Apa itu DASH diet?


DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches sampai Ssampaip Hypertension. Yaitu sebuah pola makan seimbang yang direkomendasikan oleh para dokter untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. DASH diet itu:
  • Rendah dalam garam, lemak saturated, kolesterol, dan lemak sampaital.
  • Memberi penekanan pada buah, sayuran, dan susu dan produk susu yang tanpa atau rendah lemak.
  • Menyertakan whole grains, ikan, unggas, dan kacang-kacangan.
  • Membatasi jumlah daging merah, pemanis, gula tambahan, dan minuman yang mengandung gula dari diet anda.
  • Tinggi dalam potassium, magnesium dan kalsium, juga protein dan serat.
Bagaimana DASH diet bisa membantu saya agar tetap sehat?
Terlalu banyak menyertakan sodium (garam) ke dalam diet anda bisa berkontribusi pada tekanan darah tinggi (hypertensi). Sebagian garam terkandung di dalam makanan secara natural, dan sebagiannya lagi ditambahkan saat memproses atau mempersiapkan makanan tersebut. Dengan mengikuti DASH diet bisa membantu anda untuk menurunkan tekanan darah tinggi, dengan cara mengurangi jumlah sodium dari dalam diet anda hingga kurang dari 2.300 mg per hari.

Buah-buahan, sayuran, dan whole grains yang direkomendasikan dalam DASH diet menyediakan berbagai element lain dari sebuah diet yang sehat, misalnya lycopene, beta-carotene dan isoflavones. Element-element ini bisa membantu melindungi tubuh anda dari serangan berbagai penyakit, misalnya kanker, osteoporosis, stroke dan diabetes. Dengan mengikuti DASH diet, juga bisa membantu mengurangi resiko dari penyakit jantung yaitu dengan cara menurunkan level kolesterol low-density lipoprotein (LDL, atau kolesterol jahat).

Dengan menjalani DASH diet, maka dalam 2 minggu tekanan darah anda mungkin akan turun beberapa point. Namun, sebaiknya anda tidak menghetikan pengobatan untuk tekanan darah tinggi, atau pengobatan lainnya, tanpa lebih dulu berkonsultasi dengan dokter anda.

Makanan apa saja yang disertakan dalam DASH diet?
Dalam hal nutrisi, DASH diet memberikan anda gizi seimbang yang baik untuk kesehatan. Untuk menjalani diet ini, anda tidak perlu membeli makanan atau pill atau memasak dengan resep khusus. Jika menjalani diet ini, maka kalori yang akan anda konsumsi berkisar 2.000 per hari. Kalori ini berasal dari berbagai jenis makanan.
  • Whole grains (6 sampai 8 sajian per hari)
  • Sayuran (4 sampai 5 sajian per hari)
  • Buah-buahan (4 sampai 5 sajian per hari)
  • Susu dan produk susu rendah atau tanpa lemak (2 sampai 3 sajian per hari)
  • Daging, unggas dan ikan (maksimal 6 sajian per hari)
  • Kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan (4 sampai 5 sajian per minggu)
  • Lemak dan oil (2 sampai 3 sajian per hari)
  • Manisan, terutama yang rendah atau tanpa lemak (maksimal 5 sajian per minggu)
  • Sodium (maksimal 2,300 mg per hari)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Kopi Bisa Mengurangi Resiko Diabetes?


Meminum kopi telah dihubungkan dengan pengurangan resiko diabetes, dan sekarang para peneliti dari China merasa telah menemukan penyebabnya.

Tiga zat yang ditemukan dalam kopi sepertinya memblokir penumpukan racun dari sejenis protein yang dihubungkan dengan peningkatan resiko dari diabetes type 2.

"Kami menemukan tiga zat utama dalam kopi yang bisa membalik proses keracunan ini yang mungkin menjelaskan kenapa meminum kopi itu berhubungan dengan penurunan resiko dari diabetes type 2," kata peneliti Kun Huang, PhD, seorang profesor dibidang biological pharmacy di Huazhong University of Science & Technology.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa orang-orang yang meminum kopi 4 cangkir atau lebih per hari punya resiko 50% lebih kecil untuk terkena diabetes type 2.

Penelitian terbaru ini dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Kopi dan Resiko Diabetes: Koq Bisa?
Diabetes type 2 adalah jenis yang paling umum. Pada mereka yang menderita penyakit ini, tubuhnya tidak memiliki insulin yang cukup atau cell-cell mereka mengabaikan insulin. Hormon insulin yang diproduksi oleh pancreas, sangat penting untuk menggerakkan glocose ke dalam cell-cell agar menjadi energi.

Peneliti lain telah menghubungkan sejenis protein yang disebut HIAPP (human islet amyloid polypeptide) dengan peningkatan resiko dari diabetes. HIAPP itu mirip dengan protein amyloid yang terlibat dalam Alzheimer's disease, kata Huang. Saat penyimpanan HIAPP ini menumpuk, bisa mengarah pada kematian cell-cell di dalam pankreas, kata Huang.

Para peneliti dari China meneliti 3 zat utama dalam kopi dan efeknya terhadap pencegahan penumpukan racun dari protein, yaitu:
  • Kafein
  • Caffeic acid atau CA
  • Chlorogenic acid atau CGA
"Kami mengekspose HIAPP ke extract kopi, dan menemukan kafein, caffeic acid, dan chlorogenic acid, ketiganya menghambat pembentukan dari racun HIAPP amyloid dan melindungi cell-cell pankreas," kata Huang.

Ketiganya memberikan efek. Namun, caffeic acid adalah yang memberikan efek terbaik. Dan kafein yang terendah dari ketiganya.

Hasil tersebut mensugestikan bahwa kopi non-kafein juga bisa mengurangi resiko, kata Huang. "Pada kopi yang tidak mengandung kafein, pesentase dari caffeic acid dan chlorogenic acid bahkan lebih tinggi (dibanding kopi biasa), dimana level kafein berkurang drastis."

"Kami berharap bahwa kopi yang tidak mengandung kafein setidaknya punya efek yang sama atau bahkan lebih besar dibanding kopi jenis reguler," kata Huang.
Pada pasien yang sudah menderita diabetes, katanya, beberapa penelitian mensugestikan bahwa kopi non-kafein lebih baik dibanding kopi reguler.

The National Basic Research Program of China, the Natural Science Foundation of China, dan organisasi non-industry lainnya adalah penyumbang dana dari penelitian ini.

Kopi dan Resiko Diabetes : Perspective
Menjelaskan pengurangan resiko dari diabetes type 2 pada para peminum kopi adalah sebuah upaya yang berkelanjutan, menurut Vivian Fonseca, MD, president dari medicine and science untuk the American Diabetes Association. Dia adalah seorang professor dibidang medis dari Tulane University, New Orleans.
Dia mereview penemuan ini untuk WebMD. Ada banyak kemungkinan mekanisme yang menjelaskan hubungan ini, katanya. Para peneliti China, katanya, "telah mengidentifikasi salah satunya."

Namun, dia mengingatkan bahwa penelitian ini dilakukan di laboratorium. "Langkah berikutnya adalah dengan melakukan penelitian pada hewan," katanya. Kemudian pada manusia. Hasil penelitian laboratorium dan hewan tidak selalu memberikan hasil yang sama dengan penelitian pada manusia, katanya.

Joe Vinson, PhD, seorang professor dibidang kimia dari University of Scranton yang meneliti kopi juga mereview penemuan ini. "Kami tahu bahwa kopi bisa membantu mencegah diabetes type 2 dan ini mungkin hanyalah salah satu cara untuk melakukannya," katanya. "Mungkin masih ada cara lain."

Namun, konsentrasi dari zat kopi yang digunakan dalam penelitian tampaknya jauh lebih tinggi dibanding apa yang bisa di dapat oleh tubuh melalui konsumsi kopi secara umum, kata Vinson.

Kopi dan Resiko Diabetes : Penerapan
Ada banyak cara untuk mengurangi resiko diabetes, kata Fonseca.

"Berjalan 30 menit per hari, menurunkan 5% dari berat badan jika anda overweight," katanya. "Sambil melakukan itu, jika anda meminum beberapa gelas kopi itu tidak akan mencelakai anda."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS