Bernstein Diet - Solusi untuk Diabetes

Bernstein diet adalah diet rendah karbohidrat, tinggi lemak untuk penderita diabetes (diabetics).

Diet ini bertentangan dengan diet diabetes konvensional yang tinggi karbohidrat dan rendah lemak, seperti yang banyak direkomendasikan oleh komunitas medis.

Asal Muasal

Diet ini dikembangkan oleh seorang endocrinologist dan penderita diabetes Type I, Richard K. Bernstein.

Program diet ini pertama kali dipublikasikan melalui bukunya yang berjudul "Dr. Bernstein’s Diabetes Solution: A Complete Guide to Achieving Normal Blood Sugars" yang diterbitkan pada tahun 1997.

Diet ini ditujukan untuk para penderita diabetes dan mereka yang mengalami insulin resistance syndrome.

Diabetes adalah penyakit dimana tubuh tidak bisa memproduksi atau memanfaatkan insulin dengan benar. Insulin adalah sebuah hormon yang diperlukan untuk mengubah gula, zat tepung, dan makanan-makanan lain menjadi energi.

Insulin resistance sering mengiringi berbagai penyakit lain, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung. Saat seseorang mengalami penyakit ini dan insulin resistance secara bersamaan, maka disebut insulin resistance syndrome.

Bernstein di diagnosa menderita diabetes di tahun 1946, saat dia baru berusia 12 tahun. Kemudian, dia ditempatkan pada diet rendah lemak, tinggi karbohidrat untuk penderita diabetes.  Sampai tahun 1969, dia masih terus menjalani diet ini, meski kondisinya memburuk dan mengalami berbagai komplikasi penyakit.

Selama masa-masa tersebut, dia sering mengalami bouts of hypoglycemia (level gula darah yang terlalu rendah) yang disertai dengan sakit kepala dan lesu, yang menurutnya disebabkan oleh tingginya dosis insulin yang diterimanya.

Dia menyalahkan cycle of hypoglycemia ini karena mengikuti diet tinggi karbohidrat yang disertai dengan suntikan insulin.

Dokter merekomendasikan diet tinggi karbohidrat untuk penderita diabetes karena bisa meningkatkan level gula darah. Saat level gula darah menjadi terlalu tinggi dalam diabetic Type I, harus diturunkan dengan suntikan insulin.

Di tahun 1969, Bernstein yang sudah menjadi seorang insinyur, mulai menyesuaikan dosis insulinnya dari satu kali suntikan per hari menjadi dua kali per hari, dan mengurangi karbohidrat dalam dietnya. Namun perubahan ini hanya memberikan efek yang minim.

Di tahun 1972, dia mulai memeriksa level gula darahnya lima sampai delapan kali per hari, melakukan perubahan kecil pada dosis insulin dan dietnya untuk melihat apakah ada efeknya.

Dalam satu tahun, Bernstein mengatakan dia berhasil menyempurnakan diet dan jadwal suntikan insulinnya sampai pada titik dimana level gula darahnya hampir selalu normal, sehingga kesehatannya meningkat.

Selama beberapa tahun berikutnya, dia menghabiskan waktu untuk berusaha meyakinkan berbagai journal dan ahli medis yang merawat penderita diabetes bahwa metodenya ini bisa membantu. Namun usahanya gagal.

Jadi, ditahun 1979, Bernstein keluar dari pekerjaanya dibidang engineering dan memasuki sekolah medis. Di tahun 1983, dia membuka praktek medisnya sendiri di New York. Setelah itu, dia mulai memformulasikan program diet yang menjadi fokus dari bukunya.

Deskripsi

Bernstein diet tidak merekomendasikan rasio spesifik dari ketiga jenis makanan utama: protein, lemak, dan karbohidrat. Dia lebih memilih untuk menganjurkan metode individualisasi terhadap diet diabetes.

Diet ini mengharuskan penderita diabetes untuk selalu memeriksa level gula darahnya, minimal lima sampai delapan kali sehari.

Di websitenya, www.drbdiet.com Bernstein menyatakan, "Tidak ada cara objektif untuk mengetahui bagaimana efek dari suatu makanan pada waktu tertentu yang diberikan pada orang tertentu, kecuali gula darah ditest sebelum dan beberapa jam sesudah makanan tersebut dikonsumsi."

Dalam bukunya, dan di websitenya, Bernstein memberikan detil mengenai bagaimana ketiga jenis makanan utama yaitu protein, lemak, dan karbohidrat, disesuaikan ke dalam dietnya.

Bernstein punya tiga aturan dasar untuk penderita diabetes saat mengembangkan menu makanan yang bisa menormalkan level gula darah. Yaitu:

  • Eliminasi semua makanan yang mengandung gula simple yang bertindak sebagai karbohidrat fast-acting dari diet. Makanan-makanan ini antara lain gula dapur, makanan yang mengandung zat tepung misalnya roti dan pasta, grains, dan kentang.
  • Batasi konsumsi karbohidrat total sampai pada jumlah yang sesuai dengan insulin, entah melalui injeksi atau diproduksi secara normal oleh tubuh. Ini untuk menghindari meningkatnya level gula darah setelah makan, dan menghindari agar insulin yang tersisa tidak memproduksi cell-cell beta di pankreas.
  • Berhenti makan saat tidak lagi merasa lapar. Dia mengatakan bahwa orang seharusnya tidak meninggalkan meja makan saat mereka masih merasa lapar, dan jangan menunggu sampai merasa sangat kenyang untuk berhenti makan.

Bernstein menganjurkan penderita diabetes untuk menghindari bahaya-bahaya tersembunyi yang terdapat di dalam makanan, terutama makanan bebas gula yang bisa menyebabkan level gula darah naik terlalu tinggi atau terlalu cepat.

Label makanan seharusnya diperiksa secara seksama untuk memeriksa bahan-bahan yang berbahaya tersebut, dan semua makanan yang mengandung bahan tersebut seharusnya dihindari. Bahan-bahan tersebut antara lain:

carob, madu, saccharose, corn syrup, lactose, sorbitol, dextrin, levulose, sorghum, dextrose, maltodextrin, treacle, dulcitol, maltose, tur-binado, fructose, mannitol, xylitol, glucose, mannose, xylose, dan molasses.

Diet Bernstein merekomendasikan penderita diabetes untuk menghindari makanan berikut ini:

sereal sarapan, makanan snack (candy, kue, cakes, chips kentang dan tortilla, popcorn, dan pretzels), protein bars, keju susu dan cottage (kecuali susu kedele), buah dan jus buah, sayuran tertentu (beans, beets, carrots, corn, potatoes, tomat (termasuk saus dan pasta tomat), soup kalengan dan yang sudah dipaket, dan makanan ‘sehat’ umumnya.

Makanan-makanan yang diperbolehkan dalam diet Bernstein antara lain:

daging, ikan dan seafood, unggas, telur, tofu, kedele pengganti daging, keju, mentega, margarine, cream, yogurt, susu kedele, tepung kedele, dan bran crackers.

Makanan lain yang diperbolehkan yaitu:

toasted nori (seaweed), pemanis buatan (Equal, Sweet’n Low, Nutra-Sweet, dan Splenda), No-Cal brand syrups, Da Vinci Gourmet brand syrups, flavor extracts, herbal dan bumbu, salad dressing rendah karbohidrat, nuts, dan gelatin serta puddings bebas gula.

Fungsi

Fungsi utama dari diet Bernstein adalah untuk membantu penderita diabetes mempertahankan level gula darah agar tetap normal sepanjang hari.

Dengan mengotrol level gula darah, bisa membantu penderita diabetes agar terhindar dari komplikasi jangka panjang, antara lain neuropathy pada kaki, amputasi, cataract dan kebutaan, penyakit jantung, erectile dysfunction, glaucoma, bisul pada kaki, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Karena diet ini mirip dengan Atkins diet yang juga menekankan pada makanan rendah karbohidrat, maka orang yang memiliki berat badan berlebih (overweight) atau obese bisa menurunkan berat badannya melalui diet Bernstein ini.

Manfaat

Manfaat utama dari program diet ini adalah membuat penderita diabetes mampu mempertahankan level gula darah agar selalu normal.

Jika dijalani untuk jangka panjang, bisa membantu mengurangi jumlah penderita diabetes yang mengembangkan komplikasi dari penyakit ini.

Komplikasi tersebut antara lain penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah pada mata, kondisi serius yang mempengaruhi kaki yang terkadang mengarah pada amputasi, gastroparesis (sebuah kondisi dimana perut membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi kosong), penyakit ginjal, dan lesu.

Pentingnya mempertahankan level gula darah pada tingkat normal (dengan memeriksa minimal lima sampai enam kali per hari, kemudian menyesuaikan level insulin menurut hasil pemeriksaan tersebut) telah dibuktikan oleh Diabetes Control and Complications Trial, sebuah penelitian diabetes paling comprehensive dalam skala besar yang pernah dilakukan, dari tahun 1983 sampai 1993.

Penelitian tersebut menemukan bahwa para penderita diabetes yang selalu memeriksa level gula darahnya secara intensif, resiko penyakit mata berkurang sebanyak 76 persen, penyakit syaraf sebanyak 60 persen, dan penyakit ginjal sebanyak 50%.

Diet juga bisa membantu penderita diabetes yang overweight atau obese untuk menurunkan berat badannya.

Pencegahan

Tidak ada pencegahan utama yang berhubungan dengan diet ini, meski diet ini tidak dianjurkan untuk penderita diabetes oleh organisasi-organisasi medis yang utama, termasuk American Medical Association, American Dietary Association, dan American Diabetes Association.

Penderita diabetes sebaiknya mendiskusikan diet ini dengan seorang dokter atau spesialis dibidang diabetes yang disebut endocrinologist, yang mungkin akan merujuk pada seorang ahli diet atau nutrisi untuk diabetes.

Diet ini tinggi kadar lemaknya, sehingga orang-orang yang ingin menjalaninya seharusnya menggunakan lemak yang berasal dari sumber monounsaturated dan polyunsaturated misalnya olive dan canola oils.

Resiko

Tidak ada resiko kesehatan umum yang berhubungan dengan program diet ini.

Para pengkritik mengatakan diet ini mengandung terlalu banyak lemak, nutrisinya tidak seimbang, dan bukan solusi jangka panjang untuk menurunkan berat badan.

Mereka juga mengatakan bahwa, untuk mempertahankan diet rendah karbohidrat dalam jangka panjang itu umumnya sulit.

Selain itu, penderita diabtes type 1 yang menggunakan insulin beresiko tinggi untuk mengalami hypoglycemia (level gula darah yang terlalu rendah) dan ketoacidosis (level gula darah yang terlalu tinggi) jika mereka terlalu banyak membuang karbohidrat dari dietnya.

Research

Banyaknya kritik terhadap diet Bernstein untuk penderita diabetes ini adalah karena tidak adanya bukti dari penelitian jangka panjang mengenai efektivitas dari diet rendah karbohidrat, tinggi lemak.

Namun hal yang sama juga berlaku untuk diet rendah lemak, tinggi karbohidrat tradisional yang telah digunakan selama lebih dari 50 tahun sebagai diet standard untuk penderita diabetes.

Dalam satu review mengenai buku Bernstein terbitan tahun 1997, "Dr. Bernstein’s Diabetes Solution: A Complete Guide to Achieving Normal Blood Sugars, " dietnya dikritik karena mengharuskan penderita diabetes untuk memanage sendiri penyakitnya secara teliti.

Namun ada penelitian ilmiah jangka panjang yang menunjukkan bahwa melakukan self-management secara teliti seperti itu bisa memberikan manfaat yang significant, termasuk penelitian Diabetes Control and Complications Trial, dan United Kingdom Prospective Diabetes Study.

Yang termasuk pengkritik diet Bernstein untuk penderita diabetes itu antara lain American Diabetes Association, American Dietary Association, American Medical Association, American Heart Association, United States Department of Agriculture, dan Physicians Committee for Responsible Medicine.

Mereka mengatakan bahwa diet rendah kabohidrat, tinggi lemak itu secara umum tidak sehat karena rendah serat, kalsium, buah, dan sayuran, serta tinggi kolesterol, lemak, dan lemak saturated.

Dipermukaan, diet ini sepertinya berlawanan dengan apa yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi diabetes terkemuka.

Namun, semenjak tahun 2002, sejumlah penelitian ilmiah yang membandingkan antara diet tinggi karbohidrat dan diet rendah karbohidrat menyimpulkan bahwa, diet rendah karbohidrat itu bisa mengurangi level gula darah dan faktor-faktor resiko untuk penyakit jantung.

Itulah mengapa banyak praktisi endocrinologists lebih memilih Bersntein dan diet rendah karbohidrat lain untuk pasien mereka. Mereka berpendapat bahwa American Diabetes Association (ADA) itu selalu sangat lamban dalam bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan baru dalam bidang monitoring dan perawatan diabetes.

Contohnya, sebelum tahun 1983, ADA tidak menganjurkan untuk memonitor level glucose pasien, itu sekitar 10 tahun setelah monitoring glucose dikembangkan.

Apa yang kurang dalam kontroversi antara diet rendah karbohidrat dengan diet tinggi karbohidrat adalah belum adanya penelitian jangka panjang yang mencatat perkembangan pasien selama minimal 10 tahun.

Penderita diabetes Type II mungkin bisa meningkatkan control level gula darah, menurunkan berat badan, dan kolesterol secara significant dengan diet rendah karbohidrat seperti diet Bernstein ini, menurut dua penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 di American Diabetes Association annual scientific sessions.

Salah satu dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Duke University tersebut di danai oleh Robert C. Atkins Foundation yang didirikan oleh Dr. Atkins, penulis dari sejumlah buku diet populer, diantaranya Atkins diet.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa yang dimaksud dengan Konstipasi?

Konstipasi punya arti yang berbeda pada orang yang berbeda. Bagi banyak orang, konstipasi berarti buang air besar yang tidak teratur.

Sedang bagi sebagian yang lain, konstipasi diartikan sebagai susah buang air besar, keras, atau merasa tidak benar-benar kosong setelah buang air besar.

Penyebab dari masing-masing "jenis" konstipasi ini mungkin berbeda, dan metode untuk penyembuhan dari masing-masing seharusnya juga dikaitkan dengan jenis dari konstipasinya.

Konstipasi juga bisa arternatifkan dengan diare. Pola ini umumnya terjadi sebagai bagian dari irritable bowel syndrome (IBS).

Tingkat yang extreme dari konstipasi spectrum adalah fecal impaction, sebuah kondisi dimana stool (kotoran) mengeras di dalam rectum dan menghambat stool lainnya untuk lewat.

Jumlah dari bowel movements (buang air besar) umumnya menurun seiring usia. Sembilan puluh persen orang dewasa buang air besar antara tiga sampai 21 kali per minggu, dan jumlah ini dianggap normal.

Pola yang paling umum dari buang air besar adalah satu kali per hari, namun pola ini hanya terlihat pada kurang dari 50% orang. Selain itu, orang umumnya buang air secara tidak teratur dan tidak setiap hari, atau tidak dalam jumlah yang sama setiap hari.

Secara medis, konstipasi biasanya di defenisikan sebagai kondisi dimana seseorang buang air besar kurang dari tiga kali per minggu. Konstipasi yang parah di defenisikan sebagai kondisi dimana seseorang buang air besar kurang dari satu kali per minggu.

Tidak ada alasan medis untuk buang air besar setiap hari. Tidak buang air besar selama dua atau tiga hari itu masih dianggap wajar dan tidak menganggu kenyamanan fisik, hanya mungkin akan menimbulkan gangguan mental pada sebagian orang.

Berbeda dengan kepercayaan umum, tidak ada bukti bahwa "racun" berakumulasi saat buang air secara tidak teratur atau bahwa konstipasi itu mengarah pada kanker.

Penting untuk membedakan antara konstipasi akut dengan konstipasi kronis.

Konstipasi akut membutuhkan penanganan segera karena mungkin disebabkan oleh kondisi medis yang serius (misalnya tumor usus).

Konstipasi juga membutuhkan penanganan segera jika diiringi dengan gejala-gejala yang mengkhawatirkan misalnya pendarahan pada anus, sakit perut dan cramp, mual dan muntah-muntah, serta menurunnya berat badan yang tidak direncanakan.

Sebaliknya, evaluasi dari konstipasi kronis mungkin tidak harus segera, terutama jika pengobatan sederhana sudah bisa memberikan kesembuhan.

Apa saja penyebab konstipasi?

Secara teori, konstipasi bisa disebabkan oleh lambatnya makanan yang dicerna untuk melewati usus. Namun, lebih dari 95% kejadian, kelambatan ini terjadi di dalam usus besar.

Obat-obatan

Yang seringkali dianggap sebagai penyebab konstipasi adalah obat-obatan. Obat-obatan yang paling umum menyebabkan konstipasi antara lain:

  • Pengobatan narcotic pain misalnya codeine (contohnya, Tylenol #3), oxycodone (contohnya, Percocet), dan hydromorphone (Dilaudid);
  • Antidepressants misalnya amitriptyline (Elavil) dan imipramine (Tofranil)
  • Anticonvulsants misalnya phenytoin (Dilantin) dan carbamazepine (Tegretol)
  • Supplement zat besi
  • Obat-obatan calcium channel blocking misalnya diltiazem (Cardizem) dan nifedipine (Procardia)
  • Antacid yang mengandung aluminum misalnya Amphojel dan Basaljel

Selain obat-obatan diatas, ada banyak obat-obatan lain yang mungkin menyebabkan konstipasi.

Perawatan sederhana misalnya meningkatkan jumlah serat dalam diet untuk menghilangkan konstipasi yang disebabkan oleh obat-obatan seringkali efektif, atau menghentikan pengobatan jika memang diperlukan.

Namun jika perawatan sederhana tidak efektif, mungkin bisa dilakukan dengan cara mengganti obat-obatan yang tidak menyebabkan konstipasi.

Kebiasaan

Kapan anda ingin buang air besar itu dibawah kendali anda. Ini berarti bahwa orang biasanya merasa ingin segera buang air besar saat mereka merasa bisa.

Meki kadang-kadang perlu menekan keinginan untuk segera buang air besar (misalnya saat kamar mandi tidak tersedia), namun jika dilakukan terlalu sering bisa mengarah pada hilangnya desakan dan mengakibatkan konstipasi.

Diet

Serat itu penting untuk mempertahankan stool (kotoran) yang lembut dan banyak. Karena itulah, diet yang rendah serat menyebabkan konstipasi. Sumber serat natural terbaik adalah buah, sayuran, dan whole grain.

Laxatives

Salah satu yang dicurigai menjadi penyebab dari konstipasi yang parah adalah penggunaan laxative yang berlebihan. Salah satu hubungan yang telah diketahui adalah antara penggunaan kronis dari stimulant laxative dengan kerusakan syaraf dan otot anus, dan kerusakan ini dipercaya sebagai penyebab dari konstipasi.

Namun masih belum jelas apakah laxative yang telah menyebabkan kerusakan itu, atau kerusakan itu sudah ada sebelum menggunakan laxative, sehingga menyebabkan perlunya penggunaan laxative.

Meski begitu, karena kemungkinan bahwa stimulant laxative bisa merusak anus, para ahli umumnya menganjurkan bahwa stimulant laxative hanya digunakan sebagai cara terakhir jika perawatan non-stimulant telah gagal.

Gangguang Hormonal

Hormon bisa mempengaruhi buang air besar. Contohnya:

  • Terlalu sedikit hormon thyroid (hypothyroidism) dan terlalu banyak hormon parathyroid (dengan meningkatnya level kalsium di dalam darah) bisa menyebabkan konstipasi.
  • Saat wanita mengalami masa menstruasi, level estrogen dan progesterone meningkat dan menyebabkan konstipasi. Namun hal ini jarang terjadi untuk jangka waktu yang lama.
  • Level estrogen dan progesterone yang tinggi selama kehamilan juga bisa menyebabkan konstipasi.

Penyakit yang Mempengaruhi Anus

Ada banyak penyakit yang bisa mempengaruhi fungsi otot dan syaraf dari anus. Termasuk diantaranya diabetes, scleroderma, intestinal pseudo-obstruction, Hirschsprung's disease, dan Chagas disease. Kanker atau mengecil/menyempitnya anus juga bisa menghambat kelancaran stool (kotoran).

Penyakit Sistem Syaraf Pusat

Beberapa penyakit otak dan syaraf tulang belakang mungkin bisa menyebabkan konstipasi, misalnya Parkinson's disease, multiple sclerosis, dan spinal cord injuries.

Colonic inertia

Colonic inertia adalah sebuah kondisi dimana syaraf dan/atau otot anus tidak bekerja secara normal. Akibatnya, isi anus tidak terdorong untuk melewati anus secara normal.

Penyebab dari colonic inertia ini masih belum jelas. Dalam beberapa kasus, otot atau syaraf dari anus terkena penyakit. Colonic inertia mungkin juga adalah hasil dari penggunaan laxative seperti yang digambarkan diatas.

Namun dalam banyak kasus, tidak ada penyebab yang jelas untuk konstipasi.

Pelvic floor dysfunction

Pelvic floor dysfunction adalah kondisi dimana otot-otot dari pinggul bagian bawah yang mengitari anus tidak bekerja dengan normal. Otot-otot ini sangat penting dalam proses buang air besar.

Masih belum diketahui mengapa otot-otot ini tidak bekerja dengan normal pada sebagian orang, namun gangguan ini bisa menyebabkan buang air besar menjadi sulit meski semua hal lain normal.

Bagaimana Konstipasi di Evaluasi?

Pemeriksaan sejarah medis dan pengamatan fisik itu penting dalam semua pasien yang mengalami konstipasi.

Anda banyak test yang bisa digunakan untuk mengevaluasi konstipasi. Pasien umumnya hanya memerlukan beberapa test dasar.

Test-test lain hanya dilakukan untuk mereka yang mengalami konstipasi parah atau konstipasinya tidak merespon dengan mudah terhadap perawatan.

Sejarah Medis

Untuk berbagai alasan, pemeriksaan sejarah medis secara seksama dari pasien yang mengalami konstipasi itu penting, terutama untuk memudahkan dokter dalam mendefenisikan jenis konstipasi yang dialami pasien, sehingga bisa menentukan diagnosa dan perawatan yang sesuai.

Sebagai contoh, jika proses buang air besar itu menyakitkan, maka dokter akan tahu untuk mencari penyebabnya pada anus misalnya mengecilnya anal sphincter atau anal fissure. Jika kotorannya yang bermasalah, maka kemungkinan penyebabnya adalah diet yang kurang serat.

Sejarah medis juga akan mengungkap jenis pengobatan dan penyakit yang bisa menyebabkan konstipasi. Dalam kasus ini, pengobatan bisa diubah dan penyakitnya bisa dirawat.

Pengamatan sejarah diet, yang mungkin mengharuskan pasien untuk membuat diary makanan selama satu atau dua minggu bisa mengungkap diet yang rendah serat dan mungkin mengarahkan dokter untuk merekomendasikan diet yang tinggi serat.

Sebuah diary makanan juga membuat dokter bisa mengevaluasi seberapa baik pasien meningkatkan serat dalam diet-nya selama menjalani perawatan.

Pengamatan Fisik

Pengamatan secara fisik mungkin bisa mengidentifikasi penyakit (misalnya scleroderma) yang menyebabkan konstipasi. Pengamatan anus dengan jari akan mengungkap merapatnya anal sphincter yang mungkin jadi penyebab konstipasi.

Test Darah

Test darah mungkin diperlukan untuk mengevaluasi pasien yang mengalami konstipasi. Terutama test darah untuk mengetahui level hormon thyroid (untuk mendeteksi hypothyroidism) dan kalsium (untuk mengetahui level hormon parathyroid) mungkin akan membantu.

Abdominal X-ray

Stool dalam jumlah yang besar di dalam usus biasanya bisa dilihat melalui film sinar-X dari abdomen. Semakin banyak stool yang tampak, semakin parah konstipasinya.

Barium enema

Barium enema adalah study sinar-X dimana cairan barium di masukkan ke dalam anus untuk mengisi rectum dan colon. Barium menggambarkan colon pada sinar-X dan mendefenisikan anatony normal atau tidak normalnya colon dan rectum.

Tumor dan pengecilan/penyempitan adalah keganjilan yang paling sering bisa di deteksi melalui test ini.

Colonic transit (marker) studies

Colonic transit studies adalah studi yang menentukan berapa lama bagi makanan untuk melewati usus. Untuk transit studies, pasien diminta menelan kapsul selama satu atau beberapa hari.

Di dalam kapsul terdapat potongan-potongan plastik yang bisa dilihat melalui sinar-X. Pembungkus kapsul akan hancur dan melepaskan potongan-potongan plastik ke dalam usus kecil. Potongan-potongan ini kemudian akan melewati usus kecil dan anus.

Setelah 5 atau 7 hari, sinar-X dari perut akan diambil dan potongan-potongan plastik dalam berbagai bagian usus akan dihitung. Dari hasil perhitungan ini, kemudian akan ditentukan apakah ada dan dibagian mana terjadi penundaan di dalam usus.

Pada orang yang tidak mengalami konstipasi, semua potongan plastik akan dibuang melalui anus dan tidak ada yang tersisa di dalam usus.

Defecography

Defecography adalah modifikasi dari pengamatan barium enema. Untuk melakukan prosedur ini, barium dimasukkan ke dalam rectum pasien melalui anus. Sinar-X kemudian diambil saat pasien membuang barium.

Barium akan menggambarkan kondisi rectum dan anus serta menunjukkan perubahan yang terjadi pada otot pelvic floor selama proses buang air besar.

Karena itulah, defecography adalah pengamatan dari proses buang air besar dan memberikan informasi mengenai anatomi tidak normal dari rectum dan otot-otot pelvic floor.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anorexia Nervosa

Anorexia nervosa adalah gangguan pola makan yang membuat seseorang melaparkan diri.

Penderitanya adalah orang-orang yang sangat terobsesi untuk menjadi semakin langsing dan semakin langsing dengan cara membatasi makanan, sampai pada titik yang membahayakan dirinya dan bisa berakibat fatal.

Anorexia sering dianggap sebagai sebuah masalah dari dunia modern. Seorang dokter Inggris Richard Morton, pertama kali mengambarkannya di tahun 1989.

Di abad 21, anorexia nervosa dikelompokkan sebagai gangguan psychologis dalam Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorders Fourth Edition (DSM-IV-TR) yang dipublikasikan oleh American Psychiatric Association.

Orang yang menderita anorexia itu punya target penurunan berat badan yang tidak rasional, dan akan terus mencari berbagai cara menurunkan berat badan, tidak peduli berapa banyakpun berat badan yang sudah mereka kurangi dan apapun resikonya.

Untuk mengenali berkembangnya anorexia itu bisa jadi sulit, terutama dalam masyarakat yang menghargai dan mengagungkan kelangsingan.

Berdiet, sering menjadi pemicu yang mengarahkan seseorang pada anorexia. Calon penderita anorexia mungkin dimulai dengan melewatkan waktu makan atau makan dengan porsi yang sangat sedikit.

Dia selalu punya alasan untuk tidak makan, misalnya merasa tidak lapar, sakit, habis makan dengan orang lain, atau tidak menyukai makanan yang disajikan. Dia juga mulai membaca label makanan dan tahu pasti berapa banyak kalorinya, dan berapa banyak lemak dalam setiap makanan yang dia makan.

Banyak penderita anorexia yang mengeliminasi semua jenis lemak dan gula dari dietnya, dan sepertinya hanya hidup dengan diet soda dan selada.

Beberapa calon penderita anorexia mulai berolahraga dengan sangat memaksakan diri agar bisa membakar extra kalori.

Pada akhirnya, praktek-praktek seperti ini akan memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan.

Anorexia nervosa di diagnosa saat beberapa dari kondisi ini muncul:

  • Sangat terobsesi untuk menolak makanan dan ingin menjadi semakin langsing sehingga mengontrol semua aktivitas dan pola makannya setiap hari.
  • Punya berat badan kurang dari 85% dibanding rata-rata orang dengan usia dan tinggi badan yang sama, menolak untuk mempunyai berat badan yang cukup karena sangat takut untuk menambah berat badannya atau menjadi gemuk, meski berat badannya sangat kurang.
  • Self-image yang menyimpang sehingga memicu penolakannya untuk dianggap underweight, meski berat badannya memang kurang.
  • Menolak untuk mengakui bahwa menjadi orang yang sangat kurus itu berbahaya untuk kesehatan.
  • Untuk wanita, tiga kali melewatkan waktu menstruasi secara berturut-turut.
  • Banyak menghabiskan waktu di depan cermin, terobsesi mengenai ukuran pakaian, dan berbicara negatif tentang tubuh mereka.
  • Sangat merahasiakan mengenai apa yang dia makan dan akan menghindari untuk makan di depan orang lain. Mereka mungkin akan mengembangkan kebiasaan makan yang aneh misalnya mengunyah makanan mereka kemudian membuangnya, atau sangat kaku mengenai mana makanan yang "baik" dan mana yang "buruk."
  • Penderita anorexia akan berbohong mengenai kebiasaan makan mereka. Banyak penderita anorexia yang mengalami depresi dan merasa selalu risau.

Penderita anorexia (anorectics) terbagi dalam dua kelompok utama.

Yang pertama disebut restrictive anorectics, yaitu mereka yang mengontrol berat badannya dengan cara sangat membatasi jumlah kalori yang mereka makan, atau dengan cara berpuasa. Mereka mungkin berolahraga, menggunakan obat, ramuan herbal secara berlebihan untuk meningkatkan pembakaran kalori.

Yang kedua disebut purge-type anorectics, yaitu mereka makan dan kemudian membuangnya dengan cara memicu rasa mual, menggunakan obat pencahar secara berlebihan, atau menggunakan diuretics dan enema.

Demografis

Anorexia adalah penyakit dari negara-negara industrialis dimana makanan tersedia dalam jumlah yang berlimpah dan budayanya menghargai penampilan yang lansing.

Sekitar 1% dari orang Amerika menderita anorexia, dan perbandingan antara wanita dan pria yang mengalami anorexia adalah 1:10.

Pada pria, penyakit ini lebih sering terjadi dalam homosexual dibanding heterosexual.

Sebagian ahli percaya bahwa jumlah dari penderita anorexia itu hanya mewakili kasus-kasus yang parah, dan bahwa lebih banyak lagi orang yang punya kecenderungan anorexia, namun gejala-gejalanya tidak sampai ke tingkat yang memerlukan diagnosa medis.

Anorexia telah dikelompokkan sebagai penyakit “rich white girl.” Para penderita anorexia umumnya adalah orang kulit putih, dan sekitar 3/4 dari mereka berasal dari kalangan menegah atas. Namun ditahun 2000-an, jumlah penderita anorexia dari kalangan kulit hitam dan Hispanics meningkat.

Kompetisi atletis di semua ras telah meningkatkan resiko berkembangnya anorexia nervosa, terutama dalam cabang olahraga dimana berat badan terikat erat dengan performa.

Jockey, pegulat, skaters, pelari marathon, dan pesenam (terutama wanita) punya kecenderungan yang lebih tinggi dibanding rata-rata. Para aktor, model, cheerleader, dan dancer (terutama ballet) yang penampilannya sangat menentukan penilaian juga punya kecenderungan yang tinggi untuk mengembangkan anorexia.

Anorexia bisa terjadi pada siapapun yang berusia 7 tahun keatas. Namun penyakit ini umumnya dimulai selama masa remaja.

Penyakit ini sepertinya akan terjadi satu atau dua kali, entah saat berumur 14 atau 18 tahun. Semakin muda usia saat anorexia dimulai, semakin sulit untuk disembuhkan.

Remaja yang menderita anorexia seringkali menunjukkan gejala-gejala dari tingkah laku yang compulsive dan depresi.

Penyebab dan Gejala

Penyebab

Anorexia adalah penyakit kompleks, penyebabnya tidak hanya satu. Hasil penelitian mensugestikan bahwa sebagian orang punya kecenderungan ke arah anorexia, lalu sesuatu memicu tingkah laku mereka yang kemudian menjadi self-reinforcing. Faktor keturunan, biologis, psychologis, dan sosial, semuanya berperan.

Keturunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika salah satu dari dua saudara kembar mengalami anorexia nervosa, maka sadara kembar yang satunya lagi punya kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami hal yang sama.

Punya kerabat dekat, biasanya seorang ibu atau saudari yang menderita anorexia juga meningkatkan kemungkinan dari anggota keluarga lain (biasanya wanita) untuk mengalami hal yang sama.

Namun, jika dibandingkan dengan berbagai penyakit lain, faktor keturunan dari anorexia nervosa tampaknya cukup kecil.

Faktor biologis. Ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa anorexia nervosa itu berhubungan dengan aktivitas neurotransmitter yang abnormal dibagian otak yang mengontrol kesenangan dan selera makan.

Neurotransmitters itu juga melibatkan gangguan mental lain, misalnya depresi. Penelitian di daerah ini relatif baru dan hasil temuannya masih belum jelas.

Para penderita anorexia cenderung untuk cepat merasa kenyang dibanding orang lain.

Sebagian peneliti percaya bahwa hal itu berhubungan dengan fakta bahwa perut dari penderita anorexia itu cenderung kosong lebih lambat dibanding orang normal.

Sebagian yang lain menganggap hal ini berhubungan dengan mekanisme otak yang mengontrol selera makan.

Faktor psychologis. Jenis kepribadian tertentu tampaknya lebih rentan untuk mengembangkan anorexia nervosa.

Penderita anorexia cenderung untuk menjadi perfectionist yang punya pengharapan tidak realistis mengenai bagaimana "seharusnya" mereka terlihat dan bertingkah laku.

Mereka cenderung untuk punya pandangan hitam atau putih, salah atau benar, semuanya atau tidak sama sekali, dalam melihat berbagai situasi.

Banyak penderita anorexia yang tidak punya identitas diri yang kuat, dan memilih untuk mengorbankan identitasnya demi menyenangkan orang lain.

Hampir semua penderita anorexia itu kurang menghargai diri sendiri.

Banyak penderita anorexia yang merasa depresi dan cemas, meski para peneliti tidak tahu apakah ini adalah penyebab atau akibat dari gangguan pola makan.

Faktor sosial. Penderita anorexia sepertinya cenderung berasal dari keluarga yang overprotective atau keluarga yang tidak harmonis dimana banyak terjadi konflik dan inconsistency.

Karena itulah, para penderita anorexia merasa perlu untuk bisa mengontrol sesuatu, dan sesuatu itu adalah berat badannya.

Keluarga seringkali punya harapan yang tinggi, terkadang tidak realistis dan kaku.

Seringkali, sesuatu yang membuat stress atau kesal menjadi pemicu untuk memulai tingkah laku anorexia.

Misalnya anggota keluarga yang mengejek berat badannya, mengomeli kebiasaannya memakan junk food, mengomentari ukuran pakaiannya, atau membandingkannya dengan seseorang yang bertubuh langsing.

Berbagai kejadian dalam hidup, misalnya pindah rumah, pindah sekolah, putus dengan pacar, atau mulai memasuki masa puber dan merasa kewalahan dengan perubahan tubuhnya bisa memicu tingkah laku anorexia.

Situasi keluarga yang tumpang tindih adalah pesan media yang tak henti-hentinya mengatakan bahwa ramping itu bagus dan gemuk itu buruk, orang langsing itu sukses, menarik, dan bahagia, sedangkan orang gemuk itu bodoh, pemalas, dan pecundang.

Tanda-tanda dan Gejala

Tingkah laku anorexic punya dampak terhadap fisik dan mental. Antara lain:

  • penurunan berat badan yang berlebihan; hilangnya otot-otot
  • terhambatnya pertumbuhan dan tertundanya menstruasi di kalangan remaja
  • komplikasi gastrointestinal: kerusakan liver, diare, konstipasi, perut kembung, sakit perut
  • komplikasi jantung: detak jantung yang tidak teratur, denyut nadi yang lemah, cardiac arrest
  • komplikasi sistem urinary: kerusakan ginjal, kegagalan ginjal, incontinence, infeksi saluran kencing
  • komplikasi sistem skeletal: berkurangnya massa tulang, meningkatnya resiko keretakan, gigi yang tanggal oleh cairan perut akibat muntah secara terus menerus
  • komplikasi sistem reproduksi (wanita): melewatkan masa menstruasi, kemandulan
  • komplikasi sistem reproduksi (pria): kehilangan nafsu sex, kemandulan
  • letih, iritasi, sakit kepala, depresi, risau, tidak mampu menilai dan berpikir
  • pingsan, seizures, gula darah rendah
  • tangan dan kaki menjadi dingin secara kronis
  • melemahnya sistem immune, kelenjar bengkak, meningkatnya kerentanan terhadap infeksi
  • berkembangnya rambut halus yang disebut lanugo pada bahu, punggung, tangan, dan wajah, kerontokan rambut, blotchy, kulit kering
  • ketidaksimbangan electrolyte yang berpotensi mengancam nyawa
  • coma
  • meningkatnya resiko self-mutilasi (mengiris)
  • meningkatnya resiko bunuh diri
  • kematian

Diagnosa

Pengamatan secara fisik dimulai dengan berat badan dan tekanan darah, lalu mengamati semua gejala diatas.

Berdasarkan pengamatan fisik, dokter akan meminta pengujian laboratorium. Secara umum, pengujian ini akan menyertakan pengujian complete blood count (CBC), urinalysis, blood chemistries, dan fungsi liver.

Dokter juga mungkin akan meminta electrocardiogram untuk mencari ketidak normalan pada jantung.

Beberapa evaluasi  kondisi mental bisa digunakan. Secara umum, seorang psycholog akan mengevaluasi berbagai hal misalnya apakah orang tersebut berorientasi dalam ruang dan waktu, penampilan, kondisi emosi, sikapnya terhadap makanan dan berat badan, pemikiran yang delusif, dan pemikiran-pemikiran yang membahayakan diri sendiri atau bunuh diri.

Perawatan

Pilihan perawatan tergantung dari tingkat dampak kerusakan fisik dari tingkah laku anorexia, dan apakah orang tersebut membahayakan dirinya sendiri.

Perawatan medis seharusnya ditambah dengan perawatan psychologis. Pasien selalu tidak mau bekerja sama dan menolak perawatan, mengingkari bahwa hidupnya mungkin berada dalam bahaya dan bersikeras bahwa dokter hanya ingin "membuatnya menjadi gemuk."

Perawatan rumah sakit adalah yang pertama kali dianjurkan untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul misalnya kekurangan nutrisi yang parah, ketidak-seimbangan electrolyte yang parah, denyut jantung yang tidak teratur, denyut nadi dibawah 45 per menit, atau suhu tubuh yang rendah.

Pasien akan dirawat inap jika mereka beresiko tinggi untuk bunuh diri, mengalami tingkat depresi yang parah, atau menunjukkan tanda-tanda berubahnya kondisi mental.

Mereka juga mungkin perlu dirawat inap untuk menghentikan penurunan berat badan, menghentikan kebiasaan muntah, penyalah gunaan laxative dan atau berolahraga secara berlebihan, mengobati gangguan-gangguan substansi, atau untuk evaluasi medis tambahan.

Program rawat jalan dilakukan dengan cara memberikan struktur waktu makan, nutrisi, edukasi, therapy intensi, monitoring dan pengawasan medis. Jika metoda rawat jalan gagal, maka pasien mungkin perlu untuk dirawat inap.

Anorexia nervosa adalah penyakit kronis dan kemungkinan untuk kambuh adalah hal yang umum dan seringkali terjadi. Pengobatan rawat jalan memberikan pengawasan medis, nutrisi counselling, strategi perbaikan diri, dan therapy setelah pasien mencapai target berat badan tertentu dan menunjukkan stabilitas.

Perhatian Ahli Gizi/Diet

Seorang consultant gizi atau diet adalah bagian penting dari team yang diperlukan agar sukses merawat anorexia. Perawatan awal dititik beratkan untuk menstabilkan kondisi medis dari pasien dengan cara meningkatkan jumlah kalori dan menyeimbangkan electrolytes.

Setelah itu, therapy nutrisi diperlukan untuk mensupport proses penyembuhan dan penambahan berat badan yang stabil. Ini adalah proses yang intensif dengan melibatkan pendidikan mengenai nutrisi, perencanaan makan, monitoring nutrisi, dan membantu penderita anorexia untuk mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan.

Therapy

Campur tangan medis membantu menghilangkan masalah fisik yang berhubungan dengan anorexia, namun biasanya juga perlu diiringi dengan pengubahan tingkah laku.

Psychotherapy berperan penting dalam membantu penderita anorexia untuk memahami dan memulihkan diri. Berbagai jenis psychotherapy akan digunakan, tergantung dari situasi masing-masing penderita.

Secara umum, target dari psychotherapy adalah untuk membantu mengembangkan sikap yang sehat dari pasien terhadap tubuh mereka dan makanan. Ini mungkin melibatkan pencarian akar masalah yang jadi penyebab tingkah laku anorexia, juga cara mengatasinya.

Beberapa jenis psychotherapy yang telah sukses dalam merawat anorexia adalah sebagai berikut:

  • Cognitive behavior therapy (CBT) di design untuk mengubah pemikiran dan perasaan mengenai tubuh dan tingkah lakunya terhadap makanan, namun tidak membahas kenapa pemikiran dan perasaan itu timbul.
  • Psychodynamic therapy, juga disebut psychoanalytic therapy, dilakukan untuk menggali penyebab emosional yang memicu tingkah laku anorexia. Therapy ini cenderung lebih lama dibanding CBT.
  • Interpersonal therapy adalah therapy jangka pendek untuk membantu penderita anorexia mengidentifikasi masalah dalam berhubungan. Pasien mungkin akan diminta untuk melihat kembali sejarah keluarganya dengan tujuan untuk mengenali bidang-bidang masalah dan cara mengatasinya.
  • Therapy keluarga dan pasangan ditujukan untuk membantu mengatasi konflik atau gangguan yang menjadi menjadi faktor pemicu tingkah laku anorexia. Therapy keluarga terutama sangat membantu dalam membantu para orang tua yang anorectic agar tidak menurunkan sikap dan tingkah laku mereka pada anak-anaknya.

Prognosis

Sekitar setengah dari pederita anorexia yang dirawat berhasil sembuh secara total dan mampu untuk mempertahankan berat badan normal. Dari 50% sisanya, 6 - 20 % meninggal dunia, biasanya akibat komplikasi yang berhubungan dengan kelaparan.

Sekitar 20% tetap berada dalam kondisi underweight yang berbahaya, dan sisanya tetap berada dalam keadaan kurus.

Pencegahan

Beberapa cara untuk mencegah anorexia nervosa adalah sebagai berikut:

  • Jika anda adalah orang tua, jangan terobsesi mengenai berat badan dan penampilan anda di depan anak-anak.
  • Jangan biarkan anak-anak anda mengeluhkan tentang bentuk tubuhnya atau membandingkannya dengan orang lain.
  • Tunjukkan dengan jelas bahwa anda mencintai dan menerima mereka apa adanya.
  • Cobalah untuk makan bersama setiap kali memungkinkan.
  • Ingatkan anak-anak bahwa model yang mereka lihat di televisi dan majalah itu punya tubuh yang extreme, tidak normal atau tidak sehat.
  • Jangan biarkan anak anda berdiet kecuali dibawah pengawasan anda.
  • Halangi anak anda agar tidak mengunjungi web site yang pro-anorexia. Situs-situs ini adalah tempat dimana orang-orang anorexia memberikan petunjuk tentang cara extreme untuk menurunkan berat badan dan saling mensupport penyimpangan image tubuh mereka.
  • Jika anak anda adalah seorang atlit, ketahui siapa pelatihnya dan sikapnya terhadap berat badan.
  • Jika anda merasa pola makan anak anda bermasalah, segeralah minta bantuan dari para profesional. Semakin cepat gangguan diatasi, semakin mudah untuk disembuhkan.

Kambuh sering terjadi pada penderita anorexia. Orang yang sembuh dari anorexia bisa membantu dirinya agar tidak kambuh lagi dengan cara:

  • Jangan pernah berdiet. Lebih baik jalani pola makan yang sehat.
  • Tetaplah menjalani perawatan.
  • Monitor kebiasaan berbicara negatif pada diri sendiri. Praktekkan kebiasaan berbicara positif pada diri sendiri.
  • Habiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan setiap hari.
  • Tetaplah menyibukkan diri, tapi jangan berlebihan. Tidur minimal 7 jam per malam.
  • Habiskan waktu setiap hari dengan orang-orang yang anda pedulikan dan peduli dengan anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Manfaat Minyak Kelapa untuk Diet

Apa mungkin anda bisa menambahkan lemak ke dalam diet sambil tetap bisa menurunkan berat badan?

Ya, jika amda memilih lemak yang tepat, kata Bruce Fife, ND, seorang naturopath yang menjadi penulis dari buku diet Eat Fat Look Thin.

Buku diet tersebut merekomendasikan anda untuk menambahkan minyak kelapa dan menjadikannya sebagai pengganti minyak polyunsaturated untuk mengurangi nafsu makan, mempercepat metabolisme, dan menurunkan berat badan.

"Banyak orang yang telah melaporkan bahwa saat mereka menambahkan minyak kelapa ke dalam diet, itu cukup untuk memicu penurunan berat badan," kata Fife.

"Sebagian orang tidak berhasil menurunkan berat badannya, yang seringkali disebabkan karena makan terlalu banyak. Padahal kalori itu penting."

Pengalamannya dengan minyak kelapa menghasilkan penurunan berat badan sekitar 20 pound selama enam bulan, yang sebelumnya tidak mampu dia lakukan melalui program diet dan olahraga lain.

Dia menganjurkan untuk menggunakan sekitar tiga sendok teh minyak kelapa natural per hari, baik yang murni maupun yang sudah diproses.

Para pasiennya menggunakan minyak kelapa untuk menggoreng dan melengkapi salad, menambahkannya ke dalam makanan lain, atau memakannya secara langsung.

Lemaknya juga terdapat di dalam susu kelapa (bukan cairan yang terdapat di dalam kelapa), yang bisa menjadi pengganti susu, dan buah kelapa segar yang bisa dimakan sebagai snack atau parutan diatas buah dan salad.

Bagaimana minyak kelapa bisa menurunkan berat badan?

"Menurut saya kunci yang sebenarnya untuk minyak kelapa dan menurunkan berat badan itu adalah fakta bahwa dia bisa mengurangi nafsu makan anda saat dan sesudah makan," kata Fife.

"Penelitian menunjukkan bahwa saat lemak ini ditambahkan, orang lebih cepat merasa kenyang dan makan lebih sedikit, dan pada waktu makan berikutnya mereka tidak membalasnya dengan makan lebih banyak."

Minyak kelapa adalah medium-chain triglyceride (MCT), sementara lemak jenis lain, misalnya minyak sayuran dan lemak hewan, adalah long-chain triglycerides (LCTs).

"Panjang dari molekul menentukan bagaimana lemak akan dicerna," kata Fife.

MCT itu mudah dicerna, dan tubuh membakarnya untuk energi, sama seperti karbohidrat. Sedangkan LCT, akan disimpan dalam cell-cell lemak.

"Dengan MCT, anda memang makan kalori lemak, tapi kalori yang anda makan lebih sedikit karena metabolisme tubuh meningkat sehingga kalori yang terbakar lebih banyak dan tidak disimpan sebagai lemak. Dengan minyak kelapa, anda bisa makan lemak lebih banyak dibanding lemak lain sebelum tubuh anda akan mengubahnya menjadi lemak."

Fife mengatakan bahwa jenis-jenis minyak yang terdapat di dalam minyak kelapa itu menstimulasi metabolisme.

"Minyak tersebut memicu thermogenesis (membakar kalori untuk memproduksi panas), dan sebagian orang dengan fungsi thyroid yang lemah mengatakan pada saya bahwa mereka merasa hangat dan temperatur tubuh mereka meningkat satu atau dua derajat setelah mengkonsumsi minyak kelapa."

Orang yang fungsi thyroidnya lemah punya metabolisme yang lambat dan bisa mengurangi kemampuan mereka untuk menurunkan berat badan.

Mungkinkah lemak saturated itu baik untuk anda?

Minyak kelapa banyak mengandung lemak saturated, yang dikelompokkan sebagai lemak hewani. Lemak ini di banned dari theater popcorn dan oleh Center for Science di Public Interest (CSPI).

Makanan-makanan yang mengandung minyak kelapa dan banyak mengandung lemak saturated dikelompokkan dalam kategori "Food Porn" oleh CSPI.

Enam tahun yang lalu, Fife mengatakan bahwa dia akan setuju bahwa semua lemak saturated itu meningkatkan kolesterol dan menyebabkan penyakit jantung. Dan dia menganjurkan diet rendah lemak untuk pasiennya yang ingin menurunkan berat badan.

Namun kekesalan seorang kolega membuatnya tertarik dengan minyak kelapa, dan mulai menyelidiki manfaatnya untuk kesehatan.

Minyak kelapa digunakan dalam IV solutins di rumah sakit dan dalam susu formula bayi," katanya. "Kupikir, jika minyak kelapa itu begitu buruk, lalu mengapa diberikan pada orang-orang yang sakit dan bayi?"

"MCT itu lebih cepat dicerna dibanding LCT, dan akan diserap secara penuh saat mencapai saluran usus."

Karena begitu mudah diserap, MCT dalam minyak kelapa digunakan untuk menyediakan nutrisi misalnya pada pada penderita AIDS yang punya kesulitan untuk mencerna lemak.

Para peneliti juga tertarik menyelidiki potensi minyak kelapa untuk meningkatkan daya tahan atletik dan perawatan diabetes type 2.

Namun karena terbatasnya jumlah penelitian mengenai minyak yang mirip dengan yang ditemukan dalam buah kelapa dan pengaruhnya terhadap penurunan berat badan, telah menyebabkan konflik.

Dua orang peneliti di McGill University, Quebec, yaitu Marie-Pierre St.-Onge dan Peter J. H. Jones, mempublikasikan sebuah review dari literatur mereka pada Maret 2002 di Journal of Nutrition.

Menurut hasil percobaan mereka pada hewan menunjukkan bahwa mengganti lemak MCT dengan LCT untuk jangka waktu yang lama bisa menghasilkan penurunan berat badan.

Dari penelitian awal ini mereka menyimpulkan bahwa minyak jenis ini menghasilkan peningkatan jumlah energi yang dikeluarkan, dan menghasilkan pengurangan dalam jumlah makanan yang dikonsumsi.

Posisi American Heart Association

Bagaimana dengan American Heart Association? Apa pendapat mereka tentang minyak kelapa yang konon bisa membantu menurunkan berat badan?

"Saya sangat pesimis mengenai hal ini," kata Robert Eckel, MD, salah seorang juru bicara.

Dia prihatin mengenai efek tingginya level lemak saturated. "Ini akan menjadi diet peningkatan level kolesterol."

Dia juga meragukan klaim yang mengatakan bahwa minyak kelapa bisa mempercepat metabolisme.

"Orang-orang harus melihat dimasa lalu untuk mengetahui apakah MCT itu punya kemampuan thermogenic, dan saya rasa jawabannya cukup negatif. Secara umum, lemak saturated itu cenderung sama, jadi, sekalipun jika memang punya kemampuan menghasilkan panas, pasti tidak seberapa."

Eckel mengatakan bahwa efek minyak kelapa terhadap metabolisme itu, jika memang ada, adalah lebih rendah dibanding potensinya untuk meningkatkan kolesterol, dan terutama kolesterol "jahat" (LDL).

"Mengkonsumsi minyak kelapa untuk jangka pendek itu mungkin memang tidak berbahaya, namun saya khawatir mengenai efeknya untuk jangka panjang."

Sudut pandang lain

"Menurut saya minyak kelapa itu menjanjikan, namun saya harap tidak mempromosikannya sebagai makanan untuk menurunkan berat badan," kata Glenn S. Rothfeld, MD, MAc, seorang asistent profesor di Tufts University School of Medicine dan direktur medis dari WholeHealth New England, Arlington.

Dia dan Deborah S. Romaine adalah penulis dari buku "Thyroid Balance: Traditional and Alternative Methods for Treating Thyroid Disorders."

"Bagi saya, satu-satunya yang jadi masalah adalah kurangnya penelitian."

Dia mengatakan bahwa penelitian yang telah dilakukan umumnya mengenai semua jenis minyak, dan hasilnya tidak menspesifikasikan minyak kelapa secara khusus.

Dia mengatakan bahwa MCT itu memang punya sedikit pengaruh tidak langsung terhadap fungsi thyroid dan metabolisme karena MCT adalah bahan bakar yang efisien.

Dia menambahkan bahwa ada sebagian yang berpendapat MCT meningkatkan level hormon thyroid, yang sangat penting bagi metabolisme.

Namun, dia juga menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi minyak kelapa saat perut kosong karena mungkin bisa menyebabkan perut kembung.

Meski tiga sendok teh minyak kelapa mengandung 360 kalori, namun Rothfeld mengatakan bahwa kalori tersebut tidak perlu dirisaukan karena akan cepat diubah menjadi energi.

"Tidak semua kalori itu sama," katanya, dengan memberikan contoh sebuah penelitian dimana satu kelompok diberi makan pada pagi hari, dan kelompok lain diberi makan pada malam hari.

"Mereka mengkonsumsi makanan yang sama. Jumlahnya 1.200 kalori. Namun hanya kelompok yang makan dipagi hari yang bisa menurunkan berat badannya."

Rothfeld mengatakan bahwa dia tidak melihat sesuatu yang berbahaya di dalam minyak kelapa, meski dia tidak merekomendasikannya untuk penderita diabetes atau penyakit liver.

"Bisnis mengenai minyak itu begitu membingungkan," katanya.

"Tiga puluh tahun yang lalu, ilmuwan mengatakan bahwa minyak polyunsaturated itu bagus. Tapi sekarang mereka mengatakan bahwa minyak itu tidak begitu bagus. Menurut saya, pada akhirnya kita perlu menyeimbangkan semuanya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diet Asia

Diet Asia adalah sebuah cara makan kuno. Selama ribuan tahun, orang-orang di benua Asia telah menggunakan diet berbasis makanan yang berasal dari tanaman, misalnya nasi, sayuran, dan buah-buahan segar.

Tidak seperti diet western, di Asia, daging jarang menjadi sajian utama, hanya sebagai tambahan dan pelengkap rasa. Ikan seringkali menjadi menu makanan utama.

Di berbagai budaya Asia, diet berhubungan dekat dengan praktek agama dan tradisi. Diet seperti itu sangat menyeehatkan.

Populasi Asia yang memiliki akses ke berbagai makanan tradisional adalah orang-orang yang paling sehat dan hidup paling lama di Bumi.

Banyak penyakit kronis yang menyebar di budaya Barat misalnya penyakit jantung, kanker, dan obesitas, jarang terjadi dalam budaya ini.

Lebih dari 43 negara yang mengikuti salah satu bentuk dari diet Asia, dan hampir setengah dari populasi dunia adalah orang Asia.

Makanan adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Praktek agama seringkali menentukan jenis makanan yang dimakan, dan makanan adalah bagian penting dari hubungan keluarga.

Diet Asia didasarkan pada makanan fresh yang disajikan secara mentah, direbus, digoreng, atau dipanggang. Diet Asia terbagi dalam empat jenis utama, yaitu:

Makanan Asia Timur: China, Jepang, dan Korea

China adalah negara terbesar di dunia, dan punya beragam masakan. Meski China membentang dari Asia Tengah sampai Timur, namun secara keseluruhan makanan China dianggap sebagai makanan Asia Timur.

Hampir diseluruh China, beras adalah makanan utama. Namun, dalam beberapa agama, mereka lebih memilih mi untuk menjadi pondasi diet, bukan nasi.

Makanan umumnya dipersiapkan dengan dipotong dan dimasak, dicampur sedikit minyak dalam sebuah wajan.

Di China, ada tiga jenis masakan regional, yaitu:

  • Shanghainese, yang makanan regionalnya dikenal pedas dan berbumbu cabe serta menggunakan daging berwarna merah.
  • Wilayah Cantonese dan Chaozhao mempunyai ciri khas yang mengkombinasikan antara daging dan sayuran yang beraroma.
  • Di wilayah Beijing, Mandarin, dan Shandong, sajian mi dan roti rebus lebih sering digunakan dibanding nasi sebagai pondasi dari menu makanan utama.

Jepang adalah negara kepulauan dan banyak dari makanannya yang menggunakan ikan dan bumbu-bumbu yang berbasis ikan. Nasi adalah bahan makanan utama dalam masakan Jepang yang dicampur dengan sayuran yang dipotong dan bergaram.

Produk-produk kedele misalnya tofu, saus dan pasta soy yang disebut miso, digunakan dalam banyak sajian. Makanan Jepang juga menyertakan sushi, yaitu daging beraroma dengan saus teriyaki, daging goreng, ikan, dan kerang-kerangan yang disebut tempura.

Makanan Korea adalah campuran dari pengaruh China dan Jepang, namun punya perbedaan rasa tersendiri termasuk sus soy, bawang, jahe, cabe, kacang pinus, dan biji wijen diantara bumbu-bumbu dan makanan lain.

Makanan tradisional Korea menyertakan daging dan seafood. Menu makan utama umumnya menyertakan sayuran yang disebut gimchi, terbuat dari parutan sayuran acar dengan bahan berupa bawang, cabe, dan jahe.

Makanan Asia Tenggara: Vietnam, Philippina, Malaysia, dan Singapore

Masakan Vietnam bergantung pada nasi dan sayuran sebagai pondasinya, dengan daging dan ikan digunakan secara bergantian. Saus ikan yang disebut nuocmam adalah penyedap utama. Buah-buahan misalnya pisang, mangga, pepaya, kelapa, dan nanans juga menjadi bagian penting dari setiap kali makan.

Masakan Philipina itu unik karena pengaruh dari Spanyol, Jepang, China, Islam, dan Amerika. Orang Philipina umumnya makan 4 kali sehari, dengan 3 kali makan utama, dan 1 kali snack ringan disore hari.

Tidak seperti diet Asia lainnya, daging sangat penting bagi orang Philipina. Daging yang menjadi favorit antara lain babi, ayam, dan kerbau untuk daerah pedalaman. Nasi dan mi paling sering disajikan, dengan sayuran misalnya broccoli, bitter melon, mung bean, bean sprouts, dan okra.

Masakan Malaysia dan Singapore menggabungkan pengaruh China, Muslim, dan India. Makanan tradisional mereka menyertakan daging kebab yang disebut Satays, yang disajikan dengan saus kacang.

Kari adalah bumbu favorit mereka. Nasi dan mi China seringkali jadi makanan utama. Deserts dibuat dari coconut milk, green noodles, sugar syrup, dan sweet beans adalah makanan lokal yang menjadi favorit.

Asal Muasal

Secara umum, diet Asia tidak ditakar dan tidak menyertakan ukuran porsi yang pasti, namun hanya menggunakan panduan mengenai apa yang seharusnya dimakan secara harian, mingguan, dan bulanan.

Diet Asia lebih menekankan pada kesimbangan dari pada menggunakan pembatasan atau resep. Total kalori harian diperkirakan antara 1200 sampai 1400.

Makanan yang dianjurkan antara lain:

  • Grain dan roti: Grain membentuk basis dari diet Asia. Nasi adalah jenis grain yang dominan dan dimakan setiap hari. Grain lainnya yaitu mi, jagung, millet, dan roti. Kentang dan sereal juga termasuk dalam kategori ini.
  • Sayuran: Banyak sayuran segar yang dimakan setiap hari, dan dalam kuantitas yang besar. Dalam diet Asia, ada banyak jenis sayuran yang bisa dinikmati, misalnya wortel, kubis, daun-daunan hijau, bawang, sprouts, dan lain-lain. Sayuran memberikan vitamin dan serat harian.
  • Buah-buahan: Banyak buah-buahan yang digunakan sebagai bumbu, bahan, desert, dan dimakan secara mentah. Mengkonsumsi buah yang bervariasi memastikan terpenuhinya vitamin dan mineral dalam diet.
  • Kacang-kacangan dan Legumes: Dalam diet Asia, kacang-kacangan dan legumes atau beans menjadi sumber utama protein. Kacang kedele dalam berbagai bentuk misalnya tofu, susu kedele, dan tepung kedele digunakan hampir tiap hari. Kacang-kacangan dan biji-bijian berperan penting dalam diet sebagai sumber protein dan mineral. Tofu, nuts, seeds, dan beans, digunakan dalam soup, salad, makanan utama, bahkan desert.
  • Minyak sayur: Lemak essensial berasal dari minyak sayur yang digunakan saat memasak. Beberapa minyak yang digunakan mengandung kadar lemak saturated yang tinggi, dan sangat sedikit diet Asia yang menggunakannya sebagai bahan utama saat memasak.
  • Makanan harian tambahan: Produk harian yang bisa dikonsumsi setiap hari adalah produk susu dan ikan. Produk susu umumnya tidak menjadi bagian dari diet Asia. Jika produk susu disertakan dalam diet harian, maka seharusnya dipilih yang rendah lemak dan dikonsumsi dalam tingkah menengah.

Ikan umumnya adalah makanan pelengkap dalam diet Asia. Sedangkan diet Asia lainnya sangat jarang menyertakan ikan. Letak geographis akan menentukan apakah ikan termasuk dalam diet. Padahal ikan adalah makanan yang sangat menyehatkan dan dihubungkan pencegahan penyakir kronis misalnya penyakit jantung dan kanker.

Makanan mingguan yang dianjurkan antara lain:

  • Manisan: Manisan jarang dimakan dalam diet Asia. Makanan tersebut biasanya banyak mengandung gula dan lemak. Buah adalah pengganti yang sempurna untuk desert yang tinggi kadar gula dan lemak.
  • Unggas dan telur: Telur, ayam, dan kalkun digunakan secara mingguan sebagai makanan tambahan.

Makanan bulanan yang dianjurkan antara lain:

  • Daging merah: Daging cukup jarang dimakan dalam diet Asia. Daging mungkin hanya dimakan beberapa kali dalam sebulan, atau lebih sering dalam porsi yang kecil.

Dalam bukunya, The Asian Diet, Diana My Tran memberikan 18 menu harian. Interpretasinya terhadap diet Asia dipengaruhi oleh budaya Vietnam, namun menggabungkan resep-resep dan bumbu-bumbu dari berbagai masakan Asia.

Dietnya banyak menyertakan buah dan sayuran. Grains misalnya nasi dan sereal dimakan setiap hari dan menjadi makanan utama. Daging ditawarkan dalam resep harian, namun pilihan vegetarian juga disertakan.

Dietnya merekomendasikan satu ons sereal atau nasi beserta buah dan kopi atau teh untuk sarapan. Pilihan makan siang adalah makanan yang lebih ringan dengan menyertakan grain, protein (daging atau tofu), sayuran, dan teh.

Dietnya menganjurkan satu snack per hari, biasanya buah. Makan makan adalah makanan terbesar dan menyertakan grain, daging, sayuran, dan desert berbasis buah. Dietnya ini menyediakan 1300 - 1400 kalori per hari.

Cara makan Asia, menurut Tran, melibatkan manfaat-manfaat dari buah dan sayuran segar, dan menggunakan bumbu dan penyedap untuk menambah rasa.

Cara makan Asia menggunakan sayuran, kuah, dan bumbu untuk memenuhi kalori, sehingga anda akan makan kalori lebih sedikit namun tetap merasa sangat puas.

Fungsi

Diet Asia dipengaruhi oleh budaya, agama, dan agriculture. Penelitian telah menunjukkan bahwa cara makan seperti ini sangat menyehatkan.

Rendah dalam lemak, kaya akan serat dan buah serta sayuran segar. Banyak yang percaya bahwa itu adalah rahasia untuk umur yang panjang dan hidup yang sehat.

Diet yang didominasi oleh makanan berbasis tanaman itu rendah kalori. Bumbu dan cara memasaknya memberikan rasa yang menyenangkan dan membantu mereka yang sedang berdiet untuk merasa puas.

Manfaat

Antioxidant adalah kelompok vitamin dan mineral yang membantu mencegah kerusakan tubuh yang disebabkan oleh zat yang disebut radikal bebas.

Radikal bebas adalah produk dari fungsi molekular di dalam tubuh dan berbagai racun yang berasal dari lingkungan, misalnya asap rokok dan radiasi.

Antioxidant dipercaya bisa mengurangi dampak negatid dari radikal bebas, dan mengurangi resiko dari beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

Buah dan sayuran juga memberikan serat. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa jumlah serat yang cukup di dalam diet itu mungkin bisa mengurangi resiko beberapa jenis kanker termasuk kanker usus.

Diet Asia membatasi lemak secara umum, dan hampir mengeliminasi lemak saturated sepenuhnya. Diet yang tinggi lemak saturated telah menunjukkan bukti menjadi penyebab dari berbagai penyakit kronis, misalnya serangan jantung, obesitas, dan kanker.

Banyak peneliti yang percaya bahwa inilah penyebab utama mengapa diet Asia itu begitu sehat.

Pencegahan

Diet tradisional Asia hanya sedikit atau tidak menyertakan produk susu. Ini membatasi jumlah kalsium yang dikonsumsi, karena susu dan produk susu lainnya mengandung kadar kalsium yang tinggi, dan menjadi kelompok makanan umum yang menyediakan gizi penting ini.

Versi modern dari diet Asia memperkenalkan pada dunia barat secara umum, menyertakan produk susu rendah atau tanpa lemak dalam tingkat menengah.

Wanita hamil dan menyusui akan membutuhkan supplement kalsium untuk memastikan bahwa mereka mendapat kalsium yang cukup.

Mereka yang berdiet namun tidak ingin mengkonsumsi produk susu mungkin juga memutuskan untuk mengkonsumsi supplement kalsium.

Di Asia, orang umumnya jauh lebih aktif dibanding orang barat. Aktivitas mereka seringkali melibatkan mengangkat objek-objek berat dan kerja keras. Dan aktivitas angkat berat telah terbukti bisa memperkuat tulang, serta membantu proses penyerapan kalsium.

Untuk orang dewasa yang sehat, diet Asia adalah pilihan yang sehat. Namun anak-anak dan wanita hamil mungkin tidak mendapat nutrisi seimbang yang dibutuhkan. Anak-anak mungkin memerlukan kalsium dari produk susu, dan meningkatkan jumlah lemak yang dikonsumsi selama masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Wanita yang hami perlu memastikan bahwa mereka akan mendapat kalori dan berbagai nutrisi yang diberikan oleh daging, lemak, dan produk susu.

Risiko

Diet tradisional Asia itu rendah dalam produk susu dan mungkin, karenanya, rendah dalam kalsium. Diet yang rendah kalsium bisa mengarah pada osteoporosis.

Wanita terutama rentan terhadap penyakit ini setelah mengalami menopause saat level hormon menurun dan melemahnya tulang.

Begitu juga dengan wanita hamil dan anak-anak yang punya kebutuhan kalsium lebih tinggi.

Untuk memastikan jumlah kalsium yang cukup dalam diet, supplement kalsium mungkin dibutuhkan atau menambahkan produk susu rendah lemak.

Mencoba mengikuti diet Asia di barat dengan cara makan di restaurant bergaya Asia itu mungkin tidak akan sukses atau menyehatkan, karena restaurant ini mungkin sudah mengadaptasi rasa barat dengan menambahkan level lemak dan sodium yang tinggi.

Memasak sendiri dirumah mungkin akan diperlukan untuk mendapat manfaat dari cara makan orang Asia. Meskipun banyak juga komunitas yang bisa menikmati restaurant Asia yang otentik dan menemukan masakan Asia yang menyehatkan.

Research

Banyak ahli gizi dan dokter yang menganggap diet gaya Asia itu sebagai model untuk gaya makan yang sehat. Rendah dalam lemak dan tinggi akan vitamin, mineral, serta antioxidant, diet Asia dipercaya bisa mencegah berabgai penyakit di dunia barat, misalnya diabetes, serangan jantung, hypertensi, kanker, dan obesitas.

Ditahun 2000, The American Heart Association merevisi dietary guidelines untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke. Rekomendasi ini menyertakan diet yang rendah lemak dan banyak menyertakan buah serta sayuran. Mereka juga merekomendasikan peningkatan konsumsi ikan. Semua rekomendasi ini ditemukan dalam diet Asia.

Banyak penelitian menunjukkan manfaat dari diet Asia. Penelitian ini menunjukkan bahwa level lipid (lemak) dalam darah, resiko utama dari penyakit jantung dan stroke, mungkin bisa dikurang secara dramatis dengan menjalani diet rendah lemak yang berpusat pada tanaman.

Efek dari kebiasaan makan tidak sehat selama bertahun-tahun mungkin bisa ditanggulangi dengan mengubah diet untuk membatasi makanan yang berlemak dan meningkatkan jumlah makanan rendah lemak, buah, dan sayuran.

Di tahun 2000, salah satu penelitian mengkonfirmasikan hasil dari penelitian sebelumnya, yang menyatakan bahwa diet rendah lemak saturated dan banyak menyertakan buah dan sayuran itu bisa menurunkan tekanan darah pada pasien hypertensi yang tidak terawat.

Para dokter percaya bahwa mengikuti diet Asia itu bisa mencegah hypertensi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Body Mass Index

Body mass index (BMI), atau disebut juga Quetelet Index, adalah kalkulasi yang digunakan untuk menentukan jumlah lemak tubuh seseorang.

BMI memberikan cara yang konsisten pada para ahli medis untuk mengetahui berat badan pasiennya, dan cara yang objektif untuk mendiskuksikannya dengan mereka.

BMI juga sangat berguna untuk menyarankan tingkat resiko dari pasien terhadap penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Deskripsi

BMI adalah kalkulasi statistik yang dimaksudkan sebagai sarana untuk melakukan penaksiran. BMI bisa diterapkan pada sekelompok orang untuk menentukan trend, atau bisa juga diterapkan secara individual.

Saat diterapkan pada individual, hanya satu dari beberapa penaksiran yang digunakan untuk menentukan resiko terhadap penyakit yang berhubungan dengan berat badan (underweight, overweight, atau obese).

Sejarah BMI

Formula yang digunakan untuk menghitung BMI itu sudah dikembangkan selama lebih dari 100 tahun yang lalu oleh seorang ahli matematik asal Belgia, Lambert Adolphe Quetelet.

Quetelet, yang menyebut kalkulasinya Quetelet Index of Obesity, adalah salah seorang ahli statistik pertama yang menerapkan konsep regular bell-shaped statistical distribution pada fisika dan fitur dari tingkah laku manusia.

Dia percaya bahwa dengan mengukur dan menganalisa statistik secara seksama, maka karakteristik dari populasi bisa ditentukan secara matematis.

Penjelasan secara matematis dari karakteristik khusus populasi mengarahkannya pada konsep hipotesis “orang rata-rata,” yang mengukur antara satu individu dengan individu lainnya.

Dalam usahanya untuk menjelaskan hubungan antara berat yang satu dengan berat yang lain dalam orang rata-rata, dia mengembangkan formula untuk menghitung body mass index.

Untuk menghitung BMI dibutuhkan dua ukuran, yaitu berat dan tinggi badan. Untuk menghitung BMI menggunakan satuan metrik, berat dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam satuan meter (m).

Sedangkan untuk mengkalkulasikan BMI dalam satuan imperial, berat dalam pound (lb) dibagi dengan tinggi badan dalam inchi (in), kemudian di kali dengan 703.

Hasil kalkulasi tersebut menghasilkan angka yang menjadi BMI seseorang. Angka ini, jika dibandingkan dengan distribusi statistik dari BMI untuk orang dewasa yang berusia 20-29 tahun, akan menunjukkan apakah berat badan orang tersebut kurang, rata-rata, berlebih, atau obese.

Kelompok usia 20-29 tahun dipilih sebagai standard karena mewakili orang dewasa yang sudah berkembang secara penuh pada titik dalam kehidupan mereka saat secara statistik mereka punya lemak tubuh paling sedikit.

Formula untuk menghitung BMI pada anak-anak itu sama dengan orang dewasa, namun hasilnya diterjemahkan dengan cara yang berbeda.

Meski formula untuk menghitung BMI itu dikembangkan pada pertengahan 1800-an, namun penggunaannya di masih jarang sebelum pertengahan tahun 1980-an.

Sebelum BMI mulai umum digunakan, kegemukan atau kekurusan seseorang ditentukan melalui tabel yang menunjukkan jenjang berat badan ideal, atau jenjang berat menurut tinggi badan.

Tinggi badan diukur dalam interval satu inchi, dan berat badan jenjang berat badan ideal diukur secara terpisah menurut jenis kelamin. Informasi yang digunakan untuk mengembangkan tabel berat ideal ini berasal dari data yang dikumpulkan selama beberapa dekade dan dikompilasi oleh perusahaan asuransi.

Tabel tersebut menentukan probabilitas dari kematian yang berhubungan dengan tinggi dan berat badan, dan telah digunakan oleh perusahaan untuk menentukan rating asuransi jiwa.

Data tersebut tidak menyertakan orang-orang yang mempunyai penyakit kronis, atau mereka yang tidak bisa mendapat asuransi jiwa karena faktor kesehatan.

Ketertarikan untuk menggunakan BMI di Amerika mulai meningkat sejak awal tahun 1980-an, saat para peneliti mulai prihatin terhadap perkembangan penduduk Amerika.

Mengartikan perhitungan BMI pada orang dewasa

Orang dewasa yang berusia 20 tahun keatas dievaluasi menggunakan skala BMI yang sama, yaitu jika BMI-nya:

  • dibawah 18.5 = Underweight
  • 18.5 - 24.9 = Normal
  • 25,0 - 29,9 = Overweight
  • 30 atau lebih = Obese

Sebagian peneliti menganggap BMI 17 atau kurang itu sebagai indikasi dari adanya masalah kesehatan yang serius akibat kekurangan nutrisi.

Di negara-negara yang berkembang, BMI 17 yang serendah itu tanpa adanya penyakit seringkali menjadi indikasi dari anorexia nervosa.

Sedangkan BMI 40 atau lebih mengindikasikan obesitas yang tidak wajar sehingga sangat beresiko untuk berkembangnya penyakit yang berhubungan dengan obesitas, misalnya stroke, serangan jantung, dan diabetes type 2.

Mengartikan perhitungan BMI pada anak-anak dan remaja

Formula yang digunakan untuk menghitung BMI pada anak-anak yang berusia 2 - 20 tahun itu sama dengan formula yang digunakan pada orang dewasa. Namun hasilnya diartikan dengan cara yang berbeda.

Interpretasi dari BMI untuk anak-anak menyertakan pertimbangan bahwa jumlah lemak tubuh akan berubah saat anak-anak tumbuh, dan bahwa jumlah lemak tubuh itu berbeda pada anak laki-laki dan perempuan dengan usia dan berat badan yang sama.

Anak-anak tidak dikelompokkan secara langsung menurut BMI-nya, melainkan BMI-nya tersebut dibandingkan dulu dengan anak-anak lain dengan usia dan jenis kelamin yang sama.

Anak-anak tersebut diberi nilai persentase menurut BMI mereka. Persentase ini menyediakan perbandingan antara berat mereka dengan berat dari anak-anak lain yang seusia dan berjenis kelamin sama.

Sebagai contoh, jika seorang remaja putri berada pada tingkat 75 persen untuk kelompok usinya, berarti 75 orang dari 100 anak yang seusianya punya berat badan lebih ringan dibanding dirinya, dan 25 dari 100 anak punya berat badan lebih berat dari dirinya.

Kategori berat badan untuk anak-anak adalah:

  • Dibawah 5 persen = Berat badan kurang
  • 5 - <85 persen = Berat badan normal
  • 85 - <95 persen = Beresiko overweight
  • 95 atau lebih = Overweight

Menerapkan Informasi BMI

BMI awalnya didesign untuk mengamati sekelompok orang, dan masih digunakan untuk mengamati berbagai trend, misalnya menigkatnya berat badan pada kelompok usia tertentu seiring waktu.

BMI juga sarana yang berguna untuk membandingkan massa tubuh diantara berbagai etnis atau kelompok kultur, dan bisa digunakan untuk memperkirakan tingkat kecukupan atau kelebihan nutrisi dari populasi.

Saat diterapkan secara individual, BMI bukanlah sarana untuk mendiagnosa. Meski ada hubungan yang jelas antara BMI dan penyakit tertentu misalnya diabetes type 2, beberapa jenis kanker, dan penyakit jantung, namun BMI saja tidak cukup untuk memprediksi kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini.

National Heart, Lung, dan Blood Institute merekomendasikan pengukuran berikut ini untuk memperkirakan dampak berat badan terhadap kesehatan:

  • BMI
  • Lingkar pinggang (cara alternatif untuk mengukur lemak tubuh)
  • GALE ENCYCLOPEDIA OF DIETS
  • Low HDL atau kolesterol “baik”
  • High blood glucose (kadar gula darah)
  • High triglycerides
  • Sejarah keluarga yang menderita penyakit jantung
  • Level aktivitas fisik yang rendah
  • Merokok

Pencegahan

BMI sangat akurat saat mendefenisikan karakteristik dari populasi, namun kurang akurat saat diterapkan secara individual. Tapi, karena lebih mudah dan murah, maka BMI banyak digunakan.

Untuk menghitung BMI itu hanya membutuhkan timbangan, sebuah meteran, dan kemampuan untuk melakukan perhitungan sederhana atau menggunakan kalkulator.

Kemungkinan keterbatasan BMI saat diterapkan pada individual adalah:

  • BMI tidak membedakan antara lemak dan otot. BMI cenderung untuk memperkirakan tingkat "kegemukan" yang terlalu tinggi diantara para atlit elite dicabang olahraga misalnya football, angkat besi, dan binaraga. Karena otot lebih berat dibanding lemak, banyak atlit yang tubuhnya berotot dikelompokkan sebagai overweight, meski mereka punya persentase lemak tubuh yang kecil dan kondisi fisik yang prima.
  • BMI cenderung untuk memperkirakan tingkat kegemukan yang terlalu rendah pada manula karena massa otot dan tulang mereka sudah banyak berkurang dan digantikan dengan lemak untuk alasan yang sama dengan tingkat kegemukan dikalangan atlit.
  • BMI tidak membedakan tipe-tipe tubuh. Orang yang bertubuh besar (bertulang besar) menggunakan standard yang sama dengan orang yang bertubuh kecil.
  • Pengelompokan berat dalam BMI itu absolute, sedangkan dalam banyak kasus resiko kesehatan akan berubah seiring perubahan BMI. Seseorang dengan BMI 24,9 dikelompokkan sebagai berat badan normal, sementara orang yang punya BMI 25,1 dikelompokkan overweight. Dalam realitasnya resiko kesehatan mereka mungkin cukup mirip.
  • BMI tidak memperhitungkan penyakit atau obat-obatan yang mungkin menyebabkan water retention.
  • BMI tidak membedakan antara gender, ras, atau etnis. Dua orang dengan BMI yang sama mungkin punya resiko kesehatan yang berbeda karena gender atau faktor genetik.
  • BMI adalah index comparative dan tidak mengukur jumlah lemak tubuh secara langsung. Metode lain memberikan pengukuran lemak tubuh secara langsung, namun meteode ini mahal dan membutuhkan peralatan khusus serta pelatihan untuk menggunakannya dengan benar. Beberapa contoh dari pengukuran ini antara lain pengukuran ketebalan lipatan kulit, underwater (hydrostatic) weighing, bioelectrical impedance, dan dual-energy x-ray absorptiometry (DXA). Mengkombinasikan antara BMI, lingkar pinggang, sejarah kesehatan kelurga, dan analisa gaya hidup, akan memberikan informasi yang cukup untuk menganalisa berbagai resiko kesehatan yang berhubungan dengan berat badan dengan biaya yang minimal.

Perhatian Orang Tua

Obesitas di masa kanak-kanak adalah sebuah keprihatinan yang meningkat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang overweight lebih cenderung untuk menjadi obese saat dewasa dibanding anak-anak dengan berat badan normal.

Kelebihan berat badan dimasa kanak-kanan juga dihubungkan dengan perkembangan awal dari diabetes type 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, anak yang punya berat badan berlebih atau sangat kurang, seringkali punya masalah sosial dan emosional karena sering menjadi objek ejekan.

American Academy of Pediatrics (AAP) dan United States Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk selalu mereview berat badan anak yang berusia diatas dua tahun secara teratur.

Para orang tua dari anak-anak yang punya BMI diatas 85 persen (beresiko overweight dan dikategorikan overweight) sebaiknya mencari informasi dari dokter mengenai resiko kesehatan yang berhubungan dengan BMI tinggi dan petunjuk mengenai cara menormalkan berat badan anak-anak mereka.

Berdiet untuk menurunkan berat badan jarang dianjurkan untuk anak-anak yang sedang tumbuh.

Namun seorang dokter bisa memberikan panduan mengenai cara memperbaiki pola makan anak-anak, mengeliminasi empty calories (misalnya yang ditemukan dalam soda dan candy) dan meningkatkan level aktivitas anak-anak agar bisa membakar kalori lebih banyak dan meningkatkan kebugarannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Antioxidants

Antioxidants adalah molekul yang mencegah molekul oxygen untuk berinteraksi dengan molekul-molekul lain dalam sebuah proses yang disebut oksidasi.

Di dalam tubuh, antioxidant bergabung dengan molekul-molekul berpotensi merusak yang disebut radikal bebas, mencegahnya agar tidak merusak selaput-selaput cell, DNA, dan protein di dalam cell.

Beberapa contoh umum dari antioxidant yang penting bagi kesehatan manusia adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, beta-carotene, dan selenium.

Peranan dari antioxidant di dalam tubuh itu kompleks dan belum dipahami sepenuhnya.

Antioxidant bergabung dengan radikal bebas sehingga tidak bisa bereaksi atau teroxidasi dengan molekul lain. Dengan cara inilah, antioxidant membantu memperlambat atau mencegah kerusakan cell-cell.

Kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas itu dianggap sebagai penyebab atau berkontribusi terhadap berbagai penyakit, misalnya jantung, kanker, Alzheimer’s disease, perunan penglihatan akibat usia, dan tanda-tanda penuaan lainnya.

Namun, belum ada bukti yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara jumlah antioxidant yang di konsumsi dengan pencegahan penyakit.

Deskripsi

Oxygen itu penting bagi reaksi-reaksi yang terjadi di dalam cell-cell. Radikal bebas terbentuk utamanya akibat dari metabolisme cellular yang melibatkan oxygen.

Radikal bebas juga terbentuk dalam jumlah yang besar saat tubuh terexpose radiasi, sinar ultraviolet, dan berbagai racun, misalnya asap rokok dan bahan kimia tertentu.

Fitur umum dari radikal bebas itu adalah bahwa mereka mengandung struktur molekular dan elektronnya tidak berpasangan.

Molekul-molekul radikal bebas dengan elektron yang tidak berpasangan itu tidak stabil, dan cenderung untuk bereaksi dengan molekul-molekul lain dengan cara 'mencuri' sebuah elektron dari mereka agar bisa membentuk sepasang elektron yang lebih stabil.

Reaksi tersebut disebut oxidasi (meski saat itu terjadi dengan molekul yang bukan berasal dari oxygen).

Di dalam tubuh, radikal bebas menyebabkan kerusakan saat bereaksi dengan deoxyribonucleic acid (DNA—materi genetic), proteins, dan lipids (lemak).

Antioxidants adalah molekul-molekul yang bereaksi dengan radikal bebas dengan cara menetralisirnya, sehingga tidak lagi mampu 'mencuri' elektron-elektron dan menyebabkan kerusakan.

Beberapa jenis antioxidant yang penting bagi manusia bisa di dapat melalui makanan. Sementara jenis lainnya diproduksi oleh tubuh.

Vitamin C (ascorbic acid), vitamin E (alphatocopherol), vitamin A (retinol), dan beta-carotene, adalah jenis-jenis antioxidant penting yang harus di dapat dari makanan.

Flavonoids ditemukan dalam teh, coklat, jeruk bali, buah berrie, dan bawang, juga memiliki aktivitas antixidant, meski peranan mereka bagi kesehatan masih belum diketahui dengan jelas.

Selenium terkadang dikelompokkan sebagai antioxidant. Selenium adalah mineral yang harus didapat melalui makanan. Selenium adalah bagian dari enzym penting yang terlibat di dalam reaksi antioxidant.

Tanaman yang tubuh di daerah yang tanahnya banyak mengandung selenium adalah sumber dari mineral ini. Brazil nuts dan tuna juga punya kadar selenium yang tinggi.

Glutathione dan coenzyme Q (ubiquinone) adalah antioxidants yang paling penting yang bisa di produksi sendiri oleh tubuh.

Antioxidant dan Kesehatan

Saat penumpukan radikal bebas lebih cepat dibanding kemampuan antioxidant untuk menetralisirnya, tubuh akan mengalami kondisi yang disebut oxidative stress.

Oxidative stress mengurangi kemampuan tubuh untuk menghadapi dengan kerusakan pada cell-cell, dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis, misalnya penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer’s disease.

Para peneliti tahu bahwa diet yang banyak menyertakan buah dan sayuran itu mengandung antioxidant yang penting untuk kesehatan dan pencegahan beberapa jenis penyakit kronis, misalnya atherosclerosis (pengerasan pada pembuluh darah).

Pada awal tahun 2000-an, berbagai supplement yang mengandung antioxidant dipopulerkan sebagai cara untuk mengurangi oxidative stress, mencegah berbagai penyakit misalnya kanker, stroke, serangan jantung, dan dementia, dan bisa memperpanjang usia.

Semenjak itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa meski ada hubungan antara level antioxidant dengan kesehatan, namun supplement antioxidant bukanlah jalan pintas untuk mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan usia.

Salah satu masalah dalam menentukan apakah ada hubungan sebab dan akibat antara oxidative stress dengan penyakit adalah bahwa seringkali, sangat sulit untuk mengetahui apakah oxidative stress yang menyebabkan penyakit, atau sebaliknya, oxidative stress adalah akibat dari perubahan biokimia di dalam cell-cell yang terserang penyakit.

Selain itu, setiap orang akan mengalami oxidative stress seiring bertambahnya usia, namun masing-masing orang akan mengalami jenis penyakit yang berbeda.

Ineteraksi antara diet, lingkungan, faktor genetik, dan kesehatan dari masing-masing orang itu rumit dan masih belum bisa dipahami dengan jelas.

Antioxidant masih menjadi topik yang sangat menarik bagi para peneliti untuk mencari cara mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Banyak percobaan klinis yang tengah dilakukan untuk menyelidiki tingkat keamanan dan efektivitas dari berbagai antioxidant, baik secara terpisah maupun dikombinasikan dengan obat dan supplement lain.

Para peneliti beranggapan bahwa meningkatkan jumlah antioxidant di dalam tubuh dengan meminum supplement akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang tersedia untuk berinteraksi dengan kolesterol LDL, sehingga memperkecil berkembangnya resiko penyakit jantung. Namun teori ini belum terbukti.

Sebuah sebuah paper yang dipublikasi di Journal of the American Medical Association pada 28 Februasi 2007, yang menganalisa 68 percobaan supplement antioxidant dan melibatkan sekitar 232.600 pasien menyimpulkan bahwa antioxidant tidak bisa memperpanjang usia.

Bahkan, saat dilakukan penelitian yang diawasi dan dianalisa secara ketat, resiko kematian hanya bisa menurun sebanyak 5%. Analisis ini cukup kontroversial, sehingga sebagian ahli mempertanyakan metode analisis yang digunakan.

Namun, American Heart Association dan organisasi serupa di berbagai negara lain, lebih menganjurkan pencegahan penyakit jantung dengan cara mengkonsumsi buah, sayuran, whole grain dan kacang-kacangan yang kaya akan antioxidant, dan berbagai nutrisi lain yang penting untuk pencegahan penyakit jantung, dari pada sekedar mengkonsumsi supplemen antioxidant.

Kanker. Radikal bebas itu merusak DNA, dan terkadang kerusakan ini mengarah pada berkembangnya kanker.

Dalam kultur cell-cell dan hewan-hewan percobaan di laboratorium, antioxidant bisa memperlambant perkembangan kanker. Hasil ini juga di dapat pada penelitian yang melibatkan orang-orang yang mengkonsumsi supplement antioxidant.

Sebuah penelitian besar yang melibat 29.000 pria menunjukkan bahwa saat supplement beta-carotent dikonsumsi oleh perokok, tingkat perkembangan kanker paru-paru mereka 18% lebih tinggi dan tingkat kematian 8% lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi supplement.

Penelitian lain yang memberikan supplement beta-carotene dan vitamin A pada pria dihentikan saat para peneliti menemukan bahwa pria yang menerima beta-carotene punya peluang 46% lebih besar untuk mengalami kematian akibat penyakit kanker paru-paru dibanding mereka yang tidak menerimanya.

Penelitian besar lainnya juga tidak atau hanya sedikit menunjukkan efektivitasnya terhadap pencegahan penyakit kanker.

American Cancer Society, National Cancer Institute, dan beberapa organisasi kesehatan inernasional merekomendasikan antioxidant sebaiknya berasal dari diet sehat yang kaya akan buah dan sayuran serta rendah lemak, bukan berasal dari supplement diet.

Kemerosotan Penglihatan Akibat Usia. Katarak dan penurunan macular yang berhubungan dengan usia adalah dua jenis penurunan penglihatan yang umum pada orang-orang berusia lanjut.

Katarak terjadi akibat perubahan protein di dalam lensa mata. Perubahan ini menyebabkan lensa menjadi berkabut dan membatasi penglihatan. Perubahan ini mungkin diakibatkan oleh radikal bebas.

Penurunan macular akibat usia itu adalah penyakit retina yang tidak bisa diobati sehingga bisa menyebabkan kebutaan.

Dua antioxidant carotenoid yaitu, zeaxanthin dan lutein, ditemukan dalam retina, dan sangat penting bagi penglihatan.

Namun, para peserta penelitian yang mengkonsumsi supplement antioxidant selama beberapa tahun tidak mengalami pengurangan resiko dari berkembangnya penyakit ini.

Peringatan

Interaksi

Interaksi diantara berbagai antioxidant, enxym, coenzymes, obat-obatan, herbal, dan supplement itu kompleks dan belum dipahami sepenuhnya. Antioxidant tertentu mungkin telah diketahui berinteraksi dan seharusnya didiskusikan dengan seorang dokter.

Komplikasi

Antioxidants didapat dengan memakan buah dan sayuran yang penting bagi kesehatan. Tidak ada komplikasi dari antioxidant yang di dapat dari makanan.

Supplement antioxidant mungkin berinteraksi dengan suppelemt lain, obat-obatan, dan supplement herbal, dalam cara yang menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan.

Konsultasikan dengan seorang dokter sebelum mengkonsumsi supplement antioxidant.

Perhatian orang tua

Para orang tua seharusnya mendorong anak-anak mereka untuk mengkonsumsi berbagai buah, sayuran, dan whole grain.

Anak-anak tidak perlu diberikan supplement antioxidant. Keamanan dari supplement ini terhadap anak-anak belum pernah diteliti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diet Anti-aging

Diet anti-aging adalah salah satu dari diet ketat kalori. Diet ini mengurangi sebanyak 30-50% dari jumlah kalori normal. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur.

Orang-orang yang menjalani diet ini juga mengalami peningkatan kesehatan karena mendapat jumlah vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting lainnya, dalam jumlah yang cukup.

Ide bahwa diet pengurangan kalori itu bisa meningkatkan jangka hidup manusia secara significant sudah ada semenjak tahun 1930-an.

Di tahun 1935, para peneliti dari Cornell University, yaitu Clive McCay dan Leonard Maynard, mempublikasikan serangkaian hasil pengujian mereka. Mereka menguji sekelompok tikus untuk menjalani diet.

Jumlah kalori yang diberikan pada tikus-tikus ini dikurang 1/3 dari jumlah kalori yang diberikan para kelompok tikus lain. Meski jumlah kalorinya dikurangi, namun diet mereka tetap mengandung vitamin, mineral, protein, dan berbagai nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang cukup.

Diet pengurangan-kalori ini menyediakan energi lebih sedikit dibanding yang dibutuhkan oleh tikus untuk mempertahankan perkembangan dan aktivitias normalnya.

Dan ternyata, tikus-tikus yang menjalani diet pengurangan kalori, hidupnya 30-40% lebih lama dibanding tikus yang menjalani diet kalori normal.

Semenjak itu, ada lebih dari 2000 penelitian yang telah dilakukan (umumnya pada hewan) untuk menyelidiki hubungan antara pengurangan kalori dan perpanjangan umur.

Diet pengurangan kalori diteliti lebih lanjur oleh Roy Walford, seorang pathologist dari University of California, Los Angeles, yang mempelajari biology of aging.

Di tahun 1986, Roy Walford mempublikasikan The 120-Year Diet, dan ditahun 2000 diikuti dengan Beyond the 120-Year Diet.

Roy Walford berpendapat bahwa perpanjangan umur bisa ditingkatkan secara significant dengan cara menjalani diet ketat, namun tetap menyertakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia, dengan total kalori sekitar 1/3 dari jumlah normal.

Ditahun 1994, Roy Walford menjadi salah satu penulis dari: The Anti-Aging Plan: Strategies and Recipes for Extending Your Healthy Years.

Diet anti-agingnya ini di dasari oleh hasil penelitiannya sendiri dan hasil dari berbagai penelitian lain, termasuk yang dilakukan oleh para ahli medis dari project Biosphere 2, di Arizona, awal tahun 1990-an.

Walford adalah salah satu dari delapan orang yang bergabung dalam Biosphere 2, mulai dari 1991 sampai 1993, yang mencoba untuk membuktikan bahwa sebuah system ekologi lingkungan buatan bisa mempertahankan kehidupan manusia.

Dia juga menjadi salah satu pendiri dari Calorie Restriction Society di tahun 1994.

Deskripsi

Diet anti-aging adalah diet pengurangan kalori sebanyak 30-50%, sambil tetap memberikan jumlah vitamin, mineral dan berbagai nutrisi penting lain dalam jumlah yang cukup agar tubuh bisa mempertahankan diri dan berkembang.

Pengurangan kalori ini telah menunjukkan peningkatan masa hidup dari berbagai hewan, antara lain tikus, ikan, lalat buah, anjing, dan monyet, sebesar 30-50%. Beberapa penelitian terhadap manusia juga telah dilakukan. Namun bukti hasil penelitian mengenai dampaknya pada manusia sangat sedikit dibanding pada hewan.

Penelitian yang lengkap mengindikasikan bahwa diet pengurangan kalori bisa meningkatkan jangka hidup manusia, dengan kisaran maksimal 30%.

Masalah yang menghalangi para peneliti untuk memberikan bukti yang cukup bahwa diet pengurangan kalori itu bisa memperpanjang usia adalah karena saat ini, usia maksimal manusia itu antara 110-120 tahun, dan sulit untuk memberikan diet mereka secara penuh.

Keculi jika penelitian dilakukan dalam jangka panjang dan melibatkan peneliti dari beberapa generasi.

Hanya beberapa ratus orang yang pernah tercatat bisa hidup lebih dari 110 tahun, dan hanya dua orang yang tercatat punya usia lebih dari 120 tahun, yaitu Jeanne Louise Calmet (1875–1997) dari Prancis yang hidup selama 122 tahun 164 hari, dan Shigechiyo Izumi (1865–1986) dari Jepang yang hidup 120 tahun 237 hari, menurut Guinness World Records.

Semenjak tahun 1980, sudah puluhan buku diet pengurangan kalori yang terbitkan, yang khusus menawarkan cara memperpanjang usia melalui diet. Buku-buku diet yang paling popular antara lain Okinawa Diet, Anti-Inflammation Diet, Longevity Diet, Blood Type Diet, Anti-Aging Plan, dan 120-Year Diet.

Pengurangan kalori adalah metode untuk memperpanjang umur dengan cara mengurangi secara significant jumlah kalori yang dikonsumsi, namun masih tetap bisa memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sedangkan orang-orang yang mengalami kelaparan tidak akan mendapat keuntungan berupa perpanjangan usia karena kekurangan kalori yang mereka alami hanya bisa memberikan sedikit nutrisi.

Diet ini dipercayai sangat bermanfaat untuk orang yang berusia pertengahan 20, efek keuntungan di dapat dari pengurangan kalori secara proporsional menurut usia begitu diet dimulai.

Meski ada banyak variasi dari berbagai diet anti-aging, namun diet pengurangan kalori umumnya merekomendasikan satu set makanan inti. Makanan-makanan inti ini terdiri dari sayuran, buah, soy, produk susu tanpa atau rendah lemak, kacang-kacangan, avocado, dan minyak zaitun.

Minuman utama yang dianjurkan adalah air dan teh hijau atau hitam.

Petunjuk-petunjuk mengenai pengurangan kalori akan bervariasi antara satu diet dengan diet yang lain. Mulai dari yang mengurangi sebanyak 10% sampai 50% dari jumlah normal.

Roy L. Walford (1924–2004), penulis dari beberapa buku diet anti-aging, mengatakan bahwa target yang masuk akal itu adalah mencapai target pengurangan sebesar 10-25% dalam berat badan normal seseorang, menurut usia, tinggi badan, dan bentuk tubuh.

Program diet anti-aging merekomendasikan pria untuk menurunkan maksimal hingga 18% dari berat badannya dalam 6 bulan pertama menjalani diet.

Untuk pria dengan berat 175 lb, itu berarti mengurangi sekitar 31 pound. Untuk wanita dengan bentuk tubuh kecil setinggi 5 kaki 6 inchi dan berat 120 pound, diet ini merekomendasikan mengurangi 10% dari berat mereka dalam 6 bulan pertama, atau sekitar 12 lb.

Diet anti-aging Walford ini didasari oleh percobaan terhadap hewan selama berpuluh-puluh tahun. Diet ini terdiri dari berbagai kombinasi makanan dan menu dengan menyertakan semua vitamin dan berbagai nutrisi rendah kalori, seperti yang direkomendasikan oleh U.S. Department of Agriculture’s Recommended Daily Allowances.

Dalam diet ini, jumlah kalori maksimum yang diperbolehkan adalah 1.800 per hari. Untuk memulai diet ini, bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu rapid orientation dan gradual orientation.

Metode gradual orientation mengijinkan anda untuk mengadopsi diet secara perlahan. Pada minggu-minggu pertama, anda diijinkan untuk hanya menjalani diet ini satu minggu sekali. Lalu meningkatkanya secara perlahan menjadi 2, 3, 4, 5, 6, dan akhirnya 7 kali seminggu.

Pada hari-hari anda tidak menjalani diet, hanya makanan sehat yang diperbolehkan, namun jumlahnya tidak dibatasi. Dan setelah dua bulan, anda harus sudah beralih ke makanan yang berkalori rendah dan bernutrisi tinggi setiap kali makan.

Di web site-nya www.walford.com, Walford menyatakan...

"Untuk memperpanjang usia melalui diet anti-aging membutuhkan pembatasan kalori. Namun, kami menganjurkan anda untuk lebih memandangnya sebagai perubahan gaya hidup, bukan sebuah program diet atau jalan pintas. Secara psychologis, setiap orang bisa mengadaptasi level pembatasan ini, dan tidak mengalami kelaparan secara fisik karena semua kalori yang dimakan adalah kalori yang kaya nutrisi."

Berikut ini contoh menu diet rendah kalori, kaya nutrisi yang dikembangkan oleh Walford:

  • Sarapan: Segelas orange juice, sebutir telur rebus, sepotong roti whole-grain, dan secangkir kopi atau teh.
  • Makan siang: Setengah gelas keju cottage dicampur dengan satu setengah yogurt tanpa lemak dan satu sendok teh toasted wheat germ, sebutir apel, dan satu whole wheat English muffin.
  • Makan malam: Tiga ons dada ayam panggang tanpa kulit, kentang, semangkuk bayam rebus.
  • Snack: Lima dates, oat bran muffin, dan segelas susu rendah lemak.

Contoh menu diet diatas mengandung 1.472 kalori, 92 g protein, 24 g lemak, 234 g karbohidrat, 27 g serat, dan 310 kolesterol.

Fungsi

Tujuan dari diet anti-aging ini adalah untuk memperlambat proses penuaan, sehingga bisa memperpanjang hidup manusia.

Meski diet ini bukanlah diet untuk menurunkan berat badan, namun orang yang mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari jumlah normal biasanya berat badannya akan turun.

Berolahraga bukanlah bagian dari diet pengurangan kalori. Para peneliti menyarankan melakukan transisi pengurangan kalori secara perlahan selama satu atau dua tahun, karena pengurangan kalori secara mendadak itu bisa jadi tidak sehat atau bahkan malah memperpendek umur.

Tidak ada jawaban yang jelas kenapa mengurangi kalori itu bisa memperpanjang usia dan menyehatkan. Para peneliti punya penjelasan yang bervariasi dan banyak yang menyatakan bahwa itu adalah hasil dari berbagai kombinasi faktor.

Salah satu teorinya adalah bahwa pengurangan kalori melindung DNA dari kerusakan, meningkatkan jumlah enzym yang memperbaiki kerusakan DNA, dan mengurangi resiko berubahnya gene menjadi kanker.

Teori lain menyatakan bahwa pengurangan kalori itu:

  • Membantu mengurangi populasi radikal bebas. Kerusakan yang disebabkan radikal bebas meningkat seiring usia.
  • Menunda penurunan yang berhubungan dengan sistem imunisasi. Meningkatnya imunisasi mungkin bisa memperlambat penuaan.
  • Memperlambat metabolisme, cara tubuh memanfaatkan energi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa semakin cepat metabolisme seseorang, semakin cepat mereka menua.

Keuntungan

Manfaat utama dari diet anti-aging adalah menigkatkan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit misalnya jantung, kanker, stroke, diabetes, osteoporosis, Alzheimer, dan Parkinson.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan funsgi psysiologis dan mental dari hewan-hewan yang menjalani diet pengurangan kalori itu sama dengan hewan yang jauh lebih muda.

Diet ini juga menunjukkan pengembangan dari jangka hidup maksimal dari berbagai bentuk kehidupan yang diuji coba.

Peringatan

Diet pengurangan kalori itu tidak direkomendasikan untuk orang yang berusia dibawah 21 tahun karena mungkin bisa menghambat pertumbuhan fisik. Masalah ini diketahui setelah mengamati hewan-hewan yang diuji coba.

Pada manusia, perubahan perkembangan mental dan fisik pada otak sebagai akibat negatif dari diet rendah kalori mungkin akan terjadi pada remaja dan orang-orang yang baru memasuki usia 20-an.

Kelompok individu lain yang dianjurkan untuk tidak menjalani diet pengurangan kalori ini adalah wanita yang ingin hamil, wanita hamil, dan menyusui.

Penurunan body mass index (BMI), yang terjadi pada diet rendah kalori, adalah faktor resiko dalam kehamilan, dan bisa menyebabkan dysfunctional ovaries dan infertility.

BMI yang rendah juga bisa menyebabkan kelahiran premature dan rendahnya berat badan bayi yang dilahirkan.

Orang-orang yang mempunyai kondisi medis atau penyakit dianjurkan untuk tidak menjalani diet pengurangan kalori. Mereka sebaiknya sangat berhati-hati dan berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memulai diet.

Resiko

Ada berbagai resiko yang berhubungan dengan diet anti-aging, pengurangan kalori. Resiko-resiko ini antara lain menyangkut masalah fisik, mental, sosial, dan gaya hidup.

  • Kelaparan, menjadi terobsesi dengan makanan.
  • Kehilangan tenaga atau stamina dan massa otot, yang bisa mempengaruhi aktivitas fisik, misalnya sport.
  • Berkurangnya level testosterone, yang bisa dikompensasi dengan penambahan testosterone.
  • Penurunan berat badan secara drastis (lebih dari 2 pound per minggu) yang bisa berakibat negatif terhadap kesehatan.
  • Berkurangnya massa tulang, yang meningkatkan resiko retak.
  • Meningkatknya sensitivitas terhadap hawa dingin.
  • Berkurangnya energi cadangan dan merasa letih.
  • Mentruasi yang tidak teratur.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan penampilan secara drastis akibat berkurangnya lemak dan otot menyebabkan orang terlihat kurus atau anorexic.

Masalah sosial bisa muncul pada makanan keluarga karena mungkin tidak semua anggota keluarga menjalani diet rendah kalori. Konflik yang berhubungan dengan jenis, jumlah, dan variasi dari makanan yang disajikan mungkin akan berkembang.

Masalah sosial lainnya adalah saat makan di restaurant, tempat kerja, tempat pesta, dan tempat liburan.

Efek jangka panjang secara psychologis dari diet rendah kalori masih belum diketahui. Namun, karena diet rendah kalori melibatkan perubahan-perubahan besar dalam hidup seseorang, masalah psychologis mungkin akan muncul, misalnya anorexia, binging, dan pemikiran yang obsessive mengenai makanan.

Penelitian

Diet anti-aging yang membatasi kalori mungkin bisa memperlambat penuaan jantung dan memperpanjang umur, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Washington University School of Medicine, St. Louis, Missouri.

Penelitian kecil ini direlease pada tahun 2006, yang diikuti oleh 25 orang berusia antara 41-65 tahun, dimana mereka hanya mengkonsumsi 1.400 sampai 2000 kalori per hari selama 6 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta mempunyai fungsi jantung yang sama dengan orang yang berusia 15 tahun lebih muda, dan tekanan darah mereka menurun secara significant dibanding sekelompok orang yang menjalani diet dengan jumlah kalori antara 2000 sampai 3000 per hari.

Diet pembatasan kalori mungkin bisa mencegah penyakit Parkinson, menurut sebuah penelitian yang di release pada tahun 2005 oleh Oregon Health and Science University dan the Portland Veterans Affairs Medical Center in Portland, Oregon.

Para peneliti mengatakan bahwa tikus-tikus yang mempunyai gejala awal penyakit Parkinson dan menjalani diet pengurangan kalori sebanyak 50%, mengalami peningkatan level glutamate, sebuah zat kimia otak yang hilang akibat penyakit Parkinson.

Hasil dari penelitian ini meyakinkan, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan level efektivitasnya pada manusia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS