tahun, pada dua sebuah diet selama 6 bulan.

Selama 6 bulan pertama, para peserta memakan 1 sampai 1,5 ons walnut setiap hari; pada 6 bulan berikutnya, mereka bertindak sebagai kontrol.

Para peneliti menemukan bahwa selama 6 bulan phase walnut, rata-rata penambahan berat yang terjadi adalah kurang dari satu pound, suatu jumlah yang tidak signifikan.

Para peneliti mencatat bahwa konsumsi rutin dari walnut ‘‘menghasilkan penambahan berat badan yang jauh lebih rendah dibanding yang diharapkan dan dimana menjadi tidak signifikan setelah mengontrol berbagai jumlah asupan energi.’’

Ingatan

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2009 di British Journal of Nutrition, para peneliti di USDA-ARS Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University, Boston, secara acak mengelompokkan tikus-tikus ke salah satu dari 4 jenis kelompok diet.

Selama 8 minggu, tikus-tikus tersebut diberi makan makanan yang mengandung 2 persen, 6 persen, atau 9 persen walnut, atau sebuah diet tanpa walnut. Setelah makan, mereka menjalani sebuah test gerak dan ingatan.

Para peneliti menemukan bahwa tikus-tikus yang memakan diet 2 dua dan 6 persen walnut, mengalami peningkatan dalam kemampuan gerak dan daya ingat. Sebaliknya, diet 9 persen walnut itu berhubungan dengan gangguan daya ingat.

Para peneliti berkomentar bahwa penemuan-penemuan mereka ini ‘‘untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa penambahan asupan walnut dalam skala menengah itu bisa memperbaiki kinterja kognitif dan gerak pada tikus-tikus tua.’’

Nah, haruskah walnut di sertakan ke dalam diet? Oh, ya, tentu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan Sehat - Turnip

Turnip itu punya akar-akar pra-sejarah. Mereka di percaya telah tumbuh di wilayah Timur Dekat hampir 4.000 tahun yang lalu.

Dan, sudah diketahui bahwa bangsa Yunani kuno dan Romawi telah membudidayakan beberapa jenis varietas yang berbeda.

Para koloni dan pengembara asal Eropa membawa turnip bersama mereka ke ‘‘Dunia Baru.’’ Turnip terutama tumbuh dengan baik di wilayah-wilayah selatan, dimana orang-orang di sana, menjadikan turnip sebagai bagian utama dari diet mereka.

Dikatakan bahwa para pemiliki budak memakan akar turnip, sedangkan daunnya yang dikira kurang diminati diberikan kepada para budak. Ironisnya, tanpa mereka sadari, para pemiliki budak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri. Meski akar turnip itu menyehatkan, namun daunnya memiliki jumlah vitamin dan gizi yang luar biasa.

Akar turnip banyak mengandung vitamin C dan sedikit kalsium,  zinc, vitamin B6, magnesium, zat besi, thiamin, niacin, folate, dan fosfor.

Sedangkan daun turnip banyak mengandung vitamin A, B6, C, dan K, folate, manganese, dietary fiber, calcium, dan copper. Juga tryptophan, potassium, magnesium, zat besi, fosfor; vitamin, B1, B3, and B5; omega-3 fatty acids; protein, lutein dan zeaxanthin.

Tapi, apa saja yang telah dipelajari oleh para peneliti?

Kanker

Dalam sebuah studi in vitro yang dipublikasikan tahun 2009 di Food Chemistry, para peneliti Kanada mengevaluasi seberapa besar kemampuan dari 34 ekstrak sayuran yang berbeda, dalam menghambat perkembangan cell-cell tomur perut, paru-paru, payudara, ginjal, kulit, pankreas, prostat, dan otak.

Ekstrak dari sayuran-sayuran cruciferous misalnya turnip dan daun turnip, memiliki sebagian dari sifat-sifat anti kanker yang paling ampuh. Sebaliknya, sayuran-sayuran umum, misalnya kentang, wortel, tomat, dan selada, tampak tidak menyediakan perlindungan terhadap kanker.

Para peneliti menyimpulkan bahwa, ‘‘masing-masing jenis sayuran itu memiliki aktivitas penghambat yang sangat berbeda terhadap cell-cell kanker, dan bahwa penambahan sayuran-sayuran cruciferous dan Allium (misalnya bawang putih dan bawang bombai) ke dalam diet itu sangat penting untuk strategi-strategi chemopreventive yang efektif, berbasis pola makan.’’

Kanker Payudara

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2007 di American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Swedia mengamati hubungan antara jumlah asupan folate dengan resiko dari serangan kanker payudara pada 11.699 wanita postmenopausal yang berusia 50 tahun ke atas. (Seperti yang sudah di catat, turnip mengandung sedikit folate; daun turnip sangat banyak mengandung folate.)

Selama 9,5 tahun masa follow-up, para penyedia layanan kesehatan mendiagnosa 392 kasus kanker payudara.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang paling banyak mengkonsumsi folate (456 microgram per hari) memiliki resiko serangan kanker payudara yang 44 persen lebih rendah dibanding wanita yang mengkonsusmi folate paling sedikit (160 microgram per hari).

Para peneliti menyimpulkan bahwa, ‘‘jumlah asupan folate yang tinggi itu berhubungan dengan suatu tingkat kemunculan kanker payudara postmenopausal yang lebih rendah dalam kelompok ini.’’

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti dari Nashville, Tennessee, dan China, menyelidiki hubungan antara jumlah asupan dari turnip putih dan kubis China, yaitu sayuran cruciferous yang umum dalam diet orang China, dengan kemunculan kanker payudara pada lebih dari 6.000 wanita.

Para peneliti menemukan bahwa para wanita yang lebih banyak mengkonsumsi turnip putih dan kubis China itu memiliki ‘‘suatu resiko kanker payudara postmenopausal yang jauh lebih rendah.’’

Manfaat ini paling terlihat pada wanita yang memiliki suatu gene yang disebut GSTP1. Mereka yang memiliki jumlah asupan tertinggi memiliki resiko sekitar setengah kali lebih kecil dibanding mereka yang punya jumlah asupan terendah.

Para peneliti mencatat bahwa sayuran cruciferous itu banyak mengandung senyawa-senyawa yang diubah oleh tubuh menjadi isothiocyanates, yang memiliki sifat-sifat anti kanker.

Kanker Kantung Kemih

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2007 di International Journal of Cancer, para peneliti dari University of Texas M.D. Anderson Cancer Center di Houston, Texas, menyelidiki 697 pasien yang baru di diagnosa memiliki kanker kantung kemih, dan 708 orang sehat yang bertindak sebagai kontrol.

Para peneliti membandingkan jumlah asupan dari isothiocyanates dengan kanker kantung kemih. Mereka menemukan bahwa pasien yang memiliki kanker kantung kemih itu punya jumlah asupan isothiocyanates yang jauh lebih rendah dibanding kelompok kontrol.

Orang-orang yang banyak mengkonsumsi isothiocyanates, mengurangi resiko mereka dari kanker kantung kemih sebanyak 29 persen. Respon anti kanker ini sangat terlihat pada perokok, pria dan pasien yang berusia minimal 64 tahun.

Para peneliti mencatat bahwa, ‘‘ini adalah laporan epidemiological pertama bahwa ITCs [isothiocyanates] dari konsumsi sayuran cruciferous memberikan perlindungan terhadap kanker kantung kemih.’’

Kanker Paru-paru

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di Nutrition, para peneliti Spanyol menganalisa pola makan dari 617 orang (295 pasien kanker paru-paru dan 322 orang sehat yang bertindak sebagai kontrol.)

Para subjek yang mengkonsumsi minimal satu porsi sayuran hijau, misalnya daun turnip, setiap hari, itu memiliki kasus kanker paru-paru yang 50 persen lebih sedikit dibanding mereka yang makan sayuran hijau kurang dari 5 kali per minggu.

Kanker Prostat

Dalam sebuah studi prospektif yang dipublikasikan tahun 2007 di Journal of the National Cancer Institute, para peneliti menganalisa hubungan antara asupan sayuran cruciferous dengan kemunculan kanker prostat pada 1.338 pria.

Secara rata-rata, perkembangan para pria ini di pantau selama 4,2 tahun. Para peneliti menemukan bahwa pria yang paling banyak memakan sayuran cruciferous memiliki suatu 40 persen pengurangan dalam resiko kanker prostat.

Mereka mencatat bahwa ‘‘jumlah asupan yang tinggi dari sayuran cruciferous . . .  mungkin berhubungan dengan pengurangan resiko dari kanker prostat agresif, terutama penyakit extraprostatic.’’

Kesehatan Cardiovascular

Dalam sebuah studi cross-sectional yang dipublikasikan tahun 2006 di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti dari Inggris menganalisa jumlah asupan vitamin C dari 3.528 pria yang berusia antara 60 sampai 69 tahun. Tidak satu pun dari pria-pria ini yang memiliki sejarah diabetes atau penyakit cardiovascular.

Setelah menaksir level-level protein C-reaktif mereka, para peneliti menetapkan bahwa konsentrasi yang tinggi dari vitamin C (seperti yang ditemukan dalam turnip dan daun turnip) di dalam darah itu berhubungan dengan suatu 45 persen pengurangan dalam resiko dari peradangan.

Penuaan yang Lebih Sehat

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2009 di The American Journal of Clinical Nutrition, dua peneliti dari Children’s Hospital Oakland Research Institute di Oakland, California, menganalisa ratusan publikasi studi mengenai vitamin K yang dilakukan sejak 1970-an.

Mereka menemukan bahwa rekomendasi saat ini untuk vitamin K itu tidak di dasarkan pada kesehatan optimal jangka panjang. Melainkan, rekomendasi tersebut di rancang untuk memastikan tercapainya jumlah pengentalan darah yang cukup.

Dari hasil percobaan mereka dengan tikus, para peneliti mempelajari bahwa tanpa jumlah vitamin K yang cukup, yang banyak ditemukan dalam daun turnip, maka gangguan-gangguan medis yang berhubungan dengan penuaan, misalnya kerapuhan tulang, pengerasan ginjal, penyakit cardiovascular, dan kemungkinan kanker, mungkin akan semakin parah.

Para peneliti mencatat bahwa mereka berharap hasil studi mereka ini ‘‘akan memacu usaha-usaha lanjutan untuk mendefinisi ulang angka kecukupan dari micronutrient yang berbasis efek-efek jangka panjang. Metode-metode untuk menentukan jumlah asupan micronutrient yang optimal berbasis kebutuhan-kebutuhan jangka panjang seharusnya mengijinkan rekomendasi asupan untuk di tetapkan dengan lebih akurat dan dengan semakin sedikit bergantung pada faktor-faktor keamanan yang tidak pasti.’’

Katarak Nuclear

Dalam sebuah studi yang di publikasikan tahun 2008 di Archives of Ophthalmology, para peneliti menganalisa hubungan antara asupan lutein dan zeaxanthin, misalnya yang ditemukan dalam daun turnip, dengan katarak nuclear pada 1.802 wanita, yang berusia antara 50 sampai 79 tahun, dari Iowa, Wisconsin, dan Oregon. (Katarak nuclear adalah lensa mata bagian tengah yang menjadi berkabut.)

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki jumlah asupan lutein dan zeaxanthin tertinggi itu 32 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami katarak nuclear dibanding wanita dengan jumlah asupan terendah.

Nah, haruskah turnip dan daun turnip menjadi bagian dari diet? Sudah tentu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan Sehat - Tomat

Selama masa pra-sejarah, tomat tumbuh secara liar di bagian barat Amerika Selatan.

Seiring waktu, tomat menyebar ke utara hingga ke wilayah-wilayah Aztec, dimana tomat mulai di budidayakan. Tampaknya, bangsa Aztec tertarik dengan buah ini karena sangat mirip dengan tomatillo, yaitu sejenis buah yang menjadi bagian utama dari diet mereka.

Para penjelajah dari Spanyol menemukan tomat lalu membawanya ke Spanyol. Dari Spanyol, tomat segera menyebar ke berbagai negara eropa lainnya.

Tomat tiba di Amerika bersama dengan para kolonis. Namun, tomat tetap belum menjadi populer sampai abad ke 19. Saat ini, tomat, yang tersedia dalam berbagai varietas itu menjadi suatu produk unggulan Amerika. Selain Amerika, produsen tersbesar dari tomat adalah Rusia, Itali, Spanyol, China, dan Turki.

Tomat itu sangat bergizi. Tomat banyak mengandung vitamin C, A, B1 dan K, molybdenum, potassium, mangan, serat, dan chromium. Tomat juga dianggap cukup banyak mengandung vitamins B1, B2, B5, B6, dan E, folate, copper, magnesium, zat besi, fosfor, tryptophan, dan protein.

Dan yang paling membuat tomat itu begitu populer adalah karena mengandung lycopene, yaitu suatu carotenoid yang dipercaya bisa memberikan perlindungan pada tubuh terhadap kerusakan oksidatif.

Banyak peneliti yang telah mempelajari tomat. Adalah hal yang menarik untuk melihat sebagian dari apa yang telah mereka pelajari.

Kesehatan Cardiovascular

Dalam sebuah studi Finlandia tahun 2007 yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, 21 relawan yang sehat mengikuti suatu diet bebas tomat selama 3 minggu.

Kemudian, selama 3 minggu berikutnya, mereka ditempaktkan pada suatu diet yang tinggi dalam konsumsi tomat (13 ons tomat jus dan satu ons saus tomat per hari.)

Saat studi berakhir, para peneliti menemukan bahwa level kolesterol total dari pada subjek turun rata-rata 5,9 persen. Selain itu, level kolesterol LDL mereka turun sebanyak 12,9 persen.

Test-test darah juga menunjukkan suatu peningkatan sebanyak 13 persen dalam kemampuan kolesterol LDL yang bersirkulasi untuk menolak oksidatif.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2003 di The Journal of Nutrition, para peneliti Boston yang dipimpin oleh Howard D. Sesso, ScD, mengamati diet dari hampir 40.000 subjek yang mengikuti Women’s Health Study.

Para peneliti menemukan bahwa saat dibandingkan dengan wanita yang paling sedikit memakan produk-produk tomat (termasuk tomat, jus tomat dan saus tomat), wanita yang paling banyak makan produk-produk tomat itu memiliki hampir 30 persen pengurangan dalam resiko untuk penyakit cardiovascular.

Wanita yang makan produk-produk berbasis oil tomat lebih dari 2 sajian per minggu, misalnya saus tomat, memiliki 34 persen resiko yang lebih rendah untuk penyakit cardiovascular.

Dengan menggunakan data yang sama, penelitian lainnya yang dipimpin oleh Dr. Sesso dipublikasikan tahun 2004 di The American Journal of Clinical Nutrition. Saat data baru mulai di kumpulkan, tidak satupun dari peserta yang memiliki penyakit cardiovascular.

Setelah hampir 5 tahun follow-up, para peneliti menemukan bahwa 483 dari peserta mengembangkan beberapa jenis dari penyakit cardiovascular.

Sekali lagi, para peneliti menetapkan bahwa wanita yang paling banyak memakan produk-produk tomat itu memiliki resiko yang lebih rendah untuk penyakit cardiovascular. ‘‘Konsentrasi plasma lycopene yang lebih tinggi itu berhubungan dengan resiko yang lebih rendah untuk CVD [cardiovascular disease] pada wanita.’’

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2006 di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mempelajari bahwa ekstrak-ekstrak tomat itu menurunkan aktivasi dari platelet-platelet, yaitu suatu situasi yang berpotensi menyebabkan penggumpalan darah, dan stroke.

Dalam sebuah percobaan double blind, placebo-kontrol, lintas batas, para peneliti memilih 90 orang sehat yang platelet-nya berfungsi normal. Tiga jam setelah mereka semua diberikan suatu ekstrak tomat atau supplement kontrol, hasil pengukuran fungsi platelet dikumpulkan.

Sementara placebo tidak memberikan perubahan apapun terhadap platelet, tapi ekstrak tomat menghasilkan suatu pengurangan yang signifikan dalam aktivasi platelet.

Para peneliti mencatat bahwa, ‘‘sebagai suatu makanan fungsi atau supplement asupan, ekstrak tomat mungkin memiliki suatu peranan dalam pencegahan utama dari penyakit cardiovascular dengan cara mengurangi aktivasi platelet, yang bisa berkontribusi terhadap suatu pengurangan dalam event-event thrombotic.’’

Kanker Colorectal

Dalam sebuah studi acak, placebo-kontrol, double blind lintas batas, yang dipublikasikan tahun 2007 di American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Belanda merekrut 40 pria dan 31 wanita yang memiliki suatu sejarah keluarga penyakit kanker colorectal, dan atau suatu sejarah pribadi penyakit colorectal adenoma (benign tumor).

Setiap hari, selama 8 minggu, mereka diberi entah berupa supplement lycopene tomat atau suatu placebo. Para peneliti menemukan bahwa pemberian supplement lycopene itu berhubungan dengan suatu peningkatan dalam level-level protein yang terikat dengan faktor-faktor pertumbuhan mirip insulin.

Dengan begitu, pemberian supplement lycopene mengurangi ketersediaan faktor-faktor pertumbuhan mirip insulin. Karena faktor-faktor pertumbuhan mirip insulin itu telah dihubungkan dengan kanker, berarti penambahan supplement tomat itu tampak menurunkan resiko dari kanker colorectal.

Kanker Prostate

Dalam suatu studi yang dipublikasikan tahun 2007 di Cancer Research, para peneliti dari Illinois dan Ohio, menempatkan 206 tikus jantan pada salah satu dari beberapa jenis diet yang mengandung beberapa macam dosis dari tomat powder, brocoli powder, dan atau lycopene.

Satu bulan kemudian, semua tikus di beri kanker prostat. Para peneliti kemudian membandingkan efek-efek dari diet terhadap pembedahan castration (pengebirian) atau finasteride (suatu obat untuk pembesaran prostat).

Para akhir minggu ke 22, tikus-tikus tersebut dikorbankan, dan tumor-tumor mereka ditimbang.

Diet yang menyertakan 10 persen tomat powder dan 10 persen broccoli powder adalah yang paling efektif dalam memperkecil tumor-tumor prostat (52 persen). Tomat saja memperkecil tumor sebanyak 34 persen, dan broccoli saja mengecilkan tumor sebanyak 42 persen.

Sementara itu, sebuah meta-analisis dari 21 studi mengenai manfaat tomat, produk tomat dan lycopene, yang dipublikasikan tahun 2004 di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, menetapkan bahwa pria yang paling banyak makan tomat mentah itu memiliki 11 persen pengurangan dalam resiko untuk kanker prostat.

Tingkat pengurangan tersebut bahkan lebih tinggi pada mereka yang paling banyak memakan produk-produk tomat masak. Mereka mengalami suatu pengurangan resiko sebanyak 19 persen.

Para peneliti mencatat bahwa ‘‘produk-produk tomat itu mungkin memegang suatu peranan dalam pencegahan penyakit kanker prostat,’’ tapi ‘‘efek-efek ini hanya dan terbatas pada jumlah asupan tomat yang tinggi.’’

Sebaliknya, sebuah studi yang juga dipublikasikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, tapi pada tahun yang berbeda yaitu 2006, mengevaluasi hubungan antara asupan lycopene dengan produk-produk tomat tertentu, dalam Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian Cancer Screening Trial.

Selama rata-rata 4,2 tahun, terdapat 1.338 total kasus prostat kanker yang ditemukan pada 26.361 pria. Para peneliti tidak menemukan adanya hubungan apapun antara asupan lycopene dengan resiko dari kanker prostate.

Selain itu, ‘‘penurunan resiko juga tidak ditemukan untuk total sajian tomat atau untuk sebagian besar makanan berbasis tomat.’’

Namun, ‘‘diantara pria yang memiliki sejarah kelurga dari kanker prostat, resiko tersebut menurun dalam hubungannya dengan peningkatan jumlah konsumsi dari lycopene. . .  dan makanan tertentu berbasis tomat yang umumnya dimakan dengan lemak.’’

Kanker Pancreatic

Dalam sebuah studi kasus-kontrol selama 3 tahun yang dipublikasikan tahun 2005 di The Journal of Nutrition, para peneliti Kanada mengamati pola makan dari 462 orang yang secara histologis telah dikonfirmasi memiliki kanker pancreatic, dan sebuah kelompok kontrol yang terdiri dari 4.721 orang.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang paling banyak mengkonsumsi lycopene, yang sebagian besar disediakan oleh tomat, mengalami pengurangan resiko kanker pancreatic sebanyak 31 persen.

Selain itu, diantara mereka yang tidak pernah merokok, yang dietnya paling banyak mengandung beta-carotene dan carotenoid, mengalami penurunan resiko untuk kanker pancreatic sebanyak 43 dan 42 persen.

Nah, haruskah tomat disertakan ke dalam diet? Sudah pasti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan Sehat - Teh

Teh. Saat dalam keadaan panas, dia bisa menjadi minuman yang sangat nikmat dalam cuaca dingin.

Saat di dinginkan dengan es, dia bisa menjadi minuman ideal setelah berolahraga atau untuk membantu mengatasi cuaca yang panas terik.

Di seluruh dunia, teh itu disukai. Bahkan, setelah air, teh adalah minuman paling populer yang kedua. Di Amerika, setiap hari, sekitar setengah populasi meminum teh. Sebagian besar peminum teh di negara ini hidup di bagian Timur laut atau Selatan.

Saat ini, terdapat 4 jenis teh yang utama, yaitu hitam, hijau, oolong dan putih. Semuanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Perbedaan diantara teh-teh ini adalah akibat langsung dari jenis-jenis pemrosesan dan level oksidasi.

Teh mengandung berbagai jenis zat kimiawi biologis yang aktif misalnya flavonoids, caffeine, dan fluoride. Saat teh hijau di fermentasi untuk menjadi teh hitam atau oolong, maka di hasilkan theaflavins. Sedangkan theanine itu ditemukan dalam teh hijau.

Tapi, apakah teh itu adalah suatu minuman yang menyehatkan? Bolehkah orang-orang meminumnya sebanyak yang mereka inginkan?

Kesehatan Cardiovascular

Sejumlah studi telah menemukan bukti yang solid bahwa meminum teh itu bermanfaat untuk sistem cardiovascular atau peredaran darah. Misalnya, sebuah studi mengenai pria non-perokok yang sehat dengan usia antara 18 sampai 55 tahun muncul di Atherosclerosis tahun 2007.

Selam periode 4 minggu, setengah dari pria ini meminum teh hitam dan setengahnya lagi meminum suatu placebo. Para peminum teh ditemukan memiliki pengurangan dalam aktivasi platelet dan protein C-reaktif, yang merupakan tanda-tanda dari cardiovascular yang sehat.

Para peneliti mencatat bahwa ‘‘efek-efek ini tidak bisa di kaitkan dengan prasangka pengamat atau gaya hidup peserta.’’ Teh jelas-jelas ‘‘berkontribusi terhadap kesehatan cardiovascular.’’2

Studi lain yang dipublikasikan di Circulation tahun 2001 meminta 66  penderita penyakit jantung koroner untuk meminum teh hitam dan air. Studi miliki suatu ‘‘ design persilangan,’’ yaitu pada subjek meminum air dan teh pada waktu yang berbeda.

Para peneliti mengamati efek-efek jangka pendek (dua jam setelah meminum 450 ml teh atau air) dan efek-efek jangka panjang (900 ml teh atau air per hari selama 4 minggu.)

Dari 50 subjek yang mengukuti studi sampai selesai, hasil-hasi yang di dapat ternyata dramatis. Saat di deteksi dengan ultrasound, konsumsi teh jangka pendek dan jangka panjang itu meningkatkan aliran darah pada arteri.

Hasil-hasil yang serupa di dapat dalam sebuah studi Yunani yang dipublikasikan tahun 2008 di European Journal of Cardiovascular Prevention & Rehabilitation. Para peneliti mempelajari 14 orang sehat yang berusia sekitar 30 tahun.

Konsumsi dari teh hijau membuat arteri menjadi rileks dan meningkatkan aliran darah. Para peneliti percaya bahwa meminum teh hijau itu mungkin bermanfaat untuk kesehatan cardiovascular.

Sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2003 di Archives of Internal Medicine menyertakan 240 pria dan wanita China yang sedikit mengalami penigkatan kolsterol. Selama 12 minggu para subjek mendapat entah sebuah placebo atau ekstrak teh hijau yang diperkaya dengan theaflavin (ekstrak teh hijau).

Pada akhir studi, mereka yang mendapat teh hijau rata-rata mengalami penurunan kolesterol sebanyak 11 persen. Level kolesterol LDL mereka turun rata-rata 16 persen.

Para peneliti mencatat bahwa, ‘‘Ekstrak teh hijau yang diperkaya dengan theaflavin yang kami pelajari itu adalah suatu sarana efektif untuk membantu diet rendah lemak saturated yang berfungsi menurunkan level kolesterol LDL pada orang dewasa yang mengalami hypercholesterolemic.’’

Berpotensi Anti-Kanker

Penelitian yang di publikasikan tahun 2008 di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention melaporkan bahwa teh hijau itu mungkin bermanfaat dalam pencegahan kanker ovarian.

Melalui 781 wanita yang di diagnosa memiliki kanker ovarian dan 1.263 yang tidak memiliki penyakit ini, para peneliti mengevaluasi hubungan antara konsumsi minuman-minuman yang mengandung kafein dengan kanker ovarian.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang meninum segelas atau lebih teh hijau per hari itu memiliki suatu pengurangan resiko sebanyak 54 persen. Para peneliti mengatakan bahwa teh hijau itu umum dikonsumsi di negara-negara yang rendah dalam tingkat kemunculan kanker ovarian.

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan pada 121st Annual Meeting of the American Physiological Society tahun 2008, para peneliti dari University of Mississippi Medical Center menambahkan antioxidant epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dari teh hijau ke dalam air minum tikus betina yang berusia 7 minggu selama 5 minggu.

Sebuah kelompok kontrol mendapat air minum biasa. Selama minggu ke dua dari studi, semua tikus di suntik dengan cell-cell kanker payudara.

Jika dibandingkan dengan tikus dari kelompok kontrol, tikus yang meminum EGCG memiliki suatu pengurangan dalam berat tumor sebanyak 68 persen dan ukuran tumor sebanyak 66 persen.

Para peneliti percaya bahwa konsumsi EGCG ‘‘secara signifikan menghambat pertumbuhan tumor kanker payudara pada tikus betina.’’

Dr. Jian- Wei Gu, peneliti senior, mencatat bahwa penemukan mereka ini, ‘‘akan membantu dalam perancangan terapi-terapi baru untuk pencegahan dan perawatan dari kanker payudara pada wanita.’’

Mengubah Arah dari Diabetes Type 1

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di Life Sciences, para peneliti yang mempelajari Sj€ogren’s syndrome, yaitu suatu gangguan autoimmune, menyadari bahwa EGCG yang ditemukan dalam teh hijau itu bukan cuma membantu mengatasi gajala-gajala dari Sj€ogren’s syndrome, tapi juga bisa mencegah atau menunda ketergantungan insulin dari pada penderita diabetes type 1.

Selama penelitian, tikus-tikus diberi EGCG dalam air minum, sementara suatu kelompok kontrol diberi air biasa. Pada usia 16 minggu, tikus yang diberi EGCG 6,1 kali lebih mungkin untuk terbebas dari diabetes dibanding tikus yang meminum air biasa. Pada usia 22 minggu, kemungkinannya menjadi 4,2 kali lebih mungkin.

Meningkatkan Kewaspadaan Mental dan Kognisi

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Israel dan dipublikasikan tahun 2008 di The Journal of Nutrition, para peneliti menetapkan bahwa teh hijau mencegah kematian cell otak dari hewan-hewan laboratorium.

Selain itu, sangat berbeda dengan kepercayaan lama bahwa cell-cell otak yang sudah rusak itu tidak bisa diperbaiki, EGCG di dalam teh hijau ternyata mampu untuk menambal cell-cell otak, juga mengurangi prevalen dari zat-zat yang memicu kerusakan pada otak.

Jadi, adalah hal yang mungkin bahwa teh hijau itu bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan kerusakan otak yang disebabkan oleh penyakit, misalnya Alzheimer dan Parkinson.

Namun, penting untuk diingat bahwa apa yang terjadi di laboratorium itu tidak selalu sama pada manusia. Tapi yang pasti, hasil ini layak untuk dipelajari lebih lanjut.

Sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di The Journal of Nutrition mencatat bahwa para peneliti New York menemukan bahwa hanya 20 menit setelah mengkonsumsi theanine, para subjek mengalami peningkatan dalam konsentrasi dan mereka mengalami peningkatan aktivitas pada bagian-bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk berkonsentrasi.

Saat konsumsi theanine dikombinasikan dengan cafein, peningkatan tersebut menjadi semakin besar.

Tentu, teh itu kedengarannya seperti suatu minuman yang sangat bermanfaat. Tapi, setidaknya ada dua aspek yang perlu diperhatikan.

Para peneliti di University of Southern California telah mengamati bahwa teh hijau membuat suatu obat kanker yang digunakan untuk merawat multiple myeloma dan mantle cell lymphoma menjadi tidak efektif.

Karena adalah hal yang mungkin bahwa teh hijau itu mungkin juga mempengaruhi obat-obat kanker lainnya, berarti orang-orang yang sedang berhadapan dengan kanker sebaiknya mendiskusikan konsumsi teh dengan oncologists mereka.

Dan, karena teh itu tinggi dalam level fluoride, maka orang-orang yang meminum air yang mengandung fluoride harus berhati-hati jika ingin meminum teh hijau. Sebab, jumlah asupan fluoride yang terlalu tinggi itu menempatkan orang pada resiko untuk kerusakan tulang dan jaringan lunak juga warna gigi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makanan Sehat - Biji Bunga Matahari

Tanaman-tanaman bunga matahari, yang menjadi sumber dari biji-biji bunga matahari, itu dipercaya berasal dari Peru dan Mexico.

Tamanan ini adalah salah satu dari tanaman pertama yang di budidayakan di Amerika, dimana suku asli Amerika telah menggunakannya selama lebih dari 5.000 tahun.

Adalah para penjelajah Spanyol yang membawa biji matahari dari ‘‘Dunia Baru’’ ke Spanyol, dan dari Spanyol, bunga matahari akhirnya menemukan jalan ke negara-negara Eropa lainnya.

Saat ini, biji bunga matahari itu ada di mana-mana, dan minyak biji bunga matahari, yang dibuat dari biji-biji bunga matahari, adalah salah satu minyak yang paling populer di dunia. Produsen terbesar dari biji bunga matahari itu adalah Rusia, Peru, Argentina, Spanyol, Prancis, dan China.

Biji bunga matahari itu adalah sumber yang bagus untuk vitamin E dan B1. Selain itu, biji bunga matahari juga dianggap sebagai sumber yang bagus untuk mangan, magnesium, copper, tryptophan, selenium, fosfor, vitamin B5, dan folate.

Biji bunga matahari itu dipenuhi dengan phytosterol, yaitu suatu senyawa berbasis tanaman yang menurunkan level kolesterol di dalam darah. Jumlah penelitian mengenai biji matahari tampaknya masih terbatas.

Namun, adalah hal yang tetap menarik untuk melihat beberapa dari studi yang relevan.

Kesehatan Cardiovascular

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2005 di Journal of Agricultural and Food Chemistry, para peneliti Virginia menganalisa kandungan phytosterol  dari 27 jenis kacang dan biji-bijian.

Meski ditemukan bahwa wheat germ dan biji wijen adalah paling banyak mengandung phytosterol, tapi keduanya bukanlah jenis yang paling umum dimakan di Amerika. Dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang selalu dikonsumsi, biji bunga matahari (dan pistachios) berada pada posisi paling atas (270–289 mg/100 g).

Dalam sebuah studi lintas batas yang dipublikasikan tahun 2005 di Journal of the American Dietetic Association, para peneliti dari Pennsylvania dan Massachusetts merekrut 31 pria dan wanita, dengan usia antara 25 sampai 64 tahun, yang memiliki hypercholesterolemia (peningkatan level kolesterol) menengah.

Level kolesterol LDL dari para peserta wanita adalah antara 140 sampai 188; sedangkan pada para peserta pria adalah antara 129 sampai 177.

Para subjek mengkonsumsi salah satu dari diet berikut ini selama 4 minggu, dengan 2 minggu masa pembersihan diantara masing-masing diet:

  • diet tinggi lemak khas Amerika,
  • sebuah diet berbasis olive oil, atau
  • sebuah diet yang mengganti lemak saturated di dalam makanan dengan NuSun sunflower oil.

NuSun adalah Nama yang diberikan oleh National Sunflower Association. NuSun adalah suatu kelas dari biji dan minyak bunga matahari. NuSun tinggi dalam kandungan oleic oil yang menyehatkan dan rendah dalam linoeic oil yang kurang menyehatkan dibanding sunflower oil tradisional.

Diet khas Amerika mengandung 34 persen lemak dari kalori; dua diet bebasis oil lainnya membatasi lemak maksimal 30 persen dari kalori.

Saat dibandingkan dengan diet khas Amerika dan diet berbasis olive oil, para subjek yang memakan die NuSun mengalami suatu penurunan dalam level kolesterol total sebanyak 4,7 persen dan suatu penurunan sebanyak 5,8 persen dalam level kolesterol LDL.

Osteoarthritis Lutut

Pada tahun 2005, Joanne M. Jordan, MD, dari University of North Carolina School of Medicine, dan rekan-rekannya, mempresentasikan penemuan-penemuan mengenai hubungan antara asupan selenium, yang banyak ditemukan dalam biji-biji bunga matahari, dengan osteoarthritis lutut pada pertemuan tahunan dari American College of Rheumatology.

Studi ini, yang menyertakan 940 subjek yang mengikuti Johnston County [North Carolina] Osteoarthritis Project, menetapkan bahwa untuk setiap ekstra 10 dari suatu bagian per satu juta selenium di dalam tubuh, terdapat 15 sampai 20 persen pengurangan dalam resiko dari osteoarthritis lutut.

Selain itu, dalam suatu penemuan yang mengejutkan, tingkat keparahan dari osteoarthritis tampak berhubungan langsung dengan jumlah selenium di dalam tubuh.

Mengomentari penemuan mereka ini, Dr. Jordan mengatakan, ‘‘Hasil-hasil kami menyiratkan bahwa kami mungkin mampu untuk mencegah atau menunda osteoarthritis pada lututdan mungkin sendi-sendi lain, pada sebagian orang jika mereka mendapat cukup selenium. Itu penting karena kondisi, yang membuat berjalan jadi menyakitkan, adalah penyebab utama dari terbatasnya aktivitas diantara orang-orang dewasa di negara-negara berkembang.’’

Metabolic Syndrome

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2006 di Circulation, para peneliti secara perspektif mengamati hubungan antara asupan magnesium dengan metabolic syndrome pada 4.637 orang Amerika yang berusia antara 18 sampai 30 tahun. (Seperti yang sudah dicatat, biji bunga matahari banyak mengandung magnesium.)

Saat studi di mulai, tidak satupun subjek yang memiliki diabetes dan metabolic syndrome, yaitu suatu gangguan yang di cirikan dengan lingkar pinggang yang berlebihan, tekanan darah tinggi, peningkatan triglycerides, level kolesterol HDL yang rendah, dan peningkatan dalam level glukose fasting.

Gajala-gejala yang berhubungan dengan metabolic syndrome menempatkan orang-orang pada peningkatan resiko untuk penyakit jantung dan diabetes.

Selama 15 tahun periode follow-up, para peneliti mengidentifikasi 608 kasus metabolic syndrome. Mereka menemukan bahwa asupan magnesium itu berhubungan terbalik dengan kemunculan metabolic syndrome.

Jadi, orang-orang yang paling banyak mengkonsumsi magnesium itu memiliki kemungkinan yang paling kecil untuk mengembangkan gangguan ini.

Para peneliti mengomentari bahwa ‘‘penemuan mereka ini menyiratkan bahwa orang dewasa berusia muda dengan asupan magnesium yang lebih tinggi itu memiliki resiko yang lebih rendah untuk mengembangkan metabolic syndrome.’’

Penurunan Fisik pada Manula

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2008 di JAMA, The Journal of the American Medical Association, para peneliti merekrut 698 orang, yang berusia rata-rata 73,7 tahun dan hidup mandiri di Tuscany, Italy. Para subjek di ikuti perkembanganannya selam 3 tahun.

Selama masa tersebut, para peneliti mengumpulkan hasil-hasil pengukuran dari beberapa micronutrient yang dikonsumsi orang-orang tersebut, termasuk folate, dan vitamin B6, B12, D, dan E. Ternyata, hanya vitamin E yang ditemukan memiliki hubungan dengan penurunan fisik.

Jadi, para manula yang tidak mendapat vitamin E dalam jumah yang cukup memiliki peningkatan resiko untuk penurunan fisik. Seperti yang sudah dicatat, biji bunga matahari adalah sumber yang sangat bagus untuk vitamin E.

Para peneliti menulis bahwa penemuan-penemuan mereka ini ‘‘menyediakan bukti empiris bahwa suatu konsentrasi serum yang rendah dari vitamin E itu berhubungan dengan proses penurunan dalam fungsi fisik diantara komunitas manula.’’

Kanker Kantung Kemih

Sebuah artikel tahun 2004 di Oakland Tribune menggambarkan penelitian mengenai kebiasaan makan dari 1.000 orang warga Houston, Texas, yang dipublikasikan pada suatu meeting dari American Association for Cancer Research.

Para peneliti menemukan bahwa para warga yang paling banyak mengkonsumsi alpha-tocopherol vitamin E, yang ditemukan dalam biji bunga matahari, memiliki resiko kanker kantung kemih yang 50 persen lebih rendah dibanding warga yang paling sedikit mengkonsumsi vitamin E.

Sementara itu, dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2009 di Cancer Prevention Research, para peneliti menemukan bahwa selenium, misalnya yang ditemukan dalam biji bunga matahari itu mungkin membantu mencegah kanker kantung kemih.

Para peneliti membandingkan level-level selenium dari kuku jari 767 orang yang baru terdiagnosa kanker kantung kemih dengan level-level selenium pada kuku jari 1.108 orang dari populasi umum.

Meski tidak ada hubungan yang ditemukan antara level selenium dengan seluruh kelompok, namun ditemukan suatu pengurangan yang signifikan pada wanita, perokok menengah dan mereka yang menderita kanker p53-positif, yaitu suatu jenis kanker kantung kemih.

Asthma pada Anak-anak

Dalam sebuah studi longitudinal yang di publikasikan tahun 2006 di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, para peneliti Inggris menganalisa 1.861 anak yang direkrut sejak masih berada dalam kandungan ibunya, dan perkembangannya diikuti selama 5 tahun.

Terdapat 1.253 data mengenai gejala-gejala yang berhubungan dengan asthma dan 1.120 data mengenai pola makan dari anak-anak tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang paling sedikit mengkonsumsi vitamin E, misalnya yang ditemukan dalam biji bunga matahari dan minyaknya, itu 5 kali lebih mungkin untuk memiliki asthma, dibanding anak-anak yang terlahir dari ibu yang paling banyak mengkonsumsi vitamin E.

Selain itu, para peneliti juga menetapkan bahwa wanita hamil dengan alpha-tocopherol tertinggi di dalam darah mereka lebih mungkin untuk memiliki anak dengan fungsi paru-paru yang lebih baik.

Para peneliti mencatat bahwa, ‘‘hasil-hasil dari studi ini menyiratkan bahwa pengubahan pola makan atau supplementasi selama kehamilan untuk mengurangi kemungkinan dari asthma pada anak-anak itu membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.’’

Nah, haruskah biji bunga matahari di sertakan ke dalam diet? Tentu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS